Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG ISOLASI MANDIRI CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH TAHUN 2021 Devin Mahendika; Multazam Fahreza Chandra; Astri Dwi Andini; Mai Ismil Husni Tasyriqiyyah; Naila Widanti; Sylfia Mustika; Ida Rahmah Burhan; Ema Julita
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p06

Abstract

Introduction: Coronavirus Disease-19 (COVID-19) was a disease caused by SARS-CoV-2. The positivity rate for COVID-19 at the Pauh Health Center until August 2021 reached 34.95%. Most of the people lived in Pauh who have been confirmed COVID-19 were self-isolating. Method: This study used a political and logical approach with descriptive and cross-sectional design. The research was conducted from August – September 2021 in Cupak Tangah, South Limau Manis, and Koto Luar. The research data was obtained by filling out the respondent's questionnaire and guided interview. Result: The problem found using the Hanlon method was the high positivity rate of COVID-19 at the Pauh Health Center. This was due to several factors, such as the lack of public knowledge about COVID-19 and self-isolation, lack of awareness in implementing health protocols, lack of concern and negative stigma towards people who are confirmed to have COVID-19, lack of strict supervision of health protocols by cross-sectors, and obstacles in purchasing. Standard Personal Protective Equipment (PPE). Discussion: Health promotion with modules was chosen based on the demographic and geographical conditions of the Pauh with the aim of providing an understanding of self-isolation. Other activities carried out are socialization and evaluation in the form of pre and post tests targeting the community, health workers, and officials in the Pauh. Conclusion: The solution to the high COVID-19 positivity rate in the Pauh Health Center work area was to form an independent isolation module using the Plan, Do, Check, and Action (PDCA) flow, making this module can be an outcome in helping to improve people's behavior and educating the public to behave well according to the rules. Keywords: COVID-19, module, primary health care, self-isolation
Hubungan Faktor Individual, Sosial dan Pekerjaan dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2013 : The Relationship between Individual, Social and Occupational Factors and Job Satisfaction of Nurses in the Emergency Department of Dr. M. Djamil Padang Hospital in 2013 Rusmanwadi; Yulastri Arif; Ema Julita
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2013): NJK Volume 9, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v9i2.111

Abstract

Employee dissatisfaction in the work will have an unfavorable situation for the organization and individual. Indicator of job dissatisfaction seen in ER DR M Djamil Hospital is the high rate of absenteeism, increased morbidity, turn over and the other of work discipline problems. This study purposes to determine the relationship of individual factors (interests and attitudes), social factors (interactions with fellow nurse and supervisor) and occupational factors (work conditions and supervision) with job satisfaction of nurses in emergency rooms DR M Djamil Hospital Padang. Research design using descriptive analytic with cross sectional study in which the sample is the entire population and nurses in emergency rooms DR M Djamil Hospital Padang, amounting to 45 people. To determining of the relationship between variables using chi square test and logistic regression. The test results are statistically significant relationship between interests and job satisfaction (p=0.004), attitudes and job satisfaction (p=0.003), the interaction of employees with employer and job satisfaction (p=0.000), supervision and job satisfaction (p=0.000), there is no significant relationship between the interaction of fellow employees with job satisfaction (p=0.334), working conditions and job satisfaction (p=0.727),while the results of logistic regression showed that supervision is the most dominant variables associated with job satisfaction (p=0.002) Expected results of the study can be used by managerial of nursing to further improve the job satisfaction of nurses in order to improve the quality of health services, especially nursing care in the ER.
Karakteristik Distres Spiritual pada Pasien HIV/AIDS di RSU Sawerigading Palopo: Characteristics of Spiritual Disstres in HIV/AIDS Patients in Sawerigading RSU Palopo Anshar Rante; Djusmadi Rasyid; Warda M; Ema Julita; Nur Afifah; M. Khalid Freedy Saputra; Pannyiwi, Rahmat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3763

