Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Panti Asuhan Ar-Rohmah Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Nahrul Hasan; Delladari Mayefis; Hesti Marliza
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v3i4.513

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh berkah dan menjadi kesempatan terbaik untuk beramal serta menuai pahala yang berlipat ganda. Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu kehadirannya, dimana pada bulan Ramadhan seluruh anggota keluarga lebih sering berkumpul untuk melakukan buka bersama maupun sahur bersama. Namun, tidak semua orang dapat merasakan hal tersebut seperti contohnya pada anak-anak yang berada di panti asuhan. Dimana beberapa dari mereka tidak dapat merasakan kehangatan itu. Oleh karena itu, dibulan yang mulia ini dilakukan kegiatan sosial berupa pengabdian masyarakat yang pelaksanaannya melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi, Institut Kesehatan Mitra Bunda. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini termasuk salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan semangat generasi muda dalam memetik keutamaan bulan Ramadhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Panti Asuhan Ar-Rohmah, Tj.Buntung, Kec.Bengkong, Kota Batam. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian materi terkait perilaku hidup bersih dan sehat, pembacaan asmaul husna dan sholawat, games, berbuka bersama, sholat berjamaah hingga pemberian santunan kepada Panti Asuhan Ar-Rohmah. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan persuasif serta melakukan tanya jawab baik kepada pengurus panti maupun anak-anak yang ada di Panti Asuhan Ar-Rohmah. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak yang ada di Panti Asuhan Ar-Rohmah untuk lebih mendapatkan rasa kehangatan atau kekeluargaan, dapat meningkatkan pengetahuan baik di bidang umum terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan maupun di bidang keagamaan serta sekaligus dapat menerapkan maupun mengembangkan karakter yang baik bagi anak-anak yang berada di Panti Asuahan Ar-Rohmah tersebut.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Habibie Deswilyaz Ghiffari; Rastria Meilanda; Larasati Dinda Meditha
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i1.912

Abstract

The skin of the Dutch eggplant contains anthocyanin compounds that serve as colorants. The skin exhibits an attractive red color, making it a potential natural dye alternative in cosmetics. This study aims to formulate and evaluate the physical properties of an eyeshadow stick made from Dutch eggplant skin extract. An experimental research method was employed, creating four formulations of the eyeshadow stick by varying the concentration of the Dutch eggplant skin extract: F0 (0%), F1 (6%), F2 (12%), and F3 (24%). Physical evaluations of the eyeshadow stick were conducted weekly over four weeks at room temperature (25°C), assessing parameters such as organoleptic properties, homogeneity, spreadability, and melting point. Additionally, a cycling test was performed over six cycles for 12 days, along with irritation tests and preference tests involving 10 volunteers. The results indicated that the organoleptic properties of the three formulations resulted in light pink, medium pink, and dark pink colors, with a white base, a rose scent, and a semi-solid form. There was a significant difference (p < 0.05) in spreadability among F0, F1, F2, and F3, showing that as the extract concentration increased, spreadability decreased, falling within the range of 5-7 cm. All formulations remained stable during storage according to the cycling test results. The irritation tests revealed that none of the formulations caused redness, itching, or swelling. The best formulation was identified as F3 with a 24% extract concentration.