Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Synthesis and Characterization of CaO-Zeolite Catalyst by Sonochemical Engineering Method Widyarini Widyarini; Muhammad Djoni Bustan; Sri Haryati
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v7.i3.113

Abstract

Calcium Oxide (CaO) loaded on zeolite was categorized as a heterogeneous catalyst. The utilization of CaO catalyst could be implemented in catalytic pyrolysis enhance gaseous production. In this paper, CaSO4.2H2O is an active site embedded in natural zeolite, and the activity of the CaO-Zeolite catalyst is synthesized by a sonochemical impregnation-assisted drying process and calcination. The stirrer impregnation method was used as a control. CaO-Zeolite catalyst characterization and properties were identified via Scanning Electron Microscopy- Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX).The activation experiments were performed at an oven temperature of 120oC for 5 h and a calcination temperature of 300oC for 2 h. The synthesized catalysts of sonochemical were performed at 20 minutes, 20 kHz, and 1200 Watt, and the synthesized catalyst of stirrer were performed at 120 minutes, 1500 rpm, and 1000 watts. The experimental results revealed that the characterization of the catalysts prepared by the sonochemical method was better than that of the stirrer. Specifically, obtained CaO-Zeolite catalyst with Ca wt % increased from 0.86 wt% NZ (natural zeolite)  to (11.3 wt%, 14.15 wt% and 23.48 wt%) of sonochemical and (11.82wt%, 13.95 wt% and 20.64wt%) of stirrer. The results demonstrated that Ca wt%  by sonochemical in 20 minutes dispersed at support surface (zeolite)  more effective than stirrer in 120 minutes. These results were impacted by acoustic cavitation and shockwave of ultrasonic on solid-liquid transport and distribution. On the other side, sonochemical assisted the activation technique to minimize particle size and allowed metal oxide (CaSO4.2H2O) to be dispersed uniformly into the pores structure of the zeolite. The utilization of sonochemical in CaO-Zeolite synthesizing enhanced catalyst activity. Keywords: CaO/Zeolite catalyst, Calcination, Drying, Sonochemical Impregnation, Ca weight percentage, Characterization
Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Kentang Widyarini, Widyarini; Sukadi, Sukadi; Porawati, Hilda
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.3 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang dikonsumsi umbinya. Pada industri rumahan proses pengupasan masih manual atau menggunakan tangan sehingga memerlukan tenaga dan waktu yang cukup lama. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan membuat mesin untuk mempercepat proses pengupasan. Dalam0rancang bangun mesin pengupas kulit kentang dihitung berdasarkan kapasitas mesin agar kualitas dari proses produksi tetap terjaga. Bagian mesin tersebut meliputi motor listrik, tabung0pengupas dan rangka.Mesin tersebut0menjadikan motor listrik (AC) sebagai sumber0putaran0yang0diperoleh poros. Kapasitas produksi yang direncanakan untuk sekali proses pengupasan adalah 10 kg. Untuk itu dibutuhkan penggerak mesin pengupas kulit kentang dengan kecepatan 1400 rpm. Berdasarkan hasil rancangan dan uji coba maka daya motor listrik yang dibutuhkan sebesar 450 watt tegangan 220 V dengan variasi pulley 3 inch, 3 inch, sehingga dapat dicapai hasil putaran motor listrik sebesar 1400 rpm dengan0kapasitas pengupasan 100 kg/jam. Dari hasil pengujian dengan  rasio diameter pulley penggerak dengan diameter pulley yang menggerakkan didapat waktu pengupasan yang optimal pada 1400 rpm dibanding 600 rpm dan 800 rpm.Kata0kunci : Kentang, Motor Listrik, Pulley, Tegangan, Kapasitas,
Pengelolaan Limbah Kantong Plastik Menjadi Bahan Bakar Menggunakan Pirolisis di Lingkungan RT.55 Jelutung  Jambi Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Dhany Murtono
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v2i1.70

