Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KELANGSUNGAN HIDUP BIBIT MANGROVE (Ceriops tagal) YANG DITANAM DENGAN MENGGUNAKAN KURUNGAN BAMBU Jenny Abidin; Idul La Muhamad; Ruwia Abdurasid; Dinsa Sohilau
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan mangrove memiliki peranan yang kompleks dalam ekosistem pesisir. Keberadaan ekosistem mangrove dapat menahan abrasi yang terjadi di pantai, daerah berkembang biak bagi beberapa spesies ikan (nursery ground) dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu upaya memperluas sebaran hutan mangrove dengan cara menyediakan bibit yang baik dan kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilan hidup bibit mangrove (Ceriops tagal) yang direhabilitasi dengan metode kurungan bambu di pesisir pantai Desa Walling-Spanciby, Kecamatan Banda. Stasiun penelitian untuk penanaman bibit mangrove terbagi menjadi 3 dengan tiap stasiun dipasang 5 kurungan. Masing masing kurungan terdapat 10 anakan mangrove dengan demikian total bibit untuk ketiga stasiun 150 anakan. Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup serta faktor kualitas air sebagai pendukung. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam table excel kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove yang dibudidayakan dengan system kurungan bambu adalah 84% pada stasiun A, 79% pada stasiun B dan 80% pada stasiun C. Kematian mangrove sebagian besar disebabkan oleh rusaknya pot bambu sebagai wadah budidaya yang membuat bibit mangrove yang ditanam tercabut dan hilang terbawa oleh ombak. Kualitas air yang ada di lokasi penelitian masih tergolong baik dengan nilai salinitas 32 ppt, suhu 290C, kecepatan arus 3,2 m/s dan pH 7.
PEMETAAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI OHOI LANGGUR KABUPATEN MALUKU TENGGARA Asriyanti Hasan; Jenny Abidin; Abdullah Saimima; Ruwia Abdurasid
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya wilayah pesisir Ohoi Langgur, memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk pengembangan budidaya rumput laut. Kondisi geografis berupa perairan pesisir yang relatif tenang, perairan dangkal, serta kualitas perairan yang masih tergolong baik menjadikan wilayah ini berpotensi sebagai sentra budidaya rumput laut. Namun demikian, pemanfaatan ruang perairan di Ohoi Langgur hingga saat ini belum didukung oleh data pemetaan kesesuaian lokasi yang komprehensif dan berbasis ilmiah. Akibatnya, kegiatan budidaya yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional dan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk Memetakan lokasi budidaya rumput laut yang tepat di Ohoi Langgur Kabupaten Maluku Tenggara. Sedangkan manfaat dari penelitian ini kepada Masyarakat Ohoi Langgur lebih mengetahui luas lahan budidaya rumput laut dan Dapat mengetahui lokasi-lokasi lahan budidaya yang cocok untuk membudidaya rumput laut. Daya dukung perairan Ohoi Langgur untuk budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dibagi menjadi tiga kriteria yakni tidak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Pada musim timur perairan Ohoi Langgur tidak dapat dijadikan tempat budidaya rumput laut dikarenakan banyak parameter ekologi perairan yang tidak sesuai untuk dijadikan lokasi budidaya rumput laut.Secara infastruktur perairan Ohoi Langgur dapat dijadikan lokasi budidaya rumput laut karena berjarak yang lumayan jauh dari pelabuhan Kota Tual, sehingga tidak terkena limbah industri atau minyak.
KOMPOSISI JENIS IKAN KARANG HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN PULAU HATTA KEPULAUAN BANDA Abdul Rahim Lestaluhu; Ruwia Abdurasid; Tjameria La Ima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan karang merupakan salah satu aktivitas perikanan penting bagi masyarakat pesisir di wilayah pulau kecil, termasuk Pulau Hatta di Kepulauan Banda. Ekosistem terumbu karang menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan karang bernilai ekonomi yang mendukung perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan komposisi jenis ikan karang hasil tangkapan nelayan di Perairan Pulau Hatta. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan nelayan, dilanjutkan dengan identifikasi jenis ikan berdasarkan nama lokal, nama ilmiah, dan famili ikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan komposisi jenis ikan karang dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan karang hasil tangkapan nelayan terdiri atas 11 famili, yaitu Lutjanidae, Serranidae, Carangidae, Lethrinidae, Mullidae, Haemulidae, Siganidae, Scaridae, Priacanthidae, Holocentridae, dan Kyphosidae. Famili Lutjanidae dan Serranidae merupakan kelompok ikan yang paling dominan dari total 44 spesies ikan karang yang teridentifikasi. Komposisi jenis tersebut mencerminkan karakteristik perikanan karang skala kecil yang bersifat multispesies dan berorientasi pada pemanfaatan ikan bernilai ekonomi. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting sebagai acuan awal dalam pengelolaan perikanan karang di wilayah pulau-pulau kecil.