Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYEBARAN SAMPAH DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM DAN PANTAI POKA, TELUK AMBON BAGIAN DALAM Budiono Senen; Jaqueline M.F Sahetapy; Abdullah Saimima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan penyebaran sampah ini dilakukan disekitar pesisir pantai perairan Tanjung Tiram dan Poka, Teluk Ambon bagian dalam yang dilakukan pada bulan Juli 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sumber dan jenis pencemaran, yang dihasilkan oeh aktivitas masyarakat yang tinggal di pesisir Tanjung Tiram Poka. Merumuskan usulan yang dapat dipergunakan untuk pengendalian pencemaran lingkungan yang berpotensi terjadi di pesisir perairan Poka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan wawancara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian dari ketiga sumber penghasil sampah dikedua lokasi tersebut ditemukan jenis-jenis sampah yang palin banyak adalah sampah plastik (botol, kemasan makanan dan minuman).
INVENTARISASI DAN KERAPATAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI DESA TANAH RATA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Rosni Astuti Siahaya; Abdullah Saimima; Ruliati Yusuf; Rama
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lamun umumnya tumbuh di sekitar daerah pasang surut dan sekitar pulau-pulau karang pada substrat dengan dasar lumpur, pasir berlumpur, pasir dan pecahan karang. Padang lamun juga banyak ditemukan di substrat pasir berlumpur yang tebal antara hutan rawa mangrove dan karang. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan survei awal di perairan pantai Desa Tanah Rata merupakan kawasan yang memiliki sumber daya ekosistem lamun yang menjadi habitat dan tempat mencari makan bagi organisme laut. Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi dan menghitung kerapatan jenis lamun di perairan pantai Desa Tanah Rata. Pengamatan lamun dilakukan secara langsung selama 1 bulan menggunakan metode transek kuadran. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun dengan jarak tiap stasiun 50 m. Pengamatan dilakukan terhadap jenis, kerapatan dan keanekaragaman lamun yang ditemukan di Pantai Desa Tanah Rata. Parameter kualitas air pendukung kehidupan lamun juga diukur setiap pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Tanah Rata ditemukan 3 jenis lamun yaitu , Enhalus acoroides, Halophila ovalis dan Halodule uninervis. Tingkat kerapatan lamun tertinggi terdapat pada Stasiun III Enhalus acoroides dengan nilai 2,68 ind/m2, Halophila ovalis 0,24 ind/m2 , dan Halodu1e uninervis 1,08 ind/m2. Pada stasiun I kerapatan lamun tertinggi yaitu jenis Enhalus acoroides 2,4 ind/m2, Halodu1e uninervis 0,96 ind/m2 dan Halophila ovalis 0,92 ind/m2. Kerapatan lamun terendah yaitu pada stasiun I dimana Enhalus acoroides 0,84 ind/m2, Halodule uninervis 0,44 ind/m2 dan Halophilla ovalis 0,12 ind/m2.
PEMETAAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI OHOI LANGGUR KABUPATEN MALUKU TENGGARA Asriyanti Hasan; Jenny Abidin; Abdullah Saimima; Ruwia Abdurasid
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya wilayah pesisir Ohoi Langgur, memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk pengembangan budidaya rumput laut. Kondisi geografis berupa perairan pesisir yang relatif tenang, perairan dangkal, serta kualitas perairan yang masih tergolong baik menjadikan wilayah ini berpotensi sebagai sentra budidaya rumput laut. Namun demikian, pemanfaatan ruang perairan di Ohoi Langgur hingga saat ini belum didukung oleh data pemetaan kesesuaian lokasi yang komprehensif dan berbasis ilmiah. Akibatnya, kegiatan budidaya yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional dan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk Memetakan lokasi budidaya rumput laut yang tepat di Ohoi Langgur Kabupaten Maluku Tenggara. Sedangkan manfaat dari penelitian ini kepada Masyarakat Ohoi Langgur lebih mengetahui luas lahan budidaya rumput laut dan Dapat mengetahui lokasi-lokasi lahan budidaya yang cocok untuk membudidaya rumput laut. Daya dukung perairan Ohoi Langgur untuk budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dibagi menjadi tiga kriteria yakni tidak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Pada musim timur perairan Ohoi Langgur tidak dapat dijadikan tempat budidaya rumput laut dikarenakan banyak parameter ekologi perairan yang tidak sesuai untuk dijadikan lokasi budidaya rumput laut.Secara infastruktur perairan Ohoi Langgur dapat dijadikan lokasi budidaya rumput laut karena berjarak yang lumayan jauh dari pelabuhan Kota Tual, sehingga tidak terkena limbah industri atau minyak.