Abstract

Kantong Plastik merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bentuk kantong plastik. Limbah kantong plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang serius apabila tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Masyarakat Rt.55 selama ini mengelola kantong plastik hanya dengan membuangnya ke tempat pembuangan sampah yang disediakan disetiap wilayah lingkungan RT. Solusi pengelolaan limbah kantong plastik yang efektif adalah melalui metode pirolisis. Pirolisis merupakan proses dekomposisi yang terjadi pada suatu bahan yang berada pada suhu tinggi tanpa adanya udara dan tidak menimbulkan efek pencemaran lingkungan. Metode ini mampu mengubah limbah kantong plastik menjadi bahan bakar minyak yang lebih bernilai guna. Keterbatasan informasi mengenai pengelolaan limbah kantong plastik untuk menghasilkan bahan bakar minyak yang bernilai guna menjadi pendorong team PKM untuk melakukan pelatihan dan demonstrasi pengelolaan limbah kantong plastik dengan pirolisis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan metode pirolisis dalam pengelolaan limbah kantong plastik dengan melibatkan warga masyarakat RT 55 Jelutung Jambi. Hasil penelitian mengajak masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan, tidak hanya untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga sebagai upaya pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran Budaya Jambi Berbasis Android untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa SMK PGRI 2 Jambi Darmuji Darmuji; Muhammad Hadi Saputra; Febri Dristyan; Widyarini Widyarini
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v2i1.262

Abstract

Literasi budaya lokal menjadi aspek penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk identitas dan karakter generasi muda. Namun demikian, di era digital saat ini, metode pembelajaran konvensional cenderung kurang diminati oleh siswa. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran budaya Jambi berbasis Android yang bersifat interaktif dan menarik, serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan literasi budaya siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Aplikasi ini memuat konten lokal yang mencakup cerita rakyat, lagu daerah, permainan tradisional, dan kuis evaluasi berbasis interaktif. Uji coba dilakukan pada siswa kelas [Sebutkan Kelas, contoh: X atau XI] di SMK PGRI 2 Jambi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya Jambi setelah menggunakan aplikasi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi alternatif yang efektif dalam pembelajaran muatan lokal berbasis teknologi digital, mendukung pelestarian budaya lokal, dan meningkatkan literasi budaya generasi muda Jambi.
Teknologi Vapor Blasting untuk Restorasi Komponen Otomotif Bengkel 3 Putra Ari Kurniawan; Mazwan Mazwan; Widyarini Widyarini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8949

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan proses pembersihan komponen otomotif di Bengkel 3 Putra yang masih dilakukan secara manual menggunakan sikat kawat, amplas, dan cairan pembersih. Kondisi tersebut menyebabkan waktu pengerjaan relatif lama, beban kerja operator tinggi, kualitas pembersihan belum seragam, serta kurang efektif untuk komponen dengan bentuk rumit dan celah sempit. Solusi yang diberikan adalah implementasi mesin vapor blasting sebagai teknologi tepat guna yang memanfaatkan campuran air, udara bertekanan, dan media abrasif halus untuk membersihkan permukaan komponen. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin, pengujian fungsi alat, implementasi di lokasi mitra, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa total waktu pembersihan lima jenis komponen menurun dari 195 menit menjadi 85 menit, sehingga terjadi penghematan waktu sebesar 110 menit atau 56,41%. Produktivitas kerja meningkat dari 1,54 komponen/jam menjadi 3,53 komponen/jam atau naik 129,41%. Kualitas hasil pembersihan juga meningkat dari skor rata-rata 2,68 menjadi 4,46 atau meningkat 66,42%, terutama pada aspek kebersihan permukaan, keseragaman hasil, kehalusan visual, kemampuan menjangkau celah, dan penurunan debu kerja. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra pada aspek prinsip kerja, persiapan media, pengaturan tekanan, teknik penyemprotan, dan perawatan dasar. Dengan demikian, implementasi mesin vapor blasting terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses restorasi, kualitas layanan, dan kapasitas kerja bengkel skala kecil.
Rancang Bangun Mesin Pengolah Pupuk Berbahan Organik Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.306

