Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Orang Tua Sebagai Pendidik Dengan Pemberian Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun) Di TK Yenny Okvitasari
Healthy-Mu Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v2i1.925

Abstract

Kurangnya pendidikan orang tua dalam pendidikan seks terhadap anak dan apabila tidak dimulai sejak dini akan menyebabkan anak mengetahui seks dari sumber yang salah. Wilayah Banjarmasin tercatatat perkara tahun 2017 kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur dengan korban 30 kasus dan pelaku anak 11 kasus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan orang tua sebagai pendidik dengan pemberian pendidikan seks pada anak usia dini (4-6 tahun) di TK di Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross Sectional. Populasi penelitian ini seluruh orang tua anak berusia 4-6 tahun di TK Diberjumlah 20 murid. Teknik pengambilan sampel Accidental sampling dengan uji statistik menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian dari 20 responden, didapatkan dari 13 orang tua sebagai pendidik baik (65%) dengan pemberian pendidikan seks yang baik sebanyak 12 orang baik (60%). Ada Hubungan orang tua sebagai pendidik dengan pemberian pendidikan seks pada anak usia dini (4-6 tahun) di TK (ρ value 0,000 < α 0,05).
Hubungan Motivasi Dengan Kebiasaan Menggosok Gigi Pada Anak Usia 8-10 Yenny Okvitasari
Healthy-Mu Journal Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v3i1.934

Abstract

Menggosok gigi merupakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang paling umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia, setiap orang mempunyai kebiasaan tertentu dalam melakukan penggosokan gigi sebelum tidur berperan penting dalam pencegahan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Mengetahui hubungan motivasi dengan kebiasaan menggosok gigi pada anak usia 8-10 tahun di MIS AL-ASHRIYAH Banjarmasin. Penelitian menggunakan deskriftif analitik dengan pendekatan cross Sectional. Populasi penelitian 30 sampel dari seluruh anak usia 8-10 tahun di MIS AL-ASHRIYAH Banjarmasin. penelitian menunjukan responden didapatkan bahwa dari 30 responden, didapatkan sebanyak 6 orang (67%) yang motivasinya kurang baik, hasil analisa di dapatkan ρ = 0,001 yang berarti ρ < 0,05 sehingga motivasi berhubungan dengan kebiasaan anak menggosok gigi. Dari hasil tersebut maka Ho dinyatakan di tolak yang artinya ada hubungan motivasi dengan kebiasaan menggosok gigi pada anak.
PROVISION OF EDUCATION AND ASSISTANCE TO PREVENT COVID-19FOR CITIZENS ALALAK ISLAND VILLAGE OF THE BARITO KUALA REGENCY Yenny Okvitasari
Borneo Community Development Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v1i1.26

Abstract

The COVID-19 pandemic caused by the coronavirus (SARS-Cov-2) continues to change world health, and the global transmission rate has reached the level that one infected person can only infect another. Dedicated community members are located in densely populated areas and have insufficient adherence to hygiene procedures, which makes it easy to spread. Seeing this situation, it is very important for community members to have dedication to protect themselves and their families from contracting COVID-19. Therefore, the team carried out education in a spirit of dedication to increase the knowledge of the community so that they can face and pass the COVID-19 pandemic, and the team also provided COVID-19 prevention assistance to overcome the limited prevention means in the community. community.
Upaya Pencegahan Kejadian Kanker Payudara Dengan Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Wanita di Kabupaten Kapuas Ruslinawati Ruslinawati; Esty Yunitasari; Yenny Okvitasari; Kristina Yuniarti; Rr.Sri Nuriaty; M Rifqi; Sumiati Sumiati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.1913

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the prevalence of cancer in 2003 was only 221 cases, in 2008 it had tripled to 657 cases and there were 1,722 total cases in 2010-2011. As many as 60-70% of breast cancer patients come with advanced stages (stage III or IV), so almost half of the incidence of breast cancer ends in death. Breast self-examination (BSE) is very important as a first step to find out whether you have breast cancer or not. The existence of information about BSE and breast cancer is a motivation for women to increase knowledge about the breast area. This is the main basis for increasing knowledge about breast examination Purpose This activity increases understanding of how to check BSE with leafliat media. The Activity Method provides health education and distributes leaflets. Activity Results: how to know the incidence of cancer is to know early the abnormalities of the female body itself, especially the breast. Conclusion: Health education with leafeat can increase knowledge and understanding of early detection of abnormalities in the woman's own body parts.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Metode Demonstrasi dan Leaflet terhadap Kemampuan dan Pengetahuan Praktik SADARI pada Remaja Putri di SMAN 2 Banjarmasin Annisa Maryam; Yenny Okvitasari; Zaiyidah Fathony; Kristina Yuniarti
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7663

