Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN GURU DALAM MEMBUAT E-MODUL BERBASIS ANDROID BERBANTUAN SIGIL DI SMK AL MUSTAQIM Andri Setiyawan; Hendrix Noviyanto Firmansyah; Febri Budi Darsono; Muhammad Khumaedi; Muhammad Nur Faizin; Sanli Faksi; Doni Yusuf F
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul merupakan perangkat penting untuk guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Di era pembelajaran pasca pandemi kebutuhan akan e-modul meningkat. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada guru dalam membuat e-modul berbasis android. Metode yang digunakan adalah implementasi dan pendampingan secara langsung di lapangan dengan memberikan pelatihan kepada guru. Pengabdian kepada masyarakat ini melalui kegiatan pelatihan guru dalam membuat e-modul berbasis Android berbantuan Sigil di SMK Al Mustaqim memberikan pengalaman kepada guru untuk membuat e-modul yang lebih menarik untuk siswa. Guru sangat antusias dalam pelatihan membuat e-modul yang dapat memuat text, audio, video, dan animasi gif untuk menunjang materi pembelajaran.
Pengaruh Variasi Fraksi Massa Komposit Hibrid Serat Goni/E-Glass Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Bending Indra Maulana; Hendrix Noviyanto Firmansyah; Shafira Nur Permata; Muhammad Irfa Nurul Islam
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.12662

Abstract

Material komposit menjadi pilihan utama dalam berbagai sektor industri karena keunggulannya yang ringan, tahan korosi, dan memiliki kekuatan mekanik tinggi dibanding logam konvensional. Salah satu pengembangan komposit adalah pemanfaatan serat alami dan serat sintetis dalam pembuatan komposit hibrid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi massa komposit hibrid serat goni/e-glass terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending. Spesimen dibuat menggunakan metode hand lay up dengan variasi fraksi massa serat goni/e-glass yaitu A (19%:11%), B (12%:18%), C (15%:15%), dan D (23%:7%). Uji tarik dan bending dilakukan masing-masing sesuai standar ASTM D638 dan D790. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa spesimen B memiliki nilai tegangan tarik dan modulus elastisitas tertinggi sebesar 117,199 MPa dan 3881,312 MPa, namun memiliki regangan tarik yang lebih rendah yang menandakan sifat material tersebut lebih getas. Sementara itu, hasil uji bending menunjukkan bahwa spesimen A menghasilkan tegangan bending dan modulus elastisitas bending tertinggi sebesar 41,106 MPa dan 689,987 MPa. Analisis makro mengungkapkan adanya kegagalan delaminasi, fiber breaking, void, dan deformasi pada patahan spesimen. Semua spesimen telah memenuhi standar minimal kekuatan tarik untuk bahan outer helm SNI. Secara keseluruhan, komposisi fraksi massa serat dan penempatan susunan serat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik komposit hibrid ini.
ANALISIS DISTRIBUSI SUHU DAN ALIRAN UDARA GREENHOUSE SATU BENTANG MENGGUNAKAN CFD Octavia Monika; Hendrix Noviyanto Firmansyah
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 11, No 2 (2025): Oktober
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v11i2.13098

Abstract

Perubahan iklim mendorong pengembangan teknologi pertanian yang lebih adaptif, salah satunya melalui penggunaan greenhouse. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan desain ventilasi pada greenhouse satu bentang untuk meningkatkan distribusi suhu dan aliran udara. Tiga skenario ventilasi (U1, U2, dan U3) disimulasikan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD), dengan tanaman dimodelkan sebagai media berpori untuk mendekati kondisi nyata. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi ventilasi sangat memengaruhi kinerja termal dan sirkulasi udara di dalam greenhouse. Desain U1, yang mengandalkan kipas dan ventilasi samping, menghasilkan suhu rata-rata 31,95 °C dan kecepatan udara 0,38 m/s. Desain U2, dengan ventilasi tidak simetris serta bukaan tambahan, menunjukkan suhu 30,37 °C dan kecepatan 0,33 m/s. Desain U3, yang sepenuhnya mengandalkan ventilasi alami dari dinding samping, memberikan performa terbaik dengan suhu terendah sebesar 30,12 °C dan kecepatan udara tertinggi 1,09 m/s. Dibandingkan desain awal, desain U3 menunjukkan penurunan suhu sebesar 5,8% dan peningkatan kecepatan udara hingga 186%. Aliran udara pada U3 juga terdistribusi lebih merata. Validasi hasil menunjukkan bahwa error antar mesh pada ketiga desain berada di bawah 1% (masing-masing 0,779%, 0,294%, dan 0,007%), jauh di bawah ambang batas 5% untuk mesh independence. Hasil ini menegaskan bahwa ventilasi alami dengan bukaan penuh dapat menjadi strategi pasif yang efektif untuk meningkatkan efisiensi pendinginan tanpa ketergantungan pada ventilasi mekanis.