Abstract

Semakin meningkatnya produksi pertanian, maka dibutuhkan mesin untuk meningkatkan produksi pupuk. Penggunaan mesin diperlukan untuk mengolah pupuk organik. Dengan adanya mesin pengolah pupuk, maka petani akan terbantukan untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan pupuk.Pada penelitian ini, mekanisme mesin menggunakan komponen alat utama yaitu gearbox, adaptor, motor bensin, pulley, v-belt dan shaft. Ketinggian rangka mesin yang dibuat sebesar 70 cm dengan tujuan untuk keamanan dan kenyaman pengguna dalam menggunakan mesin. Untuk ukuran hopper yang dibuat dengan ukuran p x l sebesar 50 cm x 50 cm. Ketinggian depan hopper sebesar 12 cm dan ketinggian belakang hopper sebesar 8 cm, serta kemiringan hopper sebesar 4,57 cm. Berdasarkan pengamatan dari uji kinerja alat, didapatkan hasil bahwa mesin pengolah pupuk dapat menghasilkan pupuk sebesar 5 kg dalam waktu 15 menit. Adapun olahan pupuk organik berupa kotoran ternak, jerami, arang sekam dan air. Dengan adanya mesin pengolah pupuk organik, permasalahan para petani dapat terselesaikan dengan mesin yang telah dibuat dan di uji kinerja nya.
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT SEBAGAI KATALIS PADA PROSES PIROLISIS LIMBAH KANTONG PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Azay Maulana
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4022

Abstract

Abstract: The continuous use of plastic bags has become one of the main causes of environmental pollution, especially due to non-biodegradable plastic bags. Efforts to convert plastic waste into fuel represent a potential solution to reduce waste accumulation and provide an alternative energy source. Pyrolysis is a thermal decomposition process of organic materials in the absence of oxygen, which can produce gas, oil, and solid residue (char). To improve the efficiency and selectivity of pyrolysis products, the addition of a catalyst is essential. This study aims to examine the effect of adding zeolite as a catalyst on the pyrolysis results of plastic bags, focusing on oil yield and the effect of varying durations in the pyrolysis process. The weight of plastic bag waste used was 1 kg, while the catalyst used was 10% of the plastic weight. The durations tested were 1 hour, 1 hour 15 minutes, 1 hour 30 minutes, 1 hour 45 minutes, and 2 hours. The test results showed that the longer the pyrolysis duration, the greater the oil yield obtained. However, when considering the use of zeolite as a catalyst, the oil yield from the pyrolysis process with zeolite catalyst was lower compared to pyrolysis without a catalyst. Keywords: Plastic Bag Waste, Pyrolysis, Catalyst, Oil Yield Abstrak: Penggunaan kantong plastik secara terus menerus telah menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan, terutama kantong plastik yang bersifat non-biodegradable. Upaya pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar merupakan solusi potensial dalam mengurangi akumulasi limbah serta menyediakan alternatif sumber energi. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal bahan organik tanpa kehadiran oksigen, yang dapat menghasilkan gas, minyak, dan residu padat (char). Untuk meningkatkan efisiensi dan selektivitas produk pirolisis, penambahan katalis sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan zeolit sebagai katalis terhadap hasil pirolisis kantong plastik, dengan fokus pada yield minyak serta pengaruh lama waktu pada proses pirolisis. Berat limbah kantong plastik yang digunakan sebesar 1 kg. Sedangkan katalis yang digunakan sebesar 10% dari berat plastik. Lama waktu yang digunakan selama 1 jam, 1 jam 15 menit, 1 jam 30 menit, 1 jam 45 menit  serta 2 jam. Hasil pengujian didapat bahwa semakin lama waktu pirolisis semakin banyak hasil minyak yang didapat. Ditinjau dari penggunaan katalis zeolit, hasil minyak yang didapat pada proses pirolisis dengan menggunakan katalis zeolit lebih sedikit dibanding dengan pirolisis tanpa menggunakan katalis. Kata kunci: Limbah Kantong plastik, Pirolisis, Katalis, Hasil Minyak.
MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi; Yoga Saputra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4536

