Ratih Tri Kusuma Dewi
Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indonesian Propolis Inhibit Proinflammatory Cytokines, Apoptosis and Oxidative Stress in Anthrax Animal Model Ratih Tri Kusuma Dewi; Dhani Redhono; Agung Susanto; Diding Heri Prasetyo; Evi Nurhayatun; Ida Nurwati; Bambang Purwanto
The Indonesian Biomedical Journal Vol 14, No 3 (2022)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v14i3.1873

Abstract

BACKGROUND: Anthrax is a zoonotic disease caused by Bacillus anthracis, whose endospores stimulate the release of pro-inflammatory cytokines and promote oxidative stress. Propolis, a natural resource that can be found in Indonesia, has been proven to have anti-apoptotic and antioxidant role which might be a potential adjuvant therapy for anthrax treatment. Hence in this study we aimed to investigate effect of propolis as an anti-inflammatory, anti-apoptotic, and antioxidant in anthrax rats model by examining the level of tumor necrosis factor (TNF)-α, caspase-3, and malondialdehyde (MDA), respectively.METHODS: This was an experimental post-test only study with 40 male rats weighed 180-200 g that were induced by anthrax spores injected subcutaneously. The rats were divided into one control positive group and four intervention groups that were administered with 200 mg/kgBW propolis extract for 7 to 14 days. The levels of serum TNF-α, caspase-3, and MDA were measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) and analyzed with bivariate analysis.RESULTS: TNF-α, caspase-3, and MDA level were found lower in anthrax rats model given ethanol extract of propolis than the control group. The lowest concentration of TNF-α value was found in group administered with propolis extract 200 mg/kgBW for 7 days before the anthrax induction (6.136±0.205 pg/mL). The results were similar to the MDA serum and caspase-3 which were the lowest when the propolis was administered 7 days earlier (1.893±0.188 nmol/mL and 2.040±0.067 ng/mL). There was significant difference in the TNF-α, caspase-3, and MDA serum levels (p≤0.001) compared to control group.CONCLUSION: Propolis has anti-apoptotic and antioxidant effects which can be used as complementary therapy in anthrax infection.KEYWORDS: propolis, anthrax, anti-apoptotic, antioxidants
Perbandingan Kejadian Anemia Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Hipertensi Terkontrol dan Tidak Terkontrol Elisabeth Yuaninda Usmani; Ratih Tri Kusuma Dewi; Evi Nurhayatun
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Plexus Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i2.25

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan sesuatu penyakit yang ditandai dengan terdapatnya kelainan struktural ataupun fungsional pada ginjal yang berlangsung paling sedikit 3 bulan. Terdapat beberapa penyakit atau kondisi klinis yang menjadi etiologi PGK, salah satunya adalah hipertensi. Disfungsi endotel yang menjadi salah satu pemicu dari bermacam penyakit vaskular kronis termasuk hipertensi, menginisiasi produksi dari sebagian sitokin pro-inflamasi yang bisa menimbulkan penekanan eritropoiesis. Sitokin pro-inflamasi pula ikut serta dalam resistensi eritropoietin yang menimbulkan anemia. Anemia pada PGK berhubungan dengan penurunan kualitas hidup, kenaikan penyakit kardiovaskular, kenaikan rawat inap, kendala kognitif, serta kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kejadian anemia pada pasien PGK dengan hipertensi yang terkontrol dan tidak terkontrol. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi pada bulan Juli-November 2021 dengan jumlah sampel 110 pasien PGK yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien, kemudian data dianalisis secara statistik dengan Uji Chi-Square. Hasil: Berdasarkan analisis Chi-Square didapatkan hubungan yang signifikan (p < 0,001) antara kejadian anemia dengan status hipertensi pada pasien PGK dan perbandingan kejadian anemia pada pasien PGK dengan hipertensi tidak terkontrol dibandingkan hipertensi yang terkontrol adalah 54:10. Simpulan: Kejadian anemia pada pasien PGK dengan hipertensi yang tidak terkontrol lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi yang terkontrol. Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronis; Hipertensi; Anemia.