Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PENILAIAN AUTENTIK PADA MATA PELAJARAN RUMPUN IPS DI SMA NEGERI 1 PASIR PUTIH Iksan Uzin; La Iru; Nanik Hindaryatiningsih
Jurnal Wahana Kajian Pendidikan IPS Vol 5, No 2 (2021): Terbit 2 kali dalam setahun
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jwkp-ips.v5i2.27966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS di SMA Negeri 1 Pasir Putih yang sesuai dengan standar penilaian; Kendala-kendala mengimplementasikan model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS  di SMA Negeri 1 Pasir Putih; Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mengimplementasikan model penilaian autentik pada mata pelajaran rumpun IPS di SMA Negeri 1 Pasir Putih. Jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian ini semua guru rumpun IPS (ekonomi, geografi, sejarah dan Sosiologi) yang berjumlah 4 orang serta sebagai informan adalah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Metode pengumpulan data  yang  digunakan  yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif  kualitatif,  yaitu reduksi  data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dicapai yaitu Implementasi model penilaian  autentik  pada  mata  pelajaran  rumpun IPS (ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi) di SMA Negeri 1 Pasir Putih  telah  dilaksanakan  pada  tiga  ranah  yaitu  kompetensi sikap (afektif) melalui penilaian observasi, penilaian diri, penilaian antar teman siswa, dan penilaian jurnal; kompetensi  pengetahuan (kognitif) melalui penilaian tes tulis, penilaian tes lisan dan penilaian penugasan; dan kompetensi keterampilan (psikomotorik) melalui penilaian praktek, penilaian produk dan penilaian portofolio. Faktor penghambat implementasi model penilaian autentik meliputi banyaknya karakteristik siswa, kompetensi guru dan keterbatasan waktu. Upaya yang  dapat  dilakukan  untuk mengatasi hambatan implementasi model penilaian autentik adalah  mendalami karakteristik siswa, melaksanakan workshop guru dan pengaturan waktu kegiatan penilaian.Kata Kunci: Model penilaian autentik; rumpun IPS
Fungsi Media Sosial TikTok dalam Mewujudkan Pendidikan Politik Mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo Ahmad Mursyaban Ali; La Iru; Nerlin
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v4i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi media sosial TikTok dalam mewujudkan Pendidikan politik mahasiswa PPKn Universitas Halu Oleo. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan PPKn FKIP UHO. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model dari Miles dan Huberman yang dicirikan oleh tiga kegiatan/aktivitas, yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion: drawing/verifying). Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa aktif PPKn angkatan 2020, 2021, 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok: (1) sebagai sumber informasi dan berita politik yang menyediakan berbagai berita dan informasi yang berada di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, (2) memperluas jangkauan interaksi berupa memberikan like, mengikuti akun, berkomentar, dan membagikan (shear) pengetahuan dan informasi politik, dan (3) mewujudkan pendidikan politik yang dilihat dari aspek kognitif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk pamahaman mahasiswa PPKn. Dalam ranah afektif, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam mendorong dan membentuk sikap mahasiswa PPKn terhadap sebuah persitiwa. Dalam ranah psikomotorik, terwujud dari media sosial TikTok yang menjadi saluran dalam membentuk keterampilam mahasiswa PPKn dalam menghadapi sebuah isu-isu yang tersebar.