Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Family Development Session Sebagai Program Anti-Kemiskinan di Desa Pungut Hilir? Kajian atas Efektivitas dan Kemandirian Yulia Annisa; Tamrin Kamal; Alkhendra Alkhendra
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2020.041-05

Abstract

This article tries doing to the correlation of program effectiveness through self-reliance for people who are to be a benefits program of cash conditional transfer. The research was used as a quantitative method by correlation of linear regression analysis. Data was collected by collecting of questionnaire process to respondents. The researcher takes respondents who are getting 11 persons with a simple random sampling technic. This study finds that empowerment has been implemented by the schedule and routine activities that it can increase 9,1% for the effectiveness of family development session action. Meanwhile, the family development session was implemented effectively that it was able to rise of advantages for their program in Pungut Hilir Village. The program as well as effectively has been increased for beneficiaries who are occurring of 70,1% self-reliance that is explained by other factors of 29,9% impact. In contrast, this program can be a rising of 70,1% self-reliance for beneficiaries but it is not maximalising for the terminate of anti-poverty. It becomes of dependency people who assist with programs from the government. Society cannot self-standing and less creativity for well-being in their life. This is an impact on people who are powerless and trapped in a culture of poverty that is the effect of hereditary. This condition will become of people who are higher than hanger to the assistance of the program.         Artikel ini mencoba untuk melakukan uji korelasi efektivitas program terhadap kemandirian keluarga penerima manfaat program keluarga harapan. Pengujian korelasi ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji regresi linier. Data dikumpulkan melalui proses penyebaran angket (kuesioner) kepada para responden. Peneliti membatasi responden yang hanya mengambil 11 orang dengan teknik simple random sampling. Studi ini menemukan bahwa pelaksanaan kegiatan pemberdayaan secara rutin dan terjadwal dapat meningkatkan efektivitas kegiatan family development session sebesar 9,1%. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan family development session secara efektif dapat meningkatkan keluarga penerima manfaat program di Desa Pungut Hilir. Adapun efektivitas program telah mengalami peningkatan kemandirian sebesar 70,1% dengan dijelaskan oleh  faktor sebesar 29,9%. Walaupun program tersebut dapat meningkatkan kemandirian namun upaya memberantas kemiskinan tidak berjalan maksimal. Hal ini menjadikan masyarakat ketergantungan dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Masyarakat menjadi tidak mandiri serta kehilangan kreatifitas dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Dampak yang terjadi menjadikan masyarakat tidak berdaya dan terjebak dalam budaya kemiskinan yang turun temurun. Kondisi ini menjadikan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bantuan yang semakin tinggi.
CARA KERJA COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM MENUMBUHKAN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Yulia Annisa; Wanda Fitri
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3586

Abstract

Secara umum community development dipahami sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat dalam mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik. Prinsip kerja konsep community development adalah masyarakat menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik karena mampu memanfaatkan  sumber daya yang tersedia di sekitar mereka. Program community development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local resource based), dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran capaian yaitu menumbuhkan potensi masyarakat dengan kapasitasnya sendiri. Kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment), kemanan (security), kesetaraan  (equity), keberlanjutan (sustainability), dan kerjasama (cooperation). Pada tahap pemberdayaan, anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi. Kelima upaya tersebut harus berjalan secara simultan. Masyarakat sebagai suatu sistem sosial yang besar yang di dalamnya berisikan unit-unit sosial yang kecil yang disebut kelompok/komunitas, maka dalam praktiknya pengembangan masyarakat sesungguhnya bukanlah kerja yang mudah. Oleh karenanya diperlukan upaya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi yang ada pada mereka sehingga menjadi sebuah masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Cara kerjanya tetap memperhatikan kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat kemudian mengembangkannya sehingga  terbentuk jaringan yang saling bersinergi. Dengan demikian pengorganisasian dan pengembangan masyarakat menjadi lebih penting.
PEMBERDAYAAN BERBASIS MASJID : BENTUK AKTUALISASI PEMBERDAYAAN DI MASJID NURUL HIKMAH KEMANTAN AGUNG, KERINCI-JAMBI Yulia - Annisa; Darusman Darusman
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v13i2.4409

