Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Screening Kadar C-Reaktiv Protein Pada Penderita TB Dengan Terapi Obat Anti Tuberculosis Di Kabupaten Kupang Adrianus Ola Wuan; Ni Ketut Yuliana Sari; Yuanita Rogaleli; Wilhelmus Olin
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.589

Abstract

tuberculosis, yang menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Mtb mengandung berbagai C-polisakarida yang dalam tubuh bisa diketahui dengan pemeriksaan CRP. CRP adalah suatu protein alphaglobulin yang timbul dalam darah bila terjadi inflamasi. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein pada pasien Tuberkulosis dengan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Naibonat. Metode yang digunakan bersifat deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT di Puskesmas Naibonat berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%) paling banyak ditemukan pada perempuan, umur 26-50 tahun dan > 50 tahun, dan kategori pendidikan menengah atas (SMA).Kesimpulan dari 20 orang pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT, yang mempunyai CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%). Kata Kunci: Kadar CRP, Penderita TB, Terapi OAT.
SCREENING KADAR C-REAKTIV PROTEIN PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA BONE KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG Adrianus Ola Wuan; Ni Ketut Yuliana Sari; Wilhelmus Olin; Michael Bhadi Bia
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i12.1068

Abstract

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga dimana darah itu berada. Hipertensi akan membuat kerja jantung lebih berat, bila hipertensi berlangsung lama maka akan menyebabkan kerusakan yang terjadi pada jantung (melalui arteri koroner) dan menyebabkan aterosklerosis. Hipertensi akan mengakibatkan hilangnya elastisitas arteri, meningkatnya aktivitas dan tegangan akhirnya akan melemahkan dinding arteri dan melukai permukaanya. Luka dan peradangan kecil mulai terbentuk, kemudian akan menarik kolesterol berbahaya dalam jumlah besar, serta bahan-bahan lain yang bersifat mengiritasi, lalu seiring berjalannya waktu akan semakin menumpuk sehingga menyebabkan arteri menjadi tidak elastis lagi. Setelah dibiarkan bertahun-tahun maka tekanan darah tinggi yang terus menerus ini akan menyebabkan aterosklerosis. Terjadinya aterosklerosis dapat menyebabkan timbulnya inflamasi yang ditandai dengan meningkatnya kadar C-Reactive Protein (CRP) dalam darah. CRP merupakan salah satu protein fase akut yang meningkat selama inflamasi sistemik. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein penderita Hipertensi pada Masyarakat di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Bone Kecamatan Nekamese dengan sasarannya adalah masyarakat Lansia yang menderita Hipertensi yang kemudian diperiksa kadar Creaktif proteinnya. Semua Lansia yang Hipertensi dilakukan pemeriksaan kadar C- Reaktif Proteinnya untuk menilai ada tidaknya terjadi inflamasi.Dari hasil pelaksanaan kegiatan disimpulkan bahwa semua Lansia hipertensi memiliki kadar C-Reaktif Protein yang normal. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan pemeriksaan Kesehatan rutin yang dilakukan oleh Puskesmas setempat sehingga status hipertensinya dapat dikontrol dengan baik.
Screening Kadar C-Reaktiv Protein Pada Penderita TB Dengan Terapi Obat Anti Tuberculosis Di Kabupaten Kupang Adrianus Ola Wuan; Ni Ketut Yuliana Sari; Yuanita Rogaleli; Wilhelmus Olin
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.589

Abstract

tuberculosis, yang menyerang berbagai organ terutama paru-paru. Mtb mengandung berbagai C-polisakarida yang dalam tubuh bisa diketahui dengan pemeriksaan CRP. CRP adalah suatu protein alphaglobulin yang timbul dalam darah bila terjadi inflamasi. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein pada pasien Tuberkulosis dengan terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Naibonat. Metode yang digunakan bersifat deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT di Puskesmas Naibonat berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%) paling banyak ditemukan pada perempuan, umur 26-50 tahun dan > 50 tahun, dan kategori pendidikan menengah atas (SMA).Kesimpulan dari 20 orang pasien Tuberkulosis yang tengah menjalani terapi OAT, yang mempunyai CRP positif sebanyak 7 orang (35%) dan CRP negatif sebanyak 13 orang (65%). Kata Kunci: Kadar CRP, Penderita TB, Terapi OAT.
Extract of Teak Leaf Buds (Tectona grandis) as Natural Dyes Replacement of Eosin on HE Staining Adrianus Ola wuan; Angelyca Florestra Tulit Bali; Ni Ketut Yuliana Sari
Laboratory Journal of Infectious Diseases Vol. 1 No. 1 (2025): Laboratory Journal of Infectious Diseases
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/ljid.v1i1.2247

Abstract

Hematoxylin and Eosin (HE) staining is a routine method in histopathology. In HE staining, eosin functions to stain the cytoplasm of the tissue. Continuous use of eosin may cause health problems due to its carcinogenic properties, thus requiring an alternative. One such alternative is teak leaf buds, which contain anthocyanin compounds. The aim of this study was to determine whether teak leaf bud extract can be used as a substitute for eosin in HE staining. The type of research used was a true experimental study with a post-test only control group design. The samples consisted of paraffin blocks, from which 10 slides were prepared: one control and nine treatment slides, with three repetitions for each concentration (20%, 30%, and 40%). Microscopic observations of HE staining using eosin showed a score of 3 (100%). Using 20% teak bud extract resulted in a score of 2 (100%), 30% concentration gave a score of 2 (33,3%) and score 3 (66,7%), while 40% concentration resulted in score 3 (100%). Kruskal-Wallis test showed eosin and teak leaf bud extract were not significantly different: for 20% concentration, p=0,083; for 30%, p=0,564; and for 40%, p=1,000 (p>0,05), indicating no significant difference.It can be concluded that 40% teak leaf bud extract is the best concentration and has the potential to replace eosin in HE staining. Future research is suggested to use 40% teak leaf bud extract with variations in staining time to further explore its potential as a substitute for eosin in histological staining.