Abstract

Latar belakang: Setelah seseorang dinyatakan positif terkena HIV, maka hidupnya akan berjalan pada jalur yang berbeda dari rencana hidup sebelumnya. Beratnya permasalahan yang dirasakan oleh pasien HIV/AIDS mempengaruhi aspek psikologis, sosial dan spiritual. Pasien bisa mengalami masalah finansial, berduka berkepanjangan, frustasi, merasa bersalah, depresi dan ketakutan menghadapi kematian. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik distress spiritual pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) RSU Sawerigading Palopo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang bertujuan untuk melihat karakteristik spiritual pada pasien dengan HIV/AIDS ODHA di RSU Sawerigading Palopo Sampel di ambil dengan teknik proposive sampling yaitu cara mengambil sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti sehingga mewakili karakteristik populasi sejumlah 35 sampel. Hasil: Penelitian menunjukkan Menunjukkan sebanyak 16 responden (46%) Merasa bersalah pada diri sendiri pada aspek hubungan dengan orang lain responden merasa diasingkan , tidak ingin berinteraksi dengan keluarga, Saya memisahkan diri dari kelompok agama di masyarakat sebanyak 2 responden (6%) kemudian pada aspek hubungan dengan hubungan dengan seni ,musik dan literatur alam sebanyak 4 responden (11%) tidak suka membaca literatur spiritual (kitab suci,buku agama).Pada aspek hubungan dengan pencipta (Tuhan) paling banyak sekitar 49 % responden yang butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama. Kesimpulan: Karakteristik distres spiritual pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Sawerigading Kota Palopo paling banyak pada aspek hubungan dengan tuhan pada pernyataan Saya ingin/saya butuh nasehat dari pemimpin atau tokoh agama.
Analisis Faktor Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) : Factor Analysis of the Relationship between Nurses' Knowledge and Attitudes with Motivation for Implementation Model of Professional Nursing Practice (MPKP) Sarifudin Andi Latif; Ema Julita; Eko Prastyo; Supriatin; Ferdinandus Suban Hoda; Abdul Rivai Saleh Dunggio; Pannyiwi, Rahmat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3764

Abstract

Latar belakang: Pengembangan MPKP di Indonesia berdasarkan UU No.36 tahun 2009 bahwa tenaga kesehatan harus memiliki kualifikasi dan dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Diperlukan adanya pengetahuan dan motivasi perawat dalam pengembangan MPKP ini. Dengan adanya perbedaan tingkat pengetahuan perawat tentang MPKP tentunya motivasi dalam pelaksanaaan MPKP juga berbeda. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di Ruang Interna dan Bedah RSUD Kota Baubau. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan studi cross sectional. Penelitian cross sectional adalah suatu penelitian dimana variabel yang termasuk faktor hubungan variabel dan variabel yang termasuk efek diobservasi pada waktu yang sama. Hasil: Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di Ruang Interna dan Bedah RSUD Kota Baubau adalah signifikan, Hasil analisis Correlation Coefficient dengan Spearman’s rho sebesar 0.510 yang artinya, tingkat kekuatan hubungan (korelasi) anatara variabel pengetahuan Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) adalah 0.510 atau kuat. Kesimpulan: 1. Hubungan pengetahuan Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di Ruang Interna dan Bedah RSUD Kota Baubau adalah signifikan, dan tingkat kekuatan hubungan (korelasi) anatara variabel pengetahuan Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) adalah kuat. 2. Hubungan sikap Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) di Ruang Interna dan Bedah RSUD Kota Baubau adalah signifikan, dan tingkat kekuatan hubungan (korelasi) anatara variabel sikap Perawat dengan Motivasi Pelaksanaan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) adalah sangat kuat.
Analisis Faktor dengan Tingkat Stress Kerja pada Perawat Akibat Hospitalisasi Anak Pra Sekolah Ruang Perawatan Anak di Rumah Sakit: Factor Analysis with Level of Occupational Stress in Nurses due to Hospitalization Pre-school children in the pediatric ward of the hospital Shetiana Dewi Ruben; Ema Julita; Nurhaedah; Supriatin; Lilik Pranata; Lumastari Ajeng Wijayanti; Pannyiwi, Rahmat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3765

Abstract

Latar belakang: Stres adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan dalam lingkungan yang dirasakan sebagai suatu tantangan, ancaman, atau merusak terhadap equilibrium dinamik seseorang atau sebagai suatu stimulus yang mengakibatkan ketidakseimbangan fungsi fisiologis dan psikologis. Tujua: Untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan perawat dalam meminimalkan stress akibat hospitalisasi pada anak pra sekolah. Metode: Desain penelitian Survei Analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional. Penarikan sampel dengan teknik purposive sampling pada 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji statistik Kai-Kuadrat dengan menggunakan jasa program kumputer SPSS versi 11,5. Hasil: Dari 9 variabel yang diteliti hanya 2 variabel, yaitu: Ancaman penyakit yang serius dan Isolasi dari orang lain yang ada hubungan dengan stres pasien, sedangkan 7 variabel lain yaitu: Kehilangan kebebasan, Lingkungan yang tidak dikenal, Masalah pengobatan, Kurang informasi, Perpisahan dari suami atau istri, Perpisahan dari keluarga dan Masalah keuangan tidak ada hubungan dengan stres pasien. Kesimpulan: Secara umum dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat 2 hipotesis yang diterima, sedangkan 7 hipotesis ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara dampak hospitalisasi dengan stres pasien.