Abstract

This article wants to examine the actualization of mosque-based empowerment activities as a transformation of the main function of the mosque into a center for community empowerment activities around the mosque. This is due to the lack of function of the mosque optimally by the local community because it is far from the resident environment. In the end, the management carried out a transformation by improving mosque institutions by optimizing the potential possessed by the community through mosque facilities in order to achieve a better life for the community around the mosque. The research method used is descriptive qualitative data collection through interview scripts, field notes, and other documentation. This study found that the forms of empowerment activities at the Nurul Hikmah mosque were actualized in the fields of religion, education and community service, economics, health (free treatment for the elderly), environmental conservation (toga gardens) and partnerships.
Da’wah in community development: Analysis of community development methods in the Al-Qur’an Achmad Ghozali; Yulia Annisa; Muhlasin Muhlasin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.12485

Abstract

Objective - The objective of this study focuses on analyzing the Qur'anic concept of empowerment methods to anticipate the negative impacts of modernization by grounding Islamic teachings through community empowerment with the concept of development that must be comprehensive, touching, and penetrating human identity.Method - The study method is carried out through a literature study, with content analysis techniques.Result - The results of this study analyzed 3 methods, they are 1) the al-Hikmah method a) through comparative (comparison), b) through proverbs (examples), c) through history (stories). 2) Method of Da'wah al-Mau'izhah al hasanah; a) Education and teaching, b) Guidance and counseling. c) uswahwa al-tathbiq (good example). 3) Da'wah al-Mujlah hiya ahsan method a) Deliberation of FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Participatory Learning and Action), or Participatory Learning and Practice Processes). c) Mubahalah (Farmers Field School) or Field School.Implication – This method suggests enriching insight and a comparison with empowerment theories discussed from the current concepts and improving the performance of Islamic community empowerment skills.Originality - The focus of this research produces an empowerment method that is not only limited to the aspect of material welfare but can build a whole person, from all material and spiritual aspects simultaneously.  ***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep Al-Qur'an metode pemberdayaan untuk mengantisipasi dampak negatif modernisasi dengan membumikan ajaran Islam melalui pemberdayaan masyarakat dengan konsep pembangunan yang harus komprehensif, menyentuh, dan menembus identitas manusia.Metode – Metode penelitian dilakukan melalui studi pustaka, dengan teknik analisis isi.Hasil - Hasil penelitian ini menganalisis 3 metode yaitu 1) metode al-Hikmah a) melalui komparatif (perbandingan), b) melalui peribahasa (contoh), c) melalui sejarah (cerita). 2) Metode Dakwah al-Mau'izhah al hasanah; a) Pendidikan dan pengajaran, b) Bimbingan dan konseling. c) uswahwa al-tathbiq (teladan yang baik). 3) Metode Dakwah al-Mujlah hiya ahsan a) Musyawarah FGD (Focus Group Discussion), b) Muzakarah (Pembelajaran dan Tindakan Partisipatif), atau Proses Pembelajaran dan Praktek Partisipatif). c) Mubahalah (Sekolah Lapangan Petani) atau Sekolah Lapang.Implikasi – Metode ini menyarankan pengayaan wawasan dan pembandingan dengan teori-teori pemberdayaan yang dibahas dari konsep-konsep yang ada dan peningkatan kinerja keterampilan pemberdayaan masyarakat Islam.Orisinalitas - Fokus penelitian ini menghasilkan suatu metode pemberdayaan yang tidak hanya terbatas pada aspek kesejahteraan material tetapi dapat membangun manusia seutuhnya, dari seluruh aspek material dan spiritual secara bersamaan.
PEMBERDAYAAN KPM PKH MELALUI KEGIATAN FAMILY DEVELOPMENT SESSION (FDS) Yulia - Annisa
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v7i2.16895

Abstract

Abstrak Kajian  ini berfokus untuk menjawab bagaimana efek kegiatan Family Development session (FDS) terhadap peningkatan kemampuan dan perubahan perilaku penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Studi dilakukan dengan MPA (Methodology Participatory Assesment) menggunakan pendekatan analisis deskriptif, melibatkan kelompok Family Development Seasion (FDS) Desa Pungut Hilir berjumlah 1 Kelompok dampingan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Hasil kajian ini menemukan bahwa keluarga penerima manfaat mengalami peningkatan kemampuan dari aspek kognitif, verbal dan perubahan perilakuKata kunci: Peningkatan Kemampuan, Perubahan Perilaku, PKM PKH, Family Development Session Abstract This study focuses on answering the effects of Family Development session (FDS) activities on capacity building and changes in behavior of beneficiaries of the Family Hope Program (PKH). The study was conducted using an MPA (Methodology Participatory Assessment) using a descriptive analysis approach, involving a Family Development Seasion (FDS) group in Pungut Hilir Village totaling 1 assisted group. Data collection was carried out through field observations, Focus Group Discussions (FGD) and documentation. The results of this study found that beneficiary families experienced increased abilities in terms of cognitive, verbal and behavioral changes. Keywords: Capacity Building, Behavior Change, PKM PKH, Family Development Session
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM PENYALURAN ZAKAT OLEH BAZNAS KABUPATEN SIAK Azwar Azwar; Yulia Annisa
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2023): Volume 10, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v10i1.5935