Abstract

Adolescent girls are a group vulnerable to limited knowledge and practice ability of Breast Self-Examination (BSE), therefore effective health education is needed as an early detection effort for breast cancer. In 2023, Banjarmasin became the city with the highest number of breast cancer cases, totaling 36 cases. Leaflet media and demonstration methods are educational approaches that are easily applied in the school environment; however, their effectiveness in improving knowledge and practice ability of BSE needs to be scientifically proven. This study aimed to determine the effect of health education using leaflets and demonstration methods on the knowledge and practice ability of BSE among adolescent girls. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 0.05. The results showed an increase in knowledge and practice ability of BSE after health education was provided. The Wilcoxon test showed a significance value of p < 0.001, indicating a statistically significant difference in knowledge and practice ability of BSE before and after the intervention. In conclusion, health education using demonstration methods and leaflets has a significant effect on improving knowledge and practice ability of BSE among adolescent girls.
Pengaruh Edukasi Melalui Media Sosial Grup WhatsApp terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kontrasepsi Alamiah di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Sagina Herlicka; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.22226

Abstract

ABSTRACT Natural contraception is a family planning method that does not involve the use of devices or medications but requires a high level of understanding and discipline in its application. A preliminary study showed that most women of reproductive age (WRA) in the working area of Sungai Jingah Public Health Center were not familiar with this method. This study aimed to determine the effect of education delivered via the WhatsApp Group social media platform on WRA’s knowledge about natural contraception. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 99 participants were selected using purposive sampling. The educational intervention was conducted through WhatsApp groups using illustrated visual media and interactive explanations. The instrument used was a self-developed questionnaire that had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using the paired t-test, which showed a significant increase in the mean knowledge score before and after the education, from 32.53 to 48.08, with a significance value of p = 0.000 0.05. These findings indicate that education through WhatsApp Group social media is effective in improving WRA’s knowledge regarding types of natural contraception such as the calendar method, basal body temperature, cervical mucus, and coitus interruptus. WhatsApp Group–based education proved to be easily accessible, flexible, and capable of reaching participants widely. Therefore, it is recommended that health workers utilize social media as a sustainable educational tool in reproductive health promotion. Keywords: Education, Social Media, Whatsapp, Natural Contraception, Women of Reproductive Age.  ABSTRAK Kontrasepsi alamiah merupakan metode keluarga berencana yang tidak menggunakan alat atau obat-obatan, tetapi membutuhkan pemahaman dan kedisiplinan tinggi dalam penggunaannya. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah belum mengetahui metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi alamiah. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 99 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi edukasi dilakukan melalui grup WhatsApp menggunakan media visual bergambar dan penjelasan interaktif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang merupakan buatan peneliti sendiri dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test yang menunjukkan hasil adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu dari 32,53 menjadi 48,08 dengan nilai signifikansi p-value = 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS mengenai jenis-jenis kontrasepsi alamiah seperti metode kalender, suhu basal tubuh, lendir serviks, dan coitus interruptus. Edukasi berbasis Grup WhatsApp terbukti mudah diakses, fleksibel, dan menjangkau peserta secara luas. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukatif yang berkelanjutan dalam promosi kesehatan reproduksi. Kata Kunci:  Edukasi, Media Sosial, Whatsapp, Kontrasepsi Alamiah, Wanita Usia Subur.
Pengaruh Edukasi melalui Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Sadari Remaja Putri dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Siti Maisaroh; Kristina Yuniarti; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25030

Abstract

ABSTRACT Breast cancer often develops without being noticed by women. This cancer has become a serious global health concern, affecting both developed and developing countries, with increasing incidence and impact, particularly in countries with limited resources. In Indonesia, new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases, with approximately 65,000 new cases added each year. Data from the South Kalimantan Provincial Health Office reported 121 cases of breast cancer in 2023, increasing to 140 cases in 2024, and 35 cases recorded from January to September 2025.This study aimed to determine the effect of education using the demonstration method on breast self-examination (BSE/SADARI) skills among adolescent girls in early detection of breast cancer between the intervention and control groups. This study employed a quasi-experimental design with a two-group post-test only control group design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Banjarmasin. The population consisted of 380 female students, with a sample of 80 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a SADARI observation checklist as the research instrument. The results of the Mann–Whitney test showed a significant difference in SADARI skills between the intervention and control groups, with a p-value of 0.000 (p 0.05). The mean rank of the intervention group (53.95) was higher than that of the control group (27.05), indicating that the demonstration-based education was more effective. These findings indicate that education using the demonstration method has a significant effect on improving SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. The conclusion of this study is that education through the demonstration method significantly influences the improvement of SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. Keywords : Demonstration, Breast cancer, SADARI.  ABSTRAK Kanker payudara sering kali muncul tanpa disadari oleh para wanita. Masalah kanker ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, dengan tingkat kejadian dan dampak yang semakin meningkat terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 dan bertambah sekitar 65.000 kasus baru setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kasus kanker payudara pada tahun 2023 sebanyak 121 kasus, meningkat pada tahun 2024 menjadi 140 kasus, dan tercatat 35 kasus pada periode Januari hingga September 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian menggunakan Quasi Experiment Two Group Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 380 siswi, Sampel sebanyak 80 responden, pemilihan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi SADARI. Hasil analisa dengan Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000 (p 0,05) dengan didapatkan dengan kelompok intervensi (53,95) efektif daripada kelompok kontrol (27,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi melalui metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan SADARI remaja putri dalan deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap   keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Demonstrasi, Kanker payudara, SADARI.