Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA KELAYAKAN AIR DI KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN ALAT UKUR TDS DAN PH METER BERBASIS MIKROKONTROLLER Dzulkiflih Dzulkiflih; Imam Sya’roni; Meta Yanti Dewi; Rohim Aminullah Firdaus; Muhhimatul Khoiro
JURNAL PENA SAINS Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pena Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jps.v9i2.16931

Abstract

Kualitas air di Daerah Metroplotian sangatlah penting untuk diteliti karena menyangkut kelayakan dan informasi terkait penggolongan air menggunakan alat berbasis teknologi. Maka perlu diadakan sebuah kelayakan atau penelitian dalam hal ini tentang kandungan pH dan TDS yang terkandung dalam air tersebut, Di mana pH tersebut mengetahui tingkat keasaman atau basa air yang dikonsumsi itu semua tergantung pada mereka, sehingga secara tidak langsung mengkonsumsi air dengan mengetahui pH air akan memberikan informasi mengenai potensi kontaminasi, karena itu menguji pH air bisa menjadi tindakan pencegahan untuk kesehatan masyarakat. Disamping kita mengetahui pH maka kita harus mengetahu tingkat kualitas air dengan TDS air – yang mana air merupakan molekul yang paling banyak ada di alam dan sebagai sumber utama kehidupan, bahkan tubuh manusia itu sendiri. Dimana TDS (Total Dissolved solid) merupakan ukuran Zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic ) yang mana TDS merupakan gambaran zat terlarut dalam Part Per Million (PPM). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan data kuantitatif melalui pengambilan sampel di 14 titik se-Kabupaten Sidoarjo. Dari hasil pengujian alat ukur pengukuran TDS dan pH meter didapatkan nilai kalibrasi dari air minum baku dibawah 300 ppm sedangkan untuk air normal dibawah 500 ppm. Untuk batasan maksimal air bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dibawah 1000 ppm. 14 titik Sampel yang telah diukur, dapat disimpulkan bahwa Daerah Sedati merupakan Daerah dengan nilai ppm terbaik untuk konsumsi rumah tangga. Namun harus diolah terlebih dahulu dalam pengkonsumsiannya dikarenakan diatas 300 ppm. Sedangkan untuk 13 titik sampel daerah selain Sedati tergolong mengandung logam dan bahan-bahan campuran dalam air. Sehingga dibutuhkan pengolahan lebih lama lagi untuk bisa dikonsumsi.
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA pada Materi Suhu dan Kalor Melalui Tes Kontekstual Putri Maharani Pertiwi; Oka Saputra; Imam Sya’roni; Hanandita Veda Saphira
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rtnhz028

Abstract

This study aims to analyze the profile of high school students’ critical thinking skills on temperature and heat topics through contextual tests integrating real-life phenomena into scientific reasoning. This research employed a quantitative descriptive approach involving 36 twelfth-grade students at SMA Negeri 9 Surabaya. Data were collected using critical thinking tests based on Ennis’s five indicators, supported by non-test questionnaires and teacher interviews. The findings revealed that students’ critical thinking skills were still categorized as low, with indicator achievement ranging from 46.4% to 59.0%. The inference indicator obtained the lowest score, while strategy and tactics showed the highest score. The novelty of this study lies in the in-depth analysis of each Ennis critical thinking indicator specifically applied to temperature and heat materials in real-world contexts. These findings highlight the need for developing contextual interactive learning media to stimulate higher-order thinking skills and improve students’ critical thinking abilities.