Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT Amelia Fadlina; Nila Kusma; Vina Wulandari
Jurnal Real Riset Vol 4, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Real Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine; (1) Can Infrared (IR) modality improve blood circulation and reduce pain? (2) Knowing whether exercise therapy can increase muscle strength. (3) Whether exercise therapy can increase the strength of the Joint Scope of Motion by using a Goniometer. This research is a qualitative research with a case study design, namely to determine: (1) Whether the Infrared (IR) modality can improve blood circulation and reduce pain. (2) Knowing whether exercise therapy can increase muscle strength. (3) Whether exercise therapy can increase the strength of the Joint Scope of Motion by using a Goniometer. The subjects in this study were patients who complained of pain, muscle weakness, and joint limitations in the patient's knees. The research subject consisted of one person. Data were obtained by conducting interviews, observations and physiotherapy management actions in postoperative cases of total knee replacement. Based on the results of the research that has been done, the results show that after intervention with infrared (IR) modalities, and exercise therapy with a frequency of 6 consecutive treatments. It was found that there was a decrease in pain, an increase in muscle strength in the right knee, and an increase in the range of motion of the knee joint.Keywords: Physiotherapy management, postoperative total knee replacement cases
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stress Terhadap Beban Kerja Dosen di Universitas Muhammadiyah Aceh Sri Alna Mutia; Nila Kusma; Lisa Agustina; Nisrina Hanum
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50971

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi yang dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja dosen di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada dosen Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 155 dosen yang telah mengisi kuesioner menggunakan google form. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik dosen (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja) dan kondisi pekerjaan (jumlah SKS, beban kerja, gaji), sedangkan stres kerja diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan stres kerja adalah jenis kelamin (p=0,008; OR=2,50; 95% CI: 1,27–4,92), masa kerja (p=0,040; OR=0,47; 95% CI: 0,23–0,96), jumlah SKS (p=0,012; OR=2,28; 95% CI: 1,20–4,31), dan beban kerja (p=0,001; OR=3,33; 95% CI: 1,65–6,71), sedangkan umur, pendidikan, dan gaji tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa beban kerja merupakan faktor paling dominan terhadap stres kerja dosen (OR = 3,87; 95%CI = 1,81 – 8,25; p-value = 0,000). Disimpulkan bahwa dosen dengan beban kerja tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami stres kerja, sehingga diperlukan strategi manajemen beban kerja dan dukungan kelembagaan untuk mengurangi dampak stres pada dosen.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Cerebral Palsyspastik Kuadriplegi Lisa Agustina; Amelia Fadlina; Farizal Ismi; Nila Kusma
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.95

Abstract

Cerebral palsy atau sering juga disebut dengan (CP) adalah kondisi kelumpuhan otak yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Problematika yang sering dialami yakni kelemahan atau gangguan seperti kelemahan pada otot, hypertonus, adanya gangguan pada gerakan motorik kasar, adanya gangguan pada fungsional aktivitas kehidupan sehari-hari dan keterlambatan tahapan tumbuh kembang motorik, gangguan komunikasi psikosialisasi dan adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Cerebral Palsy Spastik Kuadriplegi. Metode penelitian ini studi kasus, mengangkat kasus pasien mengumpulkan data melalui proses Fisioterapi. Modalitas yang diberikan berupa latihan Bobath Exercise. Hasil setelah dilakukan terapi sebanyak empat kali didapatkan hasil adanya penurunan spastisitas otot, serta tidak adanya perubahan pada kemampuan fungsional pada sibayi. Saran penelitian: agar kedepannya selalu menggunakan program latihan bobath exercise untuk menurnkan spastisitas otot pada penderita cerebral palsy.    
Pengaruh Infra Red dan Back Exercise terhadap Intensitas Nyeri dengan Keluhan Low Back Pain pada Lansia Sri Alna Mutia; Fithriany Fithriany; Nila Kusma
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17201

Abstract

ABSTRACT  Low Back Pain is a common musculoskeletal disorder that is often experienced by the elderly, especially due to degenerative factors and changes in posture.  to evaluate the effect of infrared therapy and back exercise on pain intensity in elderly people with complaints of low back pain. This study used a one group pretest posttest experimental design involving 30 elderly people as samples. Data were collected and analyzed using the t test to compare pain intensity, flexibility, blood pressure, and pulse before and after the intervention. The study showed that there was a significant reduction in pain intensity and increased flexibility, with a p-value of 0.000 for pain and flexibility respectively, as well as a decrease in blood pressure and an increase in pulse with a p-value of 0.019 and 0.002, which indicated significant changes before and after intervention. These findings confirm that the combination of Infra Red and Back Exercise is effective in reducing pain and increasing flexibility in elderly people with low back pain. this not only has a positive impact on pain intensity and flexibility, but also contributes to the hemodynamic stability of the elderly. The decrease in blood pressure and increase in pulse rate, after the intervention indicate that this method is safe and does not negatively affect cardiovascular function. It can be concluded that the application of physiotherapy with infrared and back exercises has a significant positive impact on the pain intensity of low back pain in the elderly. With existing evidence, infrared intervention and back exercise can be a valuable therapeutic option to improve the quality of life of elderly people who experience low back pain, considering their effectiveness in treating various aspects related to this musculoskeletal disorder. Keywords: Infrared, Back Exercises, Lower Back Pain, Elderly  ABSTRAK Low Back Pain merupakan gangguan muskuloskeletal umum yang sering dialami oleh lansia, terutama akibat faktor degeneratif dan perubahan postur tubuh.  untuk mengevaluasi pengaruh terapi infra merah dan senam punggung terhadap intensitas nyeri pada lansia dengan keluhan nyeri pinggang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest posttest yang melibatkan 30 orang lansia sebagai sampel. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji t untuk membandingkan intensitas nyeri, fleksibilitas, tekanan darah, dan denyut nadi sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri dan peningkatan fleksibilitas yang signifikan, dengan nilai p masing-masing sebesar 0,000 untuk nyeri dan fleksibilitas, serta penurunan tekanan darah dan peningkatan denyut nadi dengan nilai p sebesar 0,019 dan 0,002 yang menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi Infra Merah dan Latihan Punggung efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas pada lansia dengan nyeri pinggang. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada intensitas dan fleksibilitas nyeri, namun juga berkontribusi terhadap stabilitas hemodinamik lansia. Penurunan tekanan darah dan peningkatan denyut nadi setelah intervensi menunjukkan bahwa metode ini aman dan tidak berdampak negatif pada fungsi kardiovaskular. Dapat disimpulkan bahwa penerapan fisioterapi dengan infra merah dan senam punggung memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap intensitas nyeri nyeri pinggang pada lansia. Dengan bukti yang ada, intervensi inframerah dan latihan punggung dapat menjadi pilihan terapi yang berharga untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yang mengalami nyeri pinggang, mengingat efektivitasnya dalam menangani berbagai aspek terkait gangguan muskuloskeletal ini. Kata Kunci: Infra Merah, Senam Punggung, Nyeri Punggung Bawah, Lansia