Abstract

Abstract:  Palm oil farmers utilize oil palm frond waste, where the fronds can serve as a source of feed for cattle and goats, as well as a medium for compost fertilizer. However, the processing is still done manually and traditionally. Based on this condition, a designer came up with the idea to create a palm frond shredding machine, which consists of cutting blades and shredding blades, aimed at assisting the shredding process. The machine includes several components to support the shredding process, such as a cutting blade disc, a shaft, and a fan plate. It is equipped with a total of 38 blades, comprising 4 cutting blades and 34 shredding blades. The shredding blades are 21.5 cm long, while the cutting blades are 20 cm in length. All blades are made from automotive spring steel, making them strong and suitable for use as cutting tools in a palm frond shredding machine. The output produced by this machine is well-processed and helps farmers in the palm frond shredding process for composting purposes. It also supports environmentally friendly frond processing. Based on testing, the machine operating at 1455 rpm yielded better results in terms of time and shredding quality compared to the 1346 rpm rotation speed. Keyword: Palm fronds, shredding machine, shredding blade, rotation speed. Abstrak: Para petani sawit memanfaatkan limbah pelepah sawit  dimana pelepah bisa menjadi sumber pakan ternak sapi maupun kambing dan juga bisa menjadi media untuk dijadikan pupuk kompos. Namun proses pengolahannya masih secara manual dan tradisional. Berdasarkan hal tersebut perancang melakukan ide untuk membuat suatu mesin pencacah pelepah sawit yang mana terdiri dari pisau potong dan pisau pencacah, yang nantinya akan membantu proses pencacahan dari sebuah mesin pencacah pelepah sawit. Mesin tersebut memiliki beberapa komponen dalam membantu proses cacahan diantaranya yaitu piringan pisau potong, poros dan plat kipas.  Mesin ini memiliki jumlah pisau sebanyak 38 buah diantaranya terdiri dari 4 pisau potong dan 34 pisau pencacah. Pisau pencacah memiliki panjang 21,5 cm kemudian untuk pisau potongnya memiliki panjang 20 cm, dan pisau itu sendiri terbuat dari bahan pegas mobil yang tentunya kuat untuk digunakan sebagai mata pisau dari mesin pencacah pelepah sawit. Dan hasil yang didapatkan mesin pencacah tersebut terolah secara sempurna, dan membantu petani untuk melakukan proses pencacahan pelepah sawit guna pupuk kompos, serta membantu para petani dalam mencacah pelepah sawit yang ramah lingkungan. Hasil pengujian dari data yang diperoleh pada putaran 1455 rpm memiliki hasil yang lebih baik dalam hal waktu dan cacahan dibanding dengan putaran pada 1346 rpm. Kata kunci : Pelepah sawit, mesin pencacah, pisau pencacah, putaran
OPTIMALISASI PISAU MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT Widyarini Widyarini; Sukadi Sukadi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5770

