Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Darul Kholil Burneh Bangkalan tentang Obat Generik Antara Sebelum dan Setelah Edukasi Abdul Hakim; Arief Suryadinata; Pradita Fiqlyanur Isna Primadana
Journal of Pharmascience Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i2.13517

Abstract

Obat generik merupakan program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia. Namun, masih banyak yang belum mengetahui tentang obat generik, sehingga perlu adanya pemberian edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang obat generik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan siswa SMA Darul Kholil Burneh Bangkalan tentang obat generik antara sebelum dan sesudah edukasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental one-group pretest postest design, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratafied random sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sejumlah 72 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2021-Januari 2022. Hasil pada penelitian ini diperoleh yaitu saat pretest terdapat 14% dengan tingkat pengetahuan baik, 65% dengan tingkat pengetahuan cukup dan 21% dengan tingkat pengetahuan kurang baik. Sedangkan saat postest diperoleh hasil 100% responden tergolong tingkat pengetahuan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi, hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang diperoleh nilai Asymp.Sig (2-Tailed) 0,0001. Kata Kunci: Obat Generik, Tingkat Pengetahuan, Edukasi, One Group Pre-Post TestGeneric drugs are a program of the Indonesian government to improve the quality of health in Indonesia. However, there are still many who do not know about generic drugs, so there needs to be education to increase knowledge about generic drugs. The purpose of this study was to find out the difference in high school student Darul Kholil Burneh Bangkalan's knowledge level about generic drugs between before and after education. This study uses an experimental method of one-group pretest postest design, sampling is done with stratafied random sampling techniques. The sample used in this study was 72 respondents. The study was conducted in December 2021-January 2022.  The results in this study were obtained when the pretest there was 14% with a good level of knowledge, 65% with a sufficient level of knowledge and 21% with a level of knowledge less good. While when postest obtained the results of 100% of respondents classified as a good level of knowledge. Based on the results of this study there is a difference in the level of knowledge between before and after education, it is evidenced by the results of the Wilcoxon test obtained asymp.Sig (2-Tailed) value of 0.0001.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Buah Salak Sebagai Buah Lokal Kabupaten Bangkalan untuk Kosmetika Aman Pradita Fiqlyanur Isna Primadana
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2026.006.01.80

Abstract

Buah salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Bangkalan yang mengandung vitamin C sehingga sangat efektif untuk pencegahan penuaan dini dan pencerah kulit. Manfaat yang cukup besar tersebut perlu diinformasikan kepada pelajar Kabupaten Bangkalan sehingga buah salak bisa bermanfaat pada sektor kesehatan khususnya kesehatan kulit dan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan tentang pemanfaatan buah salak untuk kosmetika aman dengan pendekatan metode experiential learning. Sebelum dan sesudah edukasi dilakukan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan pelajar. Hasil yang diperoleh pada saat pretest 57% pelajar memiliki pengetahuan yang kurang, 30% pelajar memiliki pengetahuan yang cukup dan hanya 13% pelajar yang memiliki pengetahuan baik tentang manfaat buah salak untuk kosmetika. Setelah dilakukan edukasi dan pelatihan dengan cara pemberian materi tentang manfaat buah salak dan praktik pembuatan masker buah salak sederhana, tingkat pengetahuan pelajar meningkat yaitu 100% memiliki pengetahuan baik tentang manfaat buah salak. Metode experiential learning dapat menjadi solusi dalam memberikan edukasi yang efektif.