Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KARAKTERISTIK PAVING BERONGGA MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KALI BULAT BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN Rifqi, Mirza Ghulam; Amin, M. Shofi’ul; Lesmana, Yuris Indra
Potensi : Jurnal Sipil Politeknik Vol 20, No 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan sebagai perkerasan jalan, karena memiliki keandalan dalam hal kekuatan, keawetan serta kemudahan pemasangannya. Oleh karena itu, denganperkembangan teknologi sekarang ini, dilakukan usaha untuk meningkatkan kinerja paving menjadi lebih efektif dan efisien sebagai bahan perkerasan jalan yaitu dengan cara membuat paving berongga yang memungkinkan aliran permukaan untuk infiltrasi ke dalam tanah.Penelitian dilakukan menggunakan metode experimen yaitu mengganti agregat halus dengan agregat kasar pada paving normal. Agregat batu kali bulat yang dipakai yaitu ukuran 5-10 mm dan 10-20 mm. Setelah diketahui proposi yang tepat maka akan diuji dengan variasi perbandingan 1PC:4KR dan 1PC:6KR. Kemudian akan diuji kuat tekan,porositas dan permeabilitas dengan mengunakan metode constant head water permeability test.Hasil pengujian karakteristik paving berongga dapat berpenggaruh pada nilai karakteristik meliputi nilai beratjenis, porositas, permeabilitas dan kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 2,146-2,206 gr/cm3 untuk berat jenis, 16,44-17,11 % untuk porositas, 1,53-2,60 cm/s untuk permeabilitas dan untuk kuat tekan pavingberongga sebesar 4,40-7,87 MPa, dari hasil pengujian didapatkan nilai permeabilitas dan kuat tekan yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan SNI 03-0691-1996 dan ACI 522R-10 yaitu nilai permeabilitas 1,14-1,22 cm/s dan nilai kuat tekan <8,5 MPa, dikarenakan paving berongga dengan penggunaan material batu kali bulat memiliki nilai rongga yang besar sehingga paving berongga berpengaruh terhadap nilai permeabilitas dan kuat tekan, semakin besar nilai permeabilitas pada paving berongga memiliki nilai kuat tekan semakin rendah, maka paving berongga menggunakan material batu kali bulat tidak dapat digunakan karena tidak sesuai yang disyaratkan SNI 03-0691-1996 [1].
Study of the Effect of Different Concrete Treatment Methods on Concrete Compressive Strength Irawan Irawan saputra; Mirza Ghulam Rifqi; M. Shofi’ul Amin
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 1 No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v1i1.22

Abstract

The process of bonding cement with water in the manufacture of concrete will cause side effects of rising temperature in concrete commonly called the hydration process. Heat hydration is too high can result in cracks in the concrete, therefore the need to do concrete maintenance work that serves to maintain the stability and availability of water in the concrete during the hydration process. The study uses cylinder-shaped test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. There are 36 test objects and three types of treatments to be used in the study, i.e. soaking treatment, treatment wrapped with a plastic sheet, and curing compound treatment. Strong press testing is done at the age of 7, 14, and 28 days. Results of the study showed strong press pressing age 7 days concrete type with soaking treatment, treatment wrapped with a plastic sheet, and a consecutive curing compound treatment 0.38 MPa, 1.68 MPa and 2.29 MPa. Strong Test press Age 14 days concrete type with soaking treatment, treatment wrapped with a plastic sheet, and curing compound treatment consecutive 21.97 MPa, 21.59 MPa, 20.29 MPa. Strong Test Press Age 28-day type of concrete with soaking treatment, treatment wrapped with a plastic sheet, and the curing of the successive compound maintenance 25.89 MPa, 23.78 MPa, and 22.48 MPa.
Pengaruh Penggunaan Pasir Puger Sebagai Agregat Halus Terhadap Karakteristik (LASTON AC-WC) Hamdani Nugroho Hamdani; Mirza Gulam Rifqi; M. Shofiul Amin
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v1i2.76

