Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Duta Pharma Journal

DAYA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) TERHADAP KELINCI Hastuti, Siwi; Parmadi, Anom; Pratama, Bangkit Ary
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4915

Abstract

Daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) selain sebagai bahan makanan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyembuhan berbagai macam penyakit seperti radang kulit bernanah, bisul, berak darah, tersiram air panas, gatal-gatal, diare,dan pembalut luka baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya penyembuhan luka sayat ekstrak etil asetat daun ubi jalar terhadap kelinci. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak etil asetat secara maserasi. Uji farmakologi dilakukan terhadap hewan uji kelinci yang dikenai luka sayat pada punggungnya dan diberi perlakuan kontrol positif (betadine), kontrol negatif (minyak kelapa), dan ekstrak etil asetat daun ubi jalar dengan konsentrasi 40%, 20% dan 10%. Hasil pengukuran panjang luka sayat selama tujuh digunakan untuk menganalisis nilai AUC dan persentase daya penyembuhan luka sayat. Selanjutnya dianalisis statistik dengan uji one way anova. Hasil uji farmakologi ekstrak etil asetat daun ubi jalar konsentrasi 40%, 20% dan 10% berturut-turut memiliki daya penyembuhan luka (13,74 ± 0,02)%, (11,97 ± 0,04)% dan (5,95 ± 0,16)% sedangkan kontrol positif memiliki daya penyembuhan luka sayat sebesar 15,2± 0,04)%. Ekstrak etil asetat daun ubi jalar memiliki potensi sebagai obat bahan alam untuk penyembuhan luka sayat.
DAYA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) TERHADAP KELINCI Hastuti, Siwi; Parmadi, Anom; Pratama, Bangkit Ary
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4915

Abstract

Daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) selain sebagai bahan makanan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyembuhan berbagai macam penyakit seperti radang kulit bernanah, bisul, berak darah, tersiram air panas, gatal-gatal, diare,dan pembalut luka baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya penyembuhan luka sayat ekstrak etil asetat daun ubi jalar terhadap kelinci. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak etil asetat secara maserasi. Uji farmakologi dilakukan terhadap hewan uji kelinci yang dikenai luka sayat pada punggungnya dan diberi perlakuan kontrol positif (betadine), kontrol negatif (minyak kelapa), dan ekstrak etil asetat daun ubi jalar dengan konsentrasi 40%, 20% dan 10%. Hasil pengukuran panjang luka sayat selama tujuh digunakan untuk menganalisis nilai AUC dan persentase daya penyembuhan luka sayat. Selanjutnya dianalisis statistik dengan uji one way anova. Hasil uji farmakologi ekstrak etil asetat daun ubi jalar konsentrasi 40%, 20% dan 10% berturut-turut memiliki daya penyembuhan luka (13,74 ± 0,02)%, (11,97 ± 0,04)% dan (5,95 ± 0,16)% sedangkan kontrol positif memiliki daya penyembuhan luka sayat sebesar 15,2± 0,04)%. Ekstrak etil asetat daun ubi jalar memiliki potensi sebagai obat bahan alam untuk penyembuhan luka sayat.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK EKSTRAK ETANOL DAUN JATI (Tectona grandis L.,f.) PADA SEDIAAN LIP BALM Parmadi, Anom; Hastuti, Siwi; Ary Pratama, Bangkit
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/a8m5dy13

Abstract

Latar Belakang: Bahan alam banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik, salah satunya daun jati yang mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, alkaloid, tanin, dan pigmen antosianin. Antosianin berperan sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan lip balm. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh ekstrak daun jati sebagai sumber zat warna antosianin serta mengevaluasi karakteristik fisik dan preferensi panelis terhadap sediaan lip balm yang diformulasikan dengan variasi basis. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental. Ekstraksi daun jati dilakukan melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, menghasilkan rendemen sebesar 14,47% b/b. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi lip balm dengan variasi basis, kemudian diuji sifat fisiknya meliputi homogenitas, bentuk, warna, aroma, pH, daya lekat, dan daya sebar. Evaluasi preferensi dilakukan menggunakan uji hedonik. Analisis statistik pada daya lekat dan daya sebar menggunakan uji ANOVA. Hasil: Sediaan lip balm yang dihasilkan memiliki bentuk semi padat, homogen, berwarna oranye, beraroma aromatik, pH rata-rata 5, dan tidak menyebabkan iritasi. Uji preferensi menunjukkan bahwa Formula 2 merupakan yang paling disukai panelis. Uji statistik menunjukkan bahwa variasi basis memberikan pengaruh signifikan terhadap daya lekat (p = 0,001 < 0,05) dan daya sebar (p = 0,000 < 0,05). Formula 2 dengan komposisi basis cera flava 5% dan lanolin 50% memenuhi seluruh parameter evaluasi fisik dan memiliki tingkat penerimaan panelis tertinggi. Kesimpulan: Ekstrak daun jati dapat digunakan sebagai sumber zat warna antosianin untuk sediaan lip balm. Formula 2 merupakan formula terbaik berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik dan preferensi panelis.