Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kakao (Theobroma cacao) di Kabupaten Kulon Progo Pantja Siwi V.R. Ingesti; Anna Kusumawati
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i1.217

Abstract

Kakao termasuk salah satu komoditas perkebunan yang dikelola oleh petani sebagai salah satu sumber pendapatan yang dimungkinkan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Salah satu sentra petani Kakao di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah di kabupaten Kulon Progo tepatnya di kecamatan Kokap seluas 800,02 hektar, Kecamatan Kalibawang seluas 754,45 hektar dan kecamatan Girimulyo seluas 471,95 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani Kakao, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. pendapatan rumah tangga petani kakao berasal dari on farm dan off farm. Responden penelitian ini adalah petani kakao sebanyak 60 responden, tersebar di kecamatan Kokap 20 responden, Kalibawang 20 responden, dan Girimulyo 20 responden. Analisis usahatani berdasarkan pada kriteria kepemilikan tanaman kakao, yaitu : 1) kurang dari 200 tanaman, 2) antara 200 hingga 399 tanaman, 3) antara 400 hingga 599 tanaman, dan 4) lebih dari 600 tanaman.  Adapun hasil dari penelitian ini dapat diketahui. Pendapatan rumah tangga petani kakao terendah sebesar Rp 16.143.941,-/tahun dengan jumlah tanaman kurang dari 200 tanaman dan pendapatan tertinggi sebesar Rp 39.070.000,-/tahun untuk jumlah tanaman diatas 600 tanaman, Distribusi pendapatan rumah tangga petani kakao di Kabupaten Kulon Progo termasuk merata dengan indeks Gini ratio sebesar 0,2025 artinya pengelolaan usahatani kakao memberikan distribusi pendapatan yang merata diantara rumah tangga petani kakao. Berdasarkan besarnya nilai GSR, petani dengan kepemilikan tanaman kakao kurang dari 200 tanaman tingkat kesejahteraannya dikategorikan kurang sejahtera sedangkan petani dengan kepemilikan tanaman kakao antara 200 - 599 tanaman sejahtera dan petani yang memiliki lebih dari 600 tanaman kakao kehiupannya lebih sejahtera.
Sertifikasi RSPO Terhadap Ekonomi Sosial Lingkungan Petani Sawit Kpud Makmur Jaya: Sertifikasi RSPO Terhadap Ekonomi Sosial Lingkungan Petani Sawit Kpud Makmur Jaya Mar’i Muhammad Harahap; Anna Kusumawati
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : JURNAL ILMIAH AGRINECA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i2.6557

Abstract

This study aimed to analyze the impact of the implementation of Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) certification on the economic, social, and environmental aspects of oil palm farmers at KPUD Makmur Jaya. A quantitative research method with a survey approach was employed. The population consisted of 770 farmers, and 88 respondents were selected using the Slovin formula through a simple random sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and analyzed using validity and reliability tests, followed by simple linear regression analysis. The results indicated that all research instruments were valid and reliable. The regression analysis showed that RSPO certification had a positive and significant effect on the economic, social, and environmental conditions of oil palm farmers. Economically, the certification contributed to increased income, productivity, and market access. Environmentally, it encouraged the adoption of sustainable cultivation practices, improved waste management, and enhanced environmental awareness. Socially, it strengthened farmers’ knowledge, cooperation, and participation in cooperative activities. Overall, RSPO certification has contributed to improving farmers’ welfare while supporting the implementation of sustainable oil palm plantation management.