Abstract

Asphalt concrete is a layer in the construction of highway pavement consisting of fine aggregate, coarse aggregate, filler, and asphalt. asphalt has several advantages compared to other materials. Therefore concrete asphalt is widely used and its needs have increased. To complement these needs, research is conducted as an alternative that is using Puger sand as fine aggregate. Puger sand is natural sand containing iron ore of approximately 49.7% and has a reserve of concentrate of approximately 700,000 tons. The purpose of this research was to determine the use of Puger sand as fine aggregate on the characteristics of Laston AC-WC. This study uses 5 variations including 100%, 75%, 50%, 25% and 0% Puger sand mixture and using asphalt content of 5%, 5.5%, 6%, 6.5% and 7%. Marshall test results that have been done produce an optimum asphalt content of 5.5% with a variation of the use of a 50% Puger sand mixture. Obtained stability 1763.54 kg, Flow 3.7 mm, MQ 474.5 kg / mm, VIM 4.14%, VMA 15.2%, and VFB of 72.46%. So that the use of Puger sand as fine aggregate can complement the Bina Marga General Specifications 2018.
Utilization of Fly And Rice Husk Ashes Waste in The Making of Lightweight Brick in Supporting Construction Materials in Banyuwangi M. Shofi’ul Amin; Mirza Ghulam R.; Galang S; Rysmayang .
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 18 No 3 (2018): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.119 KB) | DOI: 10.31940/logic.v18i3.1130

Abstract

The high specific gravity of concrete, which ranges around 2400 kg/m³, will affect the loading of relatively large and heavy structures. This will affect the total weight of the building which can lead to wasteful dimension of foundations which tend to affect the structural behavior in high earthquake areas; the more the weight of the structure, the greater the effect of the earthquake for the building. One alternative material to reduce the weight of the building is lightweight building materials, such as light brick. This study aims to determine the characteristic properties of mortar which is the lightweight brick base material by using the proportion of fly ash and rice husk ash as a substitute for heavy cement with the addition of aluminium powder and when the duration of steam curing is 6 hours at 60oC. The results of the maximum mortar compressive strength occur in a mixture of PC90%: Psr100%: FA10%: AP0%, which is equal to 13.5 MPa. As for the mortar with added ingredients in the form of aluminium powder, the maximum compressive strength of the mixture of PC90%: Psr100%: FA10%: AP0.2%, which is equal to 5.1 MPa. The correlation between specific gravity and compressive strength of mortar can be seen from the low value of specific gravity and high value of compressive strength on the mortar occurring in a mixture of PC90%: Psr100%: PS10%: AP0% with a value of 1.6 kg / cm2 and 5.1 MPa.
Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dalam Meningkatkan SDM Desa Labanasem, Gintangan, Bareng, Benelan Lor dan Karang Bendo Muhammad Shofi'ul Amin; M. Toyib; Erna S.; Wahyu Y.
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v1i2.198

Abstract

Seiring dengan kemajuan perkembangan mengenai pengembangan wilayah dan otonomi daerah, maka setiap daerah dituntut untuk mengembangkan wilayahnya termasuk desa/kelurahan. Hal ini berakibat pada pemanfaatan SDM secara mandiri. Menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan, maka penggunaan dana desa harus diawasi dan dibina secara benar. Salah satu peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan saat ini dibutuhkan pengawasan agar dana desa tidak diselewengkan melalui proses pengadaan barang/jasa pemerintah dengan baik dan benar. Mitra yang bekerjasama dalam kegiatan Ibm ini akan dilakukan bimbingan dan sosialisasi adalah desa yang memiliki tingkat pembangunan yang rendah di kawasan sekitar Politeknik Negeri Banyuwangi. Adapun Fokus sosialisasi adalah para perangkat desa disetiap desa/mitra yang sudah disurvey sebelumnya diantaranya Desa Labanasem, Gintangan, Bareng, Benelan Lor dan Karang Bendo. Pada laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan ini, peserta total yang sudah dilakukan pelatihan sebanyak 66 orang, meliputi: 25 orang dari desa Labanasem, 10 orang dari Bareng, 11 orang dari Benelan Lor, 10 orang desa Gintangan dan 10 orang dari desa Karang Bendo. Setiap desa mitra mendapatkan sertifikat bagi pesertanya dan modul tentang tata cara pengadaan di Desa sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mushollah Darussalam Desa Lemahbangdewo Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Berbasis Green Area (Sebagai Area Resapan) Guna Meningkatkan Kenyamanan Mirza Ghulam Rifqi; Herman Yuliandoko; M. Shofi’ul Amin; Syarifah Khairunnisa; Hendri Kuswoyo; Irawan Saputra; Farra Anindita; Barirotul Azizah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1607