Abstract

Masih ada angka kemiskinan di Kabupaten Siak sedangkan penghimpunan dana zakat selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program – program pemberdayaan masyarakat miskin melalui program penyaluran dana zakat oleh Baznas Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumen, laporan, brosur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana zakat dalam hal mengentaskan kemiskinan dilakukan oleh Baznas Siak melalui program Siak Sejahtera, Siak Cerdas, Siak Dakwah, Siak Peduli dan Siak Sehat. Program -program tersebut telah dilaksanakan dengan efektif oleh Baznas Kabupaten Siak. Program diawali dengan memberikan bantuan modal usaha dan pelatihan kepada masyarakat miskin melalui program siak sejahterah, tahapan kedua adalah pembinaan akhlak masyarakat miskin melalui program siak dakwah, tahapan ketiga adalah memberikan bantuan biaya Pendidikan kepada masyarakat miskin melalui program siak cerdas, tahapan keempat memberikan batuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat miskin seperti beras dan bantuan sosial lainnya melalui program siak peduli, tahapan yang kelima memberikan bantuan dibidang Kesehatan melalui program siak sehat.Program-program yang dilaksanakan telah mampu menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Siak. Namun terhadap program yang diberikan diperlu ditingkatkan pengawasannya
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DI DESA PULAU GADANG: EVALUASI DAMPAK PENINGKATAN KESADARAN TEKNOLOGI Darusman Darusman; Yulia Annisa; Rahmat Hidayat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38057

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, namun kesenjangan dalam literasi digital tetap menjadi tantangan utama di masyarakat Desa Pulau Gadang. Pelatihan literasi digital dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan efektif. Kegiatan ini difokuskan pada lima pilar literasi digital: keamanan digital, budaya digital, keterampilan digital, etika digital, dan hak digital. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan interaktif, termasuk ceramah, diskusi, studi kasus, dan evaluasi pasca pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang keamanan data, pemanfaatan aplikasi digital, dan etika digital. Selain itu, pelatihan mendorong perubahan perilaku digital yang lebih bertanggung jawab dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi. Evaluasi menunjukkan mayoritas peserta memiliki tingkat keterampilan digital sedang, sementara sebagian kecil menunjukkan tingkat rendah dan tinggi. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan literasi digital masyarakat, mendukung transformasi menuju desa pintar, dan menciptakan lingkungan digital yang lebih inklusif.
INOVASI PRODUK LOKAL: PELATIHAN KERIPIK GEDEBOG PISANG UNTUK PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Yulia Annisa; Darusman Darusman; Abdul Rohim Ghofar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47030

Abstract

Pemanfaatan potensi lokal dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan keluarga. Di Kelurahan Simpang Baru, Kota Pekanbaru, limbah batang pisang (gedebog) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal ternyata memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan jika diolah menjadi produk makanan ringan, seperti keripik gedebog pisang. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah limbah lokal menjadi produk bernilai jual, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi dan rencana keberlanjutan. Selain pelatihan teknis pembuatan keripik, kegiatan juga mencakup edukasi tentang pengemasan, pemasaran sederhana, dan pengelolaan usaha kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta dapat menambah  pengetahuan, keterampilan teknis, serta kepercayaan diri untuk memulai usaha rumahan secara mandiri maupun berkelompok. Antusiasme peserta juga terlihat dari rencana lanjutan untuk memproduksi keripik secara kolektif dan menjalin kerja sama dengan pelaku usaha lokal. Pengabdian ini juga mendorong munculnya kesadaran akan pentingnya inovasi produk berbasis sumber daya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara partisipatif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan memberdayakan peran perempuan dalam pembangunan. Oleh karena itu, hasil ini penting untuk dijadikan model replikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.