Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SCREENING KADAR C-REAKTIV PROTEIN PENDERITA HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DESA BONE KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG Adrianus Ola Wuan; Ni Ketut Yuliana Sari; Wilhelmus Olin; Michael Bhadi Bia
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i12.1068

Abstract

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga dimana darah itu berada. Hipertensi akan membuat kerja jantung lebih berat, bila hipertensi berlangsung lama maka akan menyebabkan kerusakan yang terjadi pada jantung (melalui arteri koroner) dan menyebabkan aterosklerosis. Hipertensi akan mengakibatkan hilangnya elastisitas arteri, meningkatnya aktivitas dan tegangan akhirnya akan melemahkan dinding arteri dan melukai permukaanya. Luka dan peradangan kecil mulai terbentuk, kemudian akan menarik kolesterol berbahaya dalam jumlah besar, serta bahan-bahan lain yang bersifat mengiritasi, lalu seiring berjalannya waktu akan semakin menumpuk sehingga menyebabkan arteri menjadi tidak elastis lagi. Setelah dibiarkan bertahun-tahun maka tekanan darah tinggi yang terus menerus ini akan menyebabkan aterosklerosis. Terjadinya aterosklerosis dapat menyebabkan timbulnya inflamasi yang ditandai dengan meningkatnya kadar C-Reactive Protein (CRP) dalam darah. CRP merupakan salah satu protein fase akut yang meningkat selama inflamasi sistemik. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui gambaran C-Reaktif Protein penderita Hipertensi pada Masyarakat di Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Bone Kecamatan Nekamese dengan sasarannya adalah masyarakat Lansia yang menderita Hipertensi yang kemudian diperiksa kadar Creaktif proteinnya. Semua Lansia yang Hipertensi dilakukan pemeriksaan kadar C- Reaktif Proteinnya untuk menilai ada tidaknya terjadi inflamasi.Dari hasil pelaksanaan kegiatan disimpulkan bahwa semua Lansia hipertensi memiliki kadar C-Reaktif Protein yang normal. Hal ini disebabkan karena adanya kegiatan pemeriksaan Kesehatan rutin yang dilakukan oleh Puskesmas setempat sehingga status hipertensinya dapat dikontrol dengan baik.
Pediculosis capitis in Elementary School Children in Kupang Regency Michael Bhadi Bia; Aldiana Astuti; Lidia Vartika Putri; Noldiana Rini Hello; Junita Mogu Wole
Laboratory Journal of Infectious Diseases Vol. 1 No. 1 (2025): Laboratory Journal of Infectious Diseases
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/ljid.v1i1.2157

Abstract

Pediculosis capitis is a parasitic infestation caused by the head louse, Pediculus humanus capitis (PHC). These lice feed on human blood on the head. Head lice infestations most commonly occur among preschool and primary school children, as well as household members and caregivers. This study was conducted to provide an overview of the evidence regarding the prevalence of Pediculosis capitis among primary school students in Kupang Regency, East Nusa Tenggara. This study aimed to determine the prevalence of Pediculosis capitis and identify risk factors influencing its occurrence among primary school students in Kupang Regency. The study was conducted in primary schools in Kupang Regency during the 2023-2024 academic year. To identify cases of pediculosis, the presence of eggs/nymphs/adult Pediculus humanus capitis was detected using a lice comb. Clinical symptoms and signs were collected through interviews using a questionnaire and direct observation of clinical signs. A total of 278 children participated in the study, consisting of 164 boys (59%) and 114 girls (41%). Pediculosis cases were found in 151 children (54,3%). Characteristics of children influencing the occurrence of pediculosis include hair length and the number of family members living in the same household. Reported symptoms associated with pediculosis cases included dandruff, scalp itching, redness, difficulty sleeping, and poor concentration. Behaviours of primary school children related to the transmission of pediculosis include sleeping with an infected person, sharing hats, sharing combs at home, frequency of using a lice comb, and frequency of washing hair per week.
Correlation of Anemia Status in Mothers and Stunted Toddlers Florida Ester Pailau; Michael Bhadi Bia; Supriati Wila Djami; Ni Ketut Yuliana Sari; Atun Farihatun
Laboratory Journal of Infectious Diseases Vol. 1 No. 2 (2025): Laboratory Journal of Infectious Diseases
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum anemia remains a public health concern due to its potential impact on maternal and child health. This study aimed to analyze the correlation between maternal anemia status and anemia among stunted toddlers. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted at Pustu Noelbaki. The study subjects were mothers and their stunted toddlers selected using purposive sampling. A total of 40 participants were included, consisting of 20 mothers and 20 stunted toddlers. Maternal and toddler anemia status were assessed and analyzed using statistical correlation testing with a significance level of p < 0,05. The results showed that 25% of mothers were anemic, while 55% of stunted toddlers had anemia. Statistical analysis demonstrated a p-value of 0.319 (p > 0,05), indicating no significant correlation between maternal anemia status and anemia among stunted toddlers. In conclusion, maternal anemia was not significantly associated with anemia in stunted toddlers in this study. Further research with larger sample sizes is recommended to better understand potential contributing factors.