Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

a Comparison of Lipid Profile in Ischemic Stroke Patiens with Diabetes Mellitus and Non-Diabetes Mellitus at Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis 2020 Niken Puspa Kuspriyanti; Dina Nabila Lestari; Sofie Kaniawati
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2022): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v16i2.4809

Abstract

Diabetes mellitus causes lipid profile abnormalities, resulting in dyslipidemia in diabetic patients leading to ischemic stroke. This research aims to contrast lipid profiles in ischemic stroke patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) and non-type 2 diabetes mellitus (non-T2DM) to prevent stroke recurrence, treat dyslipidemia in diabetes mellitus, and evaluate for treatment of T2DM and non-T2DM ischemic stroke patients. A cross-sectional design was conducted at RSUD Ciamis using secondary medical record data in 2020. The data was collected using a nonprobability sampling approach, with the sampling extent determined by inclusion and exclusion criteria. Univariate analysis was used to determine the quantity and calculation. Besides, an independent t-test and chi-square test was utilized to test two hypotheses in bivariate analysis. Multifaceted analysis in age, gender, hypertension, and coronary heart disease was incorporated to observe its influence on T2DM and non-T2DM ischemic stroke patients. By using four lipid profile indicators, the differences were only in the triglyceride. While the total cholesterol, low-density lipoprotein (LDL), and high-density lipoprotein (HDL) were insignificant. Meanwhile, hypertension and coronary heart disease (CHD) significantly affect the incidence of ischemic stroke.
Profil Mikroba Patogen dan Uji Kepekaan Antibiotik Dari Kasus Ulkus Kaki Diabetik Yang di Rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Periode 1 Januari 2019 Hingga 31 Desember 2021 Riani Inabah; Dadan Gardea; Niken Puspa Kuspriyanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.789 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11259

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah komplikasi dari diabetes melitus yang banyak ditemukan di Indonesia. Faktor penting dalam insiden ulkus kaki diabetik adalah infeksi bakteri. Dengan penelitian ini, peneliti berharap dapat mengetahui profil mikroba patogen dan uji kepekaan terhadap pemberian obat anti-bakteri kepada pasien kaki diabetik dengan ulkus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung periode 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2021. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan mengolah 62 data rekam medis pasien. Bakteri terbanyak yang ditemukan berdasarkan hasil kultur pasien ulkus diabetikum dalam penelitian ini yaitu Enterococcus faecalis ditemukan sebanyak 15 isolat bakteri (24%), Staphylococcus aureus ditemukan sebanyak 6 isolat bakteri (10%) dan Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae ditemukan sebanyak 5 isolat (8%). Berdasarkan uji kepekaan terhadap antibiotik Enterococcus faecalis memiliki sensitivitas tinggi terhadap penggunaan amoxicillin (87%), amoxicillin-clavulanate (87%) dan ciprofloxacin (87%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh International Working Group on the Diabetic Foot (IWGDF) bahwa kejadian ulkus kaki