Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA SEKTOR PUBLIK DALAM PELAYANAN DI ERA DIGITAL Frinda Novita; Roli Sambuardi; M. Taufiq Razali; Kasirul Fadli; Haryati; Winda Sari Seriwahyuni
KEMUNTING Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Kemunting
Publisher : PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA. UNIVERSITAS KARIMUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0506/jkg.v3i2.644

Abstract

Penelitian ini berawal dari Keterpaduan MSDM sektor publik dapat dilihat dari konstruksi model yang terdiri dari berbagai komponen baik yang bersifat konseptual maupun praktikal. . Di era digital, ada kemampuan dasar yang diperlukan dan sangat mendukung terciptanya SDM sektor publik yang baik yaitu kemampuan berkomunkasi dan mampu menggunakan aplikasi internet yang semakin canggih. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan dapat menjawab tantangan, kebutuhan bukan hanya masyarakat tapi juga bagi aparat pelayanan publik itu sendiri. Dengan komunikasi yang baik maka berbagai sekat dan problem yang menjadi tantangan bagi pelayan publik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara Indonesia dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis primer dan sekunder yang diperoleh dari Observasi, Wawancara, dan Pengalaman langsung. Adapun fokus dari penelitian adalah bagaimana memberikan gambaran yang nyata mengenai bagaimana keadaan dilapangan dan mengumpulkan informasi mengenai Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik Dalam Pelayanan Di Era Digital. Hasil data penelitian yang dapat dianalisis secara kualitatif, dari peninjauan data dikumpulkan dan didukung oleh hasil wawancara, mengunakan teori oleh Trumbull & Watson dan Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Akibat perubahan cepat berbasis Internet tersebut maka didalam masarakat terjadi destruktive. Karena perubahan cepat itu disebabkan karena teknologi dari Innovasi berpikir manusia yang semakin maju maka itulah yang disebut Destructif innovasi. Perubahan yang cepat didalam masyarakat akibat perkembangan Teknologi berbasis internet, melahirkan jaman revolusi Industri.
Analisis Kebijakan Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun Azmi Azmi; Roli Sambuardi; Frinda Novita; M. Taufiq Razali; Deska Zulkarnain
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10273

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus mengembangkan berbagai kebijakan pemberdayaan UMKM sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan pemberdayaan UMKM dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM dan pihak terkait, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai implementasi kebijakan pemberdayaan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemberdayaan yang meliputi bantuan permodalan, pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, serta dukungan pemasaran telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas usaha, perluasan peluang pasar, dan peningkatan pendapatan pelaku UMKM maupun masyarakat sekitar. Meskipun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan yang berkelanjutan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran, serta belum optimalnya jejaring kemitraan usaha. Dengan demikian, kebijakan pemberdayaan UMKM dapat dinilai cukup efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan pendapatan masyarakat. Namun, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemberdayaan UMKM mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih optimal.