Kristina Yuniarti
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan antara Sleep Hygiene dengan Gangguan Tidur pada Remaja di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin Della Ramanda; Mariani Mariani; Rita Kirana; Kristina Yuniarti; Muhsinin Muhsinin
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.324

Abstract

Sleep Hygiene merupakan serangkaian kebiasaan yang mendukung kualitas tidur yang baik. Namun, banyak remaja mengalami gangguan tidur akibat praktik Sleep Hygiene yang buruk, seperti tidur larut malam, konsumsi kafein berlebih, tidak melakukan rutinitas kebersihan sebelum tidur. Faktor seperti adanya aktivitas fullday, serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler turut memperburuk pola tidur. Gangguan tidur yang terjadi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikologis, seperti mudah mengantuk di siang hari, penurunan konsentrasi, serta gangguan emosi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah ada Hubungan antara Sleep Hygiene dengan gangguan tidur pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin. Metode Penelitian memakai model analisa korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan metodelogi kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 76 orang dengan menggunakan teknik total sampling dengan hasil berjumlah 76 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data hasil pemeriksaan Sleep Hygiene dan gangguan tidur menggunakan uji chi square didapatkan hasil p value (0,000)<a(0,05) dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan antara Sleep Hygiene dengan gangguan tidur pada Remaja Di SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin. Saran bagi teoritis penelitian ini bisa meningkatkan pengetahuan orang tua beserta remaja agar kualitas tidur remaja menjadi lebih baik melalui penerapan Sleep Hygiene yang baik.
Upaya Pencegahan Kejadian Kanker Payudara Dengan Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Wanita di Kabupaten Kapuas Ruslinawati Ruslinawati; Esty Yunitasari; Yenny Okvitasari; Kristina Yuniarti; Rr.Sri Nuriaty; M Rifqi; Sumiati Sumiati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.1913

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the prevalence of cancer in 2003 was only 221 cases, in 2008 it had tripled to 657 cases and there were 1,722 total cases in 2010-2011. As many as 60-70% of breast cancer patients come with advanced stages (stage III or IV), so almost half of the incidence of breast cancer ends in death. Breast self-examination (BSE) is very important as a first step to find out whether you have breast cancer or not. The existence of information about BSE and breast cancer is a motivation for women to increase knowledge about the breast area. This is the main basis for increasing knowledge about breast examination Purpose This activity increases understanding of how to check BSE with leafliat media. The Activity Method provides health education and distributes leaflets. Activity Results: how to know the incidence of cancer is to know early the abnormalities of the female body itself, especially the breast. Conclusion: Health education with leafeat can increase knowledge and understanding of early detection of abnormalities in the woman's own body parts.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Metode Demonstrasi dan Leaflet terhadap Kemampuan dan Pengetahuan Praktik SADARI pada Remaja Putri di SMAN 2 Banjarmasin Annisa Maryam; Yenny Okvitasari; Zaiyidah Fathony; Kristina Yuniarti
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i2.7663

Abstract

Adolescent girls are a group vulnerable to limited knowledge and practice ability of Breast Self-Examination (BSE), therefore effective health education is needed as an early detection effort for breast cancer. In 2023, Banjarmasin became the city with the highest number of breast cancer cases, totaling 36 cases. Leaflet media and demonstration methods are educational approaches that are easily applied in the school environment; however, their effectiveness in improving knowledge and practice ability of BSE needs to be scientifically proven. This study aimed to determine the effect of health education using leaflets and demonstration methods on the knowledge and practice ability of BSE among adolescent girls. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 0.05. The results showed an increase in knowledge and practice ability of BSE after health education was provided. The Wilcoxon test showed a significance value of p < 0.001, indicating a statistically significant difference in knowledge and practice ability of BSE before and after the intervention. In conclusion, health education using demonstration methods and leaflets has a significant effect on improving knowledge and practice ability of BSE among adolescent girls.
Hubungan Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Remaja Putri di SMPN 31 Banjarmasin Krisneni Sibuea; Kristina Yuniarti; Yuliani Budiyarti; Ruslinawati Ruslinawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21520

