Wahyudi Wahyudi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Masyarakat Indonesia Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Dyva Patricia Siahaan; Delfriana Ayu Astuty; Sahrul; Wahyudi Wahyudi; Nadya Ulfa Tanjung
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2574

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian diabetes melitus pada masyarakat Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif analisis melalui data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian berjumlah 624.457 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square , dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ( p =0,000; PR = 9,603; 95% CI: 9,133–10,096), jenis kelamin ( p =0,000; PR = 1,365; 95% CI: 1,319–1,412), pendidikan ( p =0,012; PR = 1,044; 95% CI: 1,010–1,080), konsumsi makanan manis ( p =0,000; PR = 0,489; 95% CI: 0,469–0,511), status gizi ( p =0,000; PR = 1,474; 95% CI: 1,421–1,529), dan hipertensi ( p =0,000; PR = 7,082; 95% CI: 6,835–7,338) dengan kejadian diabetes melitus. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus adalah usia ( p =0,000; OR = 7,712; 95% CI: 7,322–8,123). Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini diabetes melitus, terutama pada kelompok usia ≥45 tahun.