Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teknologi Proses Sasirangan dengan Variasi Teknik Jelujur Murwati, Eustasia Sri; Kartika, Isti; Mandegani, Guring Briegel
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 31 No. 1 (2012): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v31i0.1085

Abstract

ABSTRAKKain sasirangan merupakan produk tekstil kerajnan yang dibuat dengan proses pewarnaan rintang dengan menggunakan benang atau bahan lain sebagai perintang warna menurut motif tertentu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan kain sasirangan dan memperoleh berbagai macam produk fesyen ataupun bentuk yang lain. Bahan baku yang digunakan yakni kain mori voalissima, sutra super T54, dan menggunakan pewarna indigosol. Kain yang telah diwarna, kemudian difiksasi dengan asam klorida (HCl) hangat dan Natrium Nitrit. Kemudian dianginangikan, setelah kering, jahitan dilepas terbentuk produk sasirangan dengan desain motif produk sandang. Urutan prosesnya : penarikan jahitan, pewarnaan, pelepasan jahitan produk sasirangan. Benang yang dipakai adalah benang poliester yang tidak dapat terwarnai pada proses pewarnaan. Motif sasirangan dipengaruhi oleh jarak jahitan dan bentuk jelujur sehingga akan menghasilkan produk sasirangan yang beraneka macam. Lima macam variasi jelujur dilakukan dan menghasilkan produk sasirangan yang berlainan. Hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan kering, menunjukan nilai rata-rata 3-4 s/d 4, dapat diartikan baik untuk voalissima maupun sutra. Sedangkan untuk gosok basah kurang baik untuk voalissima, nilai 2-3. Pada sutra, baik dengan nilai 4. Kata kunci: sasirangan, voalissima, sutra, benang poliester.ABSTRACTSasirangan fabric is a handicraft textile product that is made using resist-dyeing technique, with yarn or other material to block the colors according to the patterns given. This research was aimed to find out the making process of sasirangan fabric and produce some kinds of fashion products, as well as non-fashion ones. The main materials used are voalissima cambrics, silk super T54, and indigosol dyes. After being dyed, the fabric then fixed using warm Hydrochloric Acid (HCl) solution and Sodium Nitrite. The fabric is dried without being exposed to direct sunlight, then the stitches are being removed and the sasirangan pattern will appear in the product. Steps of the making process are: pulling the stitched yarn, dyeing, and removing stitches from the sasirangan product.The yarn used is polyester yarn that cannot be dyed in the dyeing process. Sasirangan patterns are determined by stitch distance and basting stitch forms to produce many kinds of Sasirangan products. Fivekinds of basting stitch variations are done to make different Sasirangan products. The color fastness test to washing and dry rubbing gives average result values of 3-4 to 4, which can be interpreted as ‘good’, both for voalissima and silk. As for the color fastness test to wet rubbing, the result value is 2-3 or less good for voalissima, and 4 or good for silk.Key words: sasirangan, voalissima, silk, polyester yarn.
Pengembangan Desain Tekstil 3 Budaya dengan Tema Etnik Kontemporer Kartika, Isti
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 27 No. 1 (2010): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v27i1.1129

Abstract

Kegiatan membuat celup rintang dilakukan banyak negara di dunia. Sejarah asal-usul teknik ini diperkirakan berasal dari Asia dan berkembang ke wilayah India, bersambung ke wilayah Malaysia. Diperkirakan penyebaran kain ini juga melalui Jalur Sutera. Teknik celup rintang mempunyai beberapa teknik pengerjaan, tetapi masih dalam prinsip yang sama, yaitu merintangi zat warna yang masuk ke beberapa bagian kain. Di antaranya adalah celup ikat atau tie dye, Sitched Resist, Wax Resist. Teknik Pleats merupakan bagian kecil dari sejarah kostum pakaian, pada jaman Mesir kuno pleats telah hadir dengan sebutan “Pleated Kalasiris”. Memadukan kedua teknik ini merupakan perpaduan antara budaya barat dan timur, tradisional dan modern, dengan konsep etnik kontemporer.                                                                                                                                                                     Kata kunci: Celup Rintang, Pleats, Pleated Kalasiris, Tie Dye, Stitched Resist, Wax Resist
Evaluasi Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri: Studi Kasus Pada Balai Besar Standardisasi Dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan Dan Batik Yogyakarta: Evaluation of the Industrial Technology Enhancement Partnership Fund (DAPATI) Program: A Case Study at the Yogyakarta Center for Standardization and Industrial Services of Handicraft and Batik Kartika, Isti; Giyanto, Bambang; Widjayanti, Arrifiani
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 2 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i2.8737

Abstract

Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2009, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui optimalisasi teknologi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas dan relevansi DAPATI setelah 10 tahun berjalan, dengan studi kasus di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAPATI efektif dalam meningkatkan penerapan teknologi di IKM, berdampak pada peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Program ini relevan dengan kebutuhan IKM, terutama dalam peningkatan teknologi produksi dan manajemen. Namun, sosialisasi dan pendampingan perlu ditingkatkan untuk keberlanjutan program. Penelitian merekomendasikan peningkatan kemitraan, sosialisasi mekanisme DAPATI, penyesuaian dengan kebutuhan industri dan teknologi, pengembangan platform digital untuk konsultasi dan bimbingan, serta penguatan jaringan dengan akademisi dan pakar teknologi