Abstract

Mushollah Darussalam merupakan mushollah fasilitas sosial (Fasos) yang disediakan oleh developer guna menunjang aktivitas ibadah bagi warga muslim di Perumahan Citra Garden. Mushollah Darussalam memiliki halaman yang cukup luas namun menimbulkan kesan kurang luas, akibat dari belum tertatanya halaman Mushollah secara optimal. Kondisi yang kotor, rimbun dan tidak tertata mengurangi keindahan dan kenyamanan masyarakat desa Lemahbangdewo dalam beraktivitas dan beribadah. Metode : Kegiatan ini merupakan upayaupaya guna mengoptimalisasi RTNH Mushollah Darussalam dengan konsep green area. Halaman mushollah ditata dan dilapisi material pengerasan agar bersih, luas dan rapi namun tetap mengoptimalkan fungsinya sebagai area resapan. Pada kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan dengan alur pelaksanaannya yang meliputi survey lokasi dan pengukuran lokasi, koordinasi hasil survey dan penyusunan draf gambar rencana, penyusunan desain RTNH, koordinasi dan penyampaian hasil penyusunan gambar rencana dan penerapan gambar rencana serta penerapan teknologi tepat guna. Hasil : Kegiatan ini berhasil memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai pentingnya penataan area terbuka. Kegiatan ini berhasil mengubah wajah halaman Mushollah Darussalam yang awalnya kotor, rimbun dan tidak tertata menjadi rapi, bersih, menimbulkan kesan luas dan asri. Penataan landscape dikombinasikan dengan taman dan material berpori sehingga area resapan masih berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan dilakukannya penataan landscape halaman mushollah, masyarakat bisa melakukan aktivitas luar ruangan di halaman mushollah Darussalam.
PENGARUH PENAMBAHAN BATU KAPUR (LIMESTONE) TERHADAP KARAKTERISTIK SEMEN M. Shofi'ul Amin; Mirza Ghulam; Tri Yayuk S.
Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Construction and Material Journal Vol. 1 No. 2 Juli 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v1i2.1476

Abstract

Semen adalah bahan perekat yang berbentuk halus jika ditambahkan air akan terjadi reaksi hidrasi dan dapat mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan massa yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik semen dengan variasi penambahan campuran yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan menggunakan metode ekperimen yaitu memvariasikan bahan baku limestone dengan variasi mulai 0%, 5%, 10% dan 15%. Sifat karakteristik semen terhadap pengaruh penambahan batu kapur (limestone) dapat diketahui dari hasil uji kehalusan, uji hilang pijar dan uji kuat tekan semen. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar presentase pemakaian batu kapur (limestone) didalam campuran, maka kehalusan semen semakin meningkat. Kuat campuran tertinggi terletak pada umur 28 hari dan pada penggunaan semen dengan variasi penambahan 0% (tanpa limestone). Campuran optimum dengan penambahan bervariatif batu kapur (limestone) didalam campuran semen adalah 84,2% klinker, 5% batu kapur (limestone), 1,8% gipsum dan 9% trass.Kata kunci: Karakteristik, semen, limestone, kuat tekan
Pengaruh Penggunaan Silica Fume Terhadap Kuat Tekan dan Resapan Air Mortar Pracetak Ferosemen Yulita Dwi Shinta binti Sayono; Ahmad Utanaka; Dadang Dwi Pranowo; Mirza Ghulam Rifqi; M. Shofi'ul Amin
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2023): Next Issue on, September 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i2.299

Abstract

Kerusakan irigasi secara visual terdapat tanda-tanda korosi pada tulangan beton, seperti karat dan lapisan korosi. Dalam bidang pembangunan irigasi, teknologi ferosemen menjadi hal yang penting. Komposisi utamanya, yang terdiri dari semen, pasir, air, dan tulangan, dapat ditingkatkan dengan bahan alternatif tambahan seperti silica fume untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silica fume dengan berbagai persentase (0%, 6%, dan 9% dari berat semen) terhadap karakteristik mortar dalam penerapan beton pracetak ferosemen. Pengujian dilakukan melalui pengukuran kuat tekan pada berbagai umur (3, 7, 14, 21, dan 28 hari), serta pengujian resapan air dan rembesan air pada umur 28 hari setelah perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan silica fume mengakibatkan penurunan kuat tekan pada benda uji kontrol sebesar 20,96 MPa. Hal ini disebabkan oleh reaksi antara silica fume dan semen, yang memperlambat proses pengerasan. Selain itu, penambahan silica fume mengurangi resapan air pada mortar, dengan penurunan yang lebih signifikan seiring dengan peningkatan persentase campuran. Pengujian rembesan air pada beton pracetak ferosemen menunjukkan tingkat rembesan yang rendah, dengan nilai sebesar 21% setelah 24 jam, menandakan bahwa campuran ini cocok untuk aplikasi beton pracetak ferosemen. Dengan demikian, penggunaan silica fume dapat meningkatkan kualitas dan ketahanan beton pracetak ferosemen terhadap korosi.