Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik menggunakan data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian berjumlah 35.067 responden usia ≥18 tahun yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan prevalence ratio, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan proporsi hipertensi sebesar 28,7%. Terdapat hubungan antara usia (p<0,001; PR=2,232; 95% CI=2,155–2,311), pendidikan (p<0,001; PR=1,326; 95% CI=1,282–1,371), konsumsi natrium (p=0,001; PR=0,912; 95% CI=0,882–0,943), aktivitas fisik (p<0,001; PR=1,147; 95% CI=1,109–1,187), dan obesitas sentral (p<0,001; PR=1,397; 95% CI=1,351–1,445) dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,320; PR = 1,017; 95% CI: 0,984–1,051), dan merokok (p=0,539; PR=1,012; 95% CI=0,975–1,050) dengan kejadian hipertensi. Faktor paling dominan terhadap kejadian hipertensi adalah usia (OR=2,880; 95% CI=2,740–3,028). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia, pendidikan, konsumsi natrium, aktivitas fisik, dan obesitas sentral berhubungan dengan kejadian hipertensi di Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, dengan usia sebagai faktor paling dominan.