Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Pengaturan Pola Makan pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Walantaka Tunjung Tri Agita; Anisa Catur Wijayanti
Indonesian Journal of Health Community Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v3i2.2310

Abstract

Hypertension is a silent killer disease. Most people with hypertension are not aware of this problem because it has no symptoms and is only known after complications arise. Regulating a healthy diet as an effort to control blood pressure can be applied by people with hypertension. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge and attitudes toward dietary regulation in patients with hypertension in the working area of the Walantaka Public Health Center. This type of research is an analytic observational with a cross-sectional study design. The study population of this research is patients with hypertension in the working area of ??Walantaka Public Health Center. The research sample was 144 respondents taken by using the purposive sampling technique. The data was collected by online questionnaires and interviews using a questionnaire guide. The data was analyzed using Chi-square test. The results showed that there was no relationship between the level of knowledge (p= 0,676) and attitude (p= 0,513) with dietary regulation in patients with hypertension in the working area of ??the Walantaka Public Health Center. Researchers suggest that patients with hypertension can increase their knowledge about hypertension control, especially diet regulation through health education held by health workers, books, mass media, or the internet.
Uang Saku Harian Sebagai Penentu Status Gizi Siswa Di SMKN 16 Pandeglang Yania Febsi; Nisri Ina Zahrah; Ade Salma YR; Defi Selvianita; Qonita; Tunjung Tri Agita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.2659

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai permasalahan kesehatan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Kalangan remaja masih termasuk kedalam sorotan utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Data WHO (2024) menyatakan prevalensi overweight dan obesitas pada anak dan remaja di seluruh dunia, meningkat dari 8% (1990) menjadi 20% (2022). Uang saku berperan dalam penentu status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara uang saku dan status gizi siswa SMKN 16 Pandeglang. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden, dipilih dengan menggunakan Teknik total sampling dengan uji CHI-SQUARE. Hasil penelitian menyatakan adanya hubungan positif yang signifikan antara uang saku dengan status gizi siswa. Ditunjukkan dengan nilai p < 0,05. Yaitu p = 0,000. Hasil uji ini mengindikasikan bahwa uang saku memiliki hubungan positif yang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan status gizi.
KAITAN RIWAYAT PUBERTAS DAN PENGETAHUAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Ade Salma Yunia Rachmah; Yania Febsi; Nisri Ina Zahrah; Qonita Qonita; Defi Selvianita; Tunjung Tri Agita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57427

Abstract

Periode remaja setelah pubertas dimulai merupakan fase penting dalam siklus kehidupan karena status gizi pada masa ini mencerminkan hasil pertumbuhan sebelumnya sekaligus berperan dalam menentukan risiko kesehatan jangka panjang. Namun, status gizi remaja di Indonesia masih belum optimal, sementara penelitian yang mengkaji keterkaitan riwayat pubertas dan pengetahuan gizi pada remaja sekolah menengah kejuruan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dengan status gizi remaja di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Pandeglang. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan seluruh murid kelas 10 hingga 11. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh 29 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Riwayat usia pubertas dan pengetahuan gizi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi dinilai menggunakan indikator indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U) berdasarkan standar WHO. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara usia pubertas dan IMT/U (r = −0,580; p = 0,001), sementara usia pubertas tidak berhubungan signifikan dengan TB/U. Pengetahuan gizi juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan IMT/U maupun TB/U. Kesimpulannya, riwayat usia pubertas merupakan faktor personal yang berasosiasi dengan variasi status gizi remaja setelah mulai pubertas, khususnya IMT/U, sedangkan pengetahuan gizi belum tentu tercermin langsung pada status gizi remaja SMK.
Peningkatan Kesadaran Remaja dalam Mencegah Kenakalan Remaja melalui Edukasi Karakter di SMKN 1 Ciruas, Kabupaten Serang Riki Ukhtul Fitri; Rachmad Aprilio; Ade Komariah; Nova Listya Wahaningtyas; Tunjung Tri Agita; Sofi Lestari; Delshady Syamsul Maarief
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.801

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah dan masyarakat, dengan dampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan akademik remaja. Kurangnya pemahaman mengenai nilai-nilai karakter serta pengaruh lingkungan pergaulan menjadi faktor utama munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kenakalan remaja melalui edukasi karakter di SMKN 1 Ciruas Kabupaten Serang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, dilanjutkan pemberian materi mengenai bentuk, faktor penyebab, dan dampak kenakalan remaja, serta strategi pencegahan melalui pendidikan karakter, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa setelah edukasi diberikan. Skor rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 62,5 (pre-test) menjadi 85,3 (post-test), atau naik sekitar 36,5%. Dari total 300 peserta, sebanyak 255 peserta (85%) mengalami peningkatan skor pemahaman, dengan kategori baik–sangat baik meningkat dari 30% menjadi 82,5% peserta. Siswa menjadi lebih memahami pentingnya nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kontrol diri, serta menunjukkan antusiasme tinggi dan keaktifan dalam sesi diskusi. Kesimpulannya, edukasi karakter terbukti efektif meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kenakalan remaja. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berperilaku positif.
Peningkatan Kesadaran Remaja dalam Mencegah Kenakalan Remaja melalui Edukasi Karakter di SMKN 1 Ciruas, Kabupaten Serang Riki Ukhtul Fitri; Rachmad Aprilio; Ade Komariah; Nova Listya Wahaningtyas; Tunjung Tri Agita; Sofi Lestari; Delshady Syamsul Maarief
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.801

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah dan masyarakat, dengan dampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan akademik remaja. Kurangnya pemahaman mengenai nilai-nilai karakter serta pengaruh lingkungan pergaulan menjadi faktor utama munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kenakalan remaja melalui edukasi karakter di SMKN 1 Ciruas Kabupaten Serang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, dilanjutkan pemberian materi mengenai bentuk, faktor penyebab, dan dampak kenakalan remaja, serta strategi pencegahan melalui pendidikan karakter, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa setelah edukasi diberikan. Skor rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 62,5 (pre-test) menjadi 85,3 (post-test), atau naik sekitar 36,5%. Dari total 300 peserta, sebanyak 255 peserta (85%) mengalami peningkatan skor pemahaman, dengan kategori baik–sangat baik meningkat dari 30% menjadi 82,5% peserta. Siswa menjadi lebih memahami pentingnya nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kontrol diri, serta menunjukkan antusiasme tinggi dan keaktifan dalam sesi diskusi. Kesimpulannya, edukasi karakter terbukti efektif meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah kenakalan remaja. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berperilaku positif.