Abstract

ABSTRACT The menstrual experience among adolescent girls varies; while some undergo menstruation without complaints, many experience primary dysmenorrhea, characterized by menstrual pain without underlying reproductive organ abnormalities. Contributing factors include undernutrition (underweight or severely underweight status) and low levels of physical activity. This study aimed to examine the relationship between nutritional status and physical activity with the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls. A quantitative method with a cross-sectional approach was used. The study population consisted of 8th-grade female students (classes VIII A–E) at SMPN 31 Banjarmasin during the 2024/2025 academic year, with 67 participants selected through purposive sampling. Instruments included a body weight scale, height measuring tape, the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and a primary dysmenorrhea questionnaire. Data were analyzed using Spearman’s rho test. Results showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of primary dysmenorrhea (p = 0.001; r = 0.410), and a very strong relationship between physical activity and the incidence of primary dysmenorrhea (p = 0.000; r = 0.821). It can be concluded that nutritional status and physical activity are significantly associated with primary dysmenorrhea among adolescent girls. These findings are expected to serve as a basis for health education to raise awareness about the importance of balanced nutrition and regular physical activity in reducing menstrual pain symptoms. Keywords: Primary Dysmenorrhea, Adolescent Girls, Nutritional Status, Physical Activity  ABSTRAK Pengalaman menstruasi pada remaja putri berbeda-beda, sebagian mengalami tanpa keluhan, namun banyak pula yang merasakan dismenorea primer, yaitu nyeri menstruasi tanpa kelainan organ reproduksi. Faktor yang berkontribusi antara lain status gizi yang tidak ideal (kurus dan sangat kurus) dan aktivitas fisik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas VIII A–E SMPN 31 Banjarmasin tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah sampel 67 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi timbangan berat badan, meteran tinggi badan, kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan kuesioner kejadian dismenorea primer. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian dismenorea primer (p = 0,001; r = 0,410), serta hubungan yang sangat kuat antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer (p = 0,000; r = 0,821). Disimpulkan bahwa status gizi dan aktivitas fisik memiliki hubungan bermakna dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri. Hasil ini diharapkan menjadi landasan edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik dalam mengurangi keluhan menstruasi. Kata Kunci: Dismenorea Primer, Remaja Putri, Status Gizi, Aktivitas Fisik
Pengaruh Edukasi melalui Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Sadari Remaja Putri dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Siti Maisaroh; Kristina Yuniarti; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25030

Abstract

ABSTRACT Breast cancer often develops without being noticed by women. This cancer has become a serious global health concern, affecting both developed and developing countries, with increasing incidence and impact, particularly in countries with limited resources. In Indonesia, new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases, with approximately 65,000 new cases added each year. Data from the South Kalimantan Provincial Health Office reported 121 cases of breast cancer in 2023, increasing to 140 cases in 2024, and 35 cases recorded from January to September 2025.This study aimed to determine the effect of education using the demonstration method on breast self-examination (BSE/SADARI) skills among adolescent girls in early detection of breast cancer between the intervention and control groups. This study employed a quasi-experimental design with a two-group post-test only control group design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Banjarmasin. The population consisted of 380 female students, with a sample of 80 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a SADARI observation checklist as the research instrument. The results of the Mann–Whitney test showed a significant difference in SADARI skills between the intervention and control groups, with a p-value of 0.000 (p 0.05). The mean rank of the intervention group (53.95) was higher than that of the control group (27.05), indicating that the demonstration-based education was more effective. These findings indicate that education using the demonstration method has a significant effect on improving SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. The conclusion of this study is that education through the demonstration method significantly influences the improvement of SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. Keywords : Demonstration, Breast cancer, SADARI.  ABSTRAK Kanker payudara sering kali muncul tanpa disadari oleh para wanita. Masalah kanker ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, dengan tingkat kejadian dan dampak yang semakin meningkat terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 dan bertambah sekitar 65.000 kasus baru setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kasus kanker payudara pada tahun 2023 sebanyak 121 kasus, meningkat pada tahun 2024 menjadi 140 kasus, dan tercatat 35 kasus pada periode Januari hingga September 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian menggunakan Quasi Experiment Two Group Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 380 siswi, Sampel sebanyak 80 responden, pemilihan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi SADARI. Hasil analisa dengan Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000 (p 0,05) dengan didapatkan dengan kelompok intervensi (53,95) efektif daripada kelompok kontrol (27,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi melalui metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan SADARI remaja putri dalan deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap   keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Demonstrasi, Kanker payudara, SADARI.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Dismenore terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja dalam Mengatasi Dismenore (SMK) Muhammadiyah 1 Banjarmasin Rizky Ferlia Halnas; Kristina Yuniarti; Yuliani Budiyarti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21738

Abstract

ABSTRACTAdolescence is a critical phase in individual development marked by various physical and psychological changes, one of which is menstruation. Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common health problem experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities and reduce quality of life. The lack of adolescent knowledge about dysmenorrhea poses a particular challenge, thus requiring a health education intervention. This study aims to determine the effect of health education on dysmenorrhea on adolescents' knowledge in managing dysmenorrhea at SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. This research employed a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 33 respondents selected through purposive sampling. The instrument used was a knowledge-level questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before receiving health education, the majority of adolescents had a moderate level of knowledge (69.7%). After the intervention, the level of knowledge increased to the good category (75.8%). The Wilcoxon test results indicated a significant effect of health education on adolescents' knowledge of dysmenorrhea (p = 0.000 α = 0.05). Keywords: Health Education, Dysmenorrhea, Knowledge, Adolescent Girls.  ABSTRAK Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah menstruasi. Dismenore, atau nyeri haid, merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan remaja tentang dismenore menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan intervensi pendidikan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja dalam mengatasi dismenore di SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah sampel sebanyak 33 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan cukup (69,7%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik (75,8%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang dismenore (p = 0,000 α = 0,05). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Dismenore, Pengetahuan, Remaja Putri.