Abstract

Abstract : Oil palm fronds are an abundant plantation waste with strong potential to be utilized as raw material for compost, animal feed, and biomass. This study aims to optimize the performance of chopping blades in an oil palm frond chopping machine in order to obtain uniform chopping results and improve machine efficiency. The methods used include variations in blade shape, cutting angle, number of blades, and shaft rotational speed. The observed parameters include chopping capacity, size of chopped material, energy consumption, and blade wear rate. The machine consists of several components that support the chopping process, including a cutting blade disc, shaft, and fan plate. The machine is equipped with a total of 25 blades, consisting of 4 cutting blades and 21 chopping blades. The results show that certain blade design combinations with optimal cutting angles and rotational speeds can increase chopping capacity and produce more uniform chopped sizes with lower energy consumption compared to horizontal chopping blades. The optimization of the chopping blades is expected to improve the performance of the oil palm frond chopping machine and support the sustainable utilization of plantation waste. Keywords: oil palm fronds, chopping machine, chopping blades, optimization, plantation waste Abstrak: Pelepah kelapa sawit merupakan limbah perkebunan yang jumlahnya melimpah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kompos, pakan ternak, maupun biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja pisau pencacah pada mesin pencacah pelepah sawit guna memperoleh hasil cacahan yang seragam serta meningkatkan efisiensi kerja mesin. Metode yang digunakan meliputi variasi bentuk pisau, sudut potong, jumlah pisau, dan kecepatan putar poros. Parameter yang diamati meliputi kapasitas pencacahan, ukuran hasil cacahan, konsumsi energi, dan tingkat keausan pisau. Mesin tersebut memiliki beberapa komponen dalam membantu proses cacahan diantaranya yaitu piringan pisau potong, poros dan plat kipas. Mesin ini memiliki jumlah pisau sebanyak 25 buah diantaranya terdiri dari 4 pisau potong dan 21 pisau pencacah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi desain pisau tertentu dengan sudut potong dan kecepatan putar yang optimal mampu meningkatkan kapasitas pencacahan serta menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam dengan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan dengan pisau pencacah mendatar. Optimalisasi pisau pencacah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja mesin pencacah pelepah sawit serta mendukung pemanfaatan limbah perkebunan secara berkelanjutan. Kata kunci: pelepah sawit, mesin pencacah, pisau pencacah, optimalisasi, limbah perkebunan
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT PAKAN TERNAK Widyarini Widyarini; Sandi Yudha B Zaki; Tuti Alawiyah; Catur A.N.
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6802

Abstract

Abstract: Meeting the forage requirements of ruminant livestock demands an effective grass‑chopping process to ensure that feed is easier to consume, enhances digestive efficiency, and reduces the daily workload of farmers. In practice, however, grass chopping is still frequently performed manually, resulting in inconsistent particle sizes, high physical exertion, and significant delays in feed preparation. This study aims to design and develop a grass‑chopping machine that operates efficiently, safely, and is easy for small‑ to medium‑scale farmers to use. The design process involved identifying user needs, developing mechanical components, performing structural strength calculations, fabricating the frame and chopping chamber, and conducting machine performance tests. The results indicate that the developed machine can achieve a chopping capacity of 81 kg/hour at a blade rotational speed of 18,000 rpm, producing more uniform feed particles than manual methods. The incorporation of six straight blades on the rotating shaft effectively enhances the homogeneity of the chopped output while maintaining stable operational performance. Overall, the grass‑chopping machine designed in this study has proven capable of improving work efficiency, reducing the physical burden on farmers, and producing feed sizes better suited to livestock nutritional needs. Keywords: Grass Chopping, Livestock Feed, Design and Development   Abstrak: Pemenuhan kebutuhan pakan hijauan bagi ternak ruminansia memerlukan proses pencacahan rumput yang efektif agar pakan lebih mudah dikonsumsi, meningkatkan efisiensi pencernaan, serta menghemat waktu kerja peternak. Pada praktiknya, pencacahan rumput masih banyak dilakukan secara manual sehingga menghasilkan potongan yang tidak seragam, memerlukan tenaga besar, dan memperlambat proses penyediaan pakan harian. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sebuah mesin pencacah rumput pakan ternak yang mampu bekerja secara efisien, aman, dan mudah dioperasikan oleh peternak skala kecil hingga menengah. Perancangan dilakukan melalui tahap identifikasi kebutuhan, desain komponen mekanis, perhitungan kekuatan struktur, pembuatan rangka dan ruang pencacah, serta pengujian performa mesin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin yang dikembangkan mampu mencapai kapasitas pencacahan 81 kg/jam pada putaran pisau 18.000 rpm, dengan kualitas cacahan yang lebih seragam dibandingkan metode manual. Penggunaan enam pisau lurus pada poros berputar terbukti meningkatkan homogenitas hasil potongan serta menjaga stabilitas kerja mesin. Dengan demikian, mesin pencacah rumput yang dirancang pada penelitian ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja, mengurangi beban fisik peternak, serta menyediakan potongan pakan yang lebih sesuai kebutuhan ternak. Kata Kunci: Pencacah Rumput, Pakan Ternak, Rancang Bangun