Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA KOMITMEN BAGI GURU HONORER SEKOLAH DASAR Rahma Anugrah; Muhammad Daud; Andi Nasrawati Hamid
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 17, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.17.2.95-111

Abstract

Guru honorer yang berkomitmen meskipun dengan pendapatan yang rendah, ketidakpastian status pengangkatan dan kondisi kerja yang belum memadai, memiliki keberagaman arti dalam memaknai komitmen, yang berpengaruh terhadap perilaku kerja guru. Tujuan penelitian ini yaitu memahami makna komitmen yang dimiliki guru honorer. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis. Pengambilan data menggunakan wawancara semi terstruktur kepada lima guru honorer dengan masa kerja tujuh hingga 14 tahun. Hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen dimaknai sebagai bentuk adanya harapan menjadi aparatur sipil negara, upaya mempertahankan pekerjaan, bentuk pengabdian, dan  sebagai wujud rasa cinta terhadap sekolah. Faktor positif memengaruhi keputusan guru untuk bertahan, namun faktor negatif tidak sampai memengaruhi keputusan bertahan, namun memengaruhi perilaku kerja guru. Berbagai makna komitmen menghasilkan beragam komponen komitmen, yang berpengaruh terhadap perilaku kerja guru. Guru yang memaknai komitmen sebagai wujud rasa cinta dan bentuk pengabdian umumnya melakukan usaha lebih dalam bekerja. Penelitian ini memberikan gambaran makna komitmen dan dampaknya terhadap perilaku kerja guru, sehingga dapat menjadi acuan bagi guru honorer dalam mempertahankan komitmen yang dimiliki, dan menjadi acuan bagi pihak sekolah serta dinas pendidikan dalam memerhatikan faktor yang meningkatkan komitmen guru. Kata kunci : Guru honorer, Komitmen organisasi, Sekolah
How Students from Dysfunctional Families Build Academic Resilience and What Helps Them along the Way: A Systematic Review Andi Nadia Qarirah Rafifah Alisyahbana; Haerani Nur; Muhammad Daud
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 02 (2025): Research Articles, August 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i02.5863

Abstract

The increasing prevalence of dysfunctional families poses challenges to students' academic performance. However, some students display academic resilience, maintaining achievement despite adversity. While most studies focus on Western contexts, this research explores how academic resilience is manifested and supported by protective factors within an Asian cultural context, where values may shape resilience differently. This systematic review followed PRISMA guidelines, examining eight peer-reviewed studies (2015-2024) across six Asian countries. Studies were identified through comprehensive database searches (Google Scholar, PsycINFO, Scopus, PubMed), selected based on rigorous inclusion criteria, and analyzed using structured narrative synthesis due to methodological heterogeneity. Academic resilience is manifested through sustained academic performance, learning motivation, emotional regulation, and independent decision-making despite family adversity. Protective factors operated at multiple levels: individual (self-efficacy, intrinsic motivation), familial (supportive relationships, authoritative parenting), educational (teacher support, school attachment), and sociocultural (collectivist values emphasizing education). These factors functioned interdependently, creating dynamic resilience systems shaped distinctively by Asian cultural contexts. Academic resilience in students from dysfunctional families, mainly in Asia, emerges through synergistic interactions between internal resources and external supports, and is profoundly shaped by Asian cultural values framing education as a familial duty. Educational institutions serve as critical resilience-fostering environments, underscoring the need for culturally-responsive interventions across ecological domains.
Pelatihan Manajemen Stres untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Muhammad Daud; Dian Novita Siswanti; Novita Maulidya Jalal; Adinda Maulidya Khaerunnisa; A. Khaerunnisa Amjadah Zahra
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.79628

Abstract

Matematika kerap menjadi mata pelajaran yang menimbulkan kecemasan dan stres akademik pada siswa, yang pada gilirannya menurunkan motivasi, konsentrasi, dan keterlibatan belajar (student engagement). Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika berdampak negatif terhadap pemahaman konsep serta pencapaian akademik mereka. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan pelatihan manajemen stres akademik sebagai strategi meningkatkan student engagement dalam konteks bimbingan belajar Matematika Dasar di Kota Makassar. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan siswa, perancangan modul pelatihan, implementasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, latihan kasus, teknik relaksasi, serta evaluasi formatif dan sumatif. Pelatihan difasilitasi oleh psikolog dan psikiater dengan materi terkait kecemasan matematika, regulasi emosi, serta strategi keterlibatan aktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dalam dimensi perilaku, emosional, dan kognitif. Observasi dan angket mengindikasikan penurunan kecemasan akademik, peningkatan partisipasi dalam diskusi, serta peningkatan strategi metakognitif dalam pemecahan masalah matematika. Program ini juga terbukti feasible untuk diterapkan pada bimbingan belajar non-formal dengan dampak praktis berupa peningkatan kepercayaan diri siswa, partisipasi aktif, dan kualitas proses pembelajaran.Secara keseluruhan, pelatihan manajemen stres akademik terbukti efektif sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan student engagement dalam pembelajaran matematika, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran di luar sekolah formal.