Andika Indrayana, Andika
Dosen Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pengabdian Seni

Strategi Branding Community Desa Wisata Giriasih Gunungkidul Sebagai Destinasi Ekowisata dan Budaya Indrayana, Andika; Febriyantoko, Danang; Pradita Putra, Trisna
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.14081

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat strategi branding community di desa wisata Giriasih, Gunungkidul Yogyakarta agar dapat menjadi destinasi wisata berbasis ekowisata dan budaya. Kegiatan ini penting untuk dilakukan karena masyarakat Desa Giriasih memiliki keinginan, semangat, dan berbagai potensi wisata baik alam maupun produk, namun belum memiliki perencanaan yang baik, sistematis, dan minimnya teknologi penunjang produksi. Pengembangan destinasi ekowisata dan budaya terdiri dari tiga agenda utama: (1) mengajak masyarakat untuk mengidentifikasi potensi wisata di wilayah dan membuat perencanaan branding baik tempat dan media, (2) mengolah potensi alam yang ada menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dengan menggunakan teknologi tepat guna, (3) meningkatkan produktivitas UMKM sebagai support system desa wisata. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif warga Desa Giriasih, khususnya pengelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha perajin UMKM, dalam pelaksanaannya program ini menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), yaitu pendekatan partisipasi aktif warga dalam proses disimilasi informasi yang dilakukan dari tahap awal berupa persiapan hingga tahap akhir berupa evaluasi kegiatan yang bermuara penerima manfaat bagi masyarakat. This program aims to create a community branding strategy in Giriasih tourism village, Gunungkidul, Yogyakarta, enhancing its future role as ecotourism and cultural destination. It is highly essential to conduct this program since Giriasih community are eager and enthusiastic about their varied tourism potentials, including nature and local products. However, they have not organized proper and systematic planning yet. Besides, they are still minimally exposed to more advanced production technology. The development of ecotourism and cultural destination in this village consists of three main agendas: (1) inviting the community to identify tourism potentials and make branding plans for both places and media, (2) Processing existing natural potential into products resulting economic value using appropriate technology, (3) Increasing the productivity of MSMEs as a support system for the tourist village. The method used in this community service program involved active participation of Giriasih villagers, especially the members of tourism village management (POKDARWIS) and MSME craftsmen. The authors implemented the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, an approach to active participation of residents in the information dissimilation process carried out from the initial stage (preparation) to the final stage (evaluation) of activities that benefit the society. 
Mewujudkan Lansia Tangguh melalui Workshop Ecopounding di Kelurahan Purbayan, Kotagede Danang Febriyantoko; Andika Indrayana; Raden Ajeng Galuh Sekartaji
Jurnal Pengabdian Seni Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v6i2.17575

Abstract

Indonesia telah memasuki era populasi menua ditandai dengan meningkatnya persentase penduduk lanjut usia (lansia) dari total populasi dan diprediksi akan terus bertambah. Sebagai provinsi dengan jumlah lansia terbanyak dari skala nasional, Pemerintah Kota Yogyakarta membutuhkan upaya untuk mewujudkan lansia yang sehat dan bahagia. Program lansia tangguh merupakan program yang ditujukan untuk menciptakan komunitas lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, namun juga sejahtera secara psikologis dan sosial. Workshop ecopounding merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mewujudkan lansia tangguh melalui kegiatan berkesenian, bekerja sama dengan komunitas Sekolah Lansia Delima 123 Kampung Gedongan, Sekolah Lansia Maharani Kampung Basen, dan Sekolah Lansia Delima 10 Kampung Alun-Alun. Peserta workshop merupakan peserta sekolah lansia, setiap sekolah diwakili oleh 20 peserta. Kegiatan kreasi ecopounding untuk lansia berdampak langsung pada perwujudan 7 dimensi lansia tangguh. Program penyuluhan seni melalui workshop ecopounding ini bertujuan memberikan edukasi seni, meningkatkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial di kalangan lansia Kelurahan Purbayan, Kotagede.   Kegiatan berkesenirupaan melalui workshop ecopounding untuk lansia dapat menjadi suatu pendekatan untuk kegiatan sekolah lansia yang menyenangkan, bebas berekspresi, bahkan dapat meningkatkan produktivitas lansia. Indonesia has entered an era of aging population characterized by a growing proportion of elderly people,  a trend projected to continue. As the province with the largest number of elderly people in Indonesia, Yogyakarta requires efforts to promote healthy and active aging. The resilient elderly program aims to foster physical, and social well-being among older adults. The ecopounding workshop is the strategic way to empower resilient elderly people through artistic activities. The authors collaborated with the Delima 123 elderly school community in Gedongan village, Maharani elderly school in Basen village and Delima 10 elderly school in Alun-Alun village. Workshop participants are elderly school participants, each school is represented by 20 participants. Through ecopounding creative activities for the elderly, 7 dimensions of resilient elderly people are positively affected. The arts outreach program through this ecopounding workshop aims to provide art education, improve skills, and strengthen social relationships among the elderly in Purbayan village, Kotagede. Arts activities through ecopounding workshops for the elderly can be an approach to school activities for the elderly that are fun, free to express themselves, and can even increase the productivity of the elderly themselves