Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGGALI NILAI-NILAI PANCASILA MASYARAKAT GENTING KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PANCASILA Giri Harto Wiratomo; Suprayogi Suprayogi; Natal Kristiono; Noorochmat Isdaryanto; Abdul Basit
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19202

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini didasari oleh pentingnya melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Keunikan desa ini adalah masyarakatnya yang masih menjaga dan merawat budaya melalui tradisi lokal, petuah hidup, dan tempat bersejarah. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam masyarakat Genting Kabupaten Semarang sebagai bagian mengkonservasi nilai-nilai Pancasila, faktor pendukung dan penghambat, dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mengkonservasi nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pengambilan data menggunakan observasi, wawancara (in-depth interview), Forum Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan observasi. Hasil dan pembahasan yaitu mengkonservasi nilai-nilai Pancasila artinya merawat, menjaga dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya melalui budaya masyarakat di desa Genting. Nilai-nilai Pancasila perlu dikonservasi agar tidak punah dan lestari dalam masyarakat pada level lokal. ABSTRACTThis research is based on the importance of preserving the values of Pancasila in the socio-cultural life of the community. The uniqueness of this village is the people who still maintain and care for the culture through local traditions, life advice, and historical places. The purpose of this study is to explore cultural values in the Genting community of Semarang Regency as part of conserving Pancasila values, supporting and inhibiting factors, and what efforts are being made to conserve Pancasila values. The research method used is qualitative. Collecting data using observation, interviews (in-depth interview), Forum Group Discussion (FGD), documentation, and observation. The results and discussion are conserving the values of Pancasila, which means caring for, maintaining and defending the values of Pancasila. One of them is through the culture of the people in Genting village. Pancasila values need to be conserved so that they do not become extinct and are sustainable in society at the local level.
Penerapan Metode Reinforcement And Punishment Untuk Meningkatkan Kemauan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ipa Abdul Basit; Didit Yulian Kasdriyanto; Bunadi Bunadi; Nabila Maulidya; Komaria Aziza
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelas III SD Badrut Tamam Kelurahan Wonoasih Kec. Wonoasih Kota Probolinggo yang terdiri dari 10 orang peserta didik dengan rincian 6 siswa dan 4 siswi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan (Action Research) yang dilaksanakan dengan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemauan belajar siswa mnggunakan Metode Reinforcement and Punishment. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peningkatan dari pratindakan ke siklus I dan siklus II. Hal ini dapat dilihat dari data hasil pratindakan diketahui siswa yang memiliki kemauan belajar hanya 3 orang (30%), sedangkan 7 orang (70%) kurang memiliki kemauan belajar. Pada siklus I dapat diketahui peningkatan sekitar 20% dan pada siklus II semakin meningkat yaitu 7 orang (70%) memiliki kemauan belajar, sedangkan 3 orang (30%) kurang memiliki kemauan belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Reinforcement and Punishment dalam pembejaran IPA dapat meningkatkan kemauan belajar siswa kelas III di SD Badrut Tamam Kec. Wonoasih Kota Probolinggo.
Comparison of Concepts and Practices of Citizenship Between Liberal Democracy and Pancasila Democracy Abdul Basit
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2023: VOLUME 3 ISSUE 1, APRIL 2023
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v3i1.135

Abstract

This research focuses on how the existence of the world's great ideologies is between liberal ideology and Pancasila ideology. These two ideologies are studied and analyzed in depth, especially concerning conceptions and practices that lead to the existence of a democratic system in a country such as the United States and Indonesia. This study uses a qualitative approach with library research methods. The data collection technique uses documentation, while the data analysis used is content analysis. The results of this study indicate that the existence of the two world's great conceptions such as liberal democracy and Pancasila democracy remains the subject of a very long scientific discourse into the 21st century as it is today. The practice of liberal democracy and Pancasila plays its role according to the culture of each country. If liberal democracy focuses on the process of freedom and equality as happened in the United States and almost all European countries. In contrast to liberal democracy, Pancasila democracy is of serious concern to the people of Indonesia in which religion, culture, and the state constitution are integrated into one unit so that the political system of the nation and state of Indonesia runs as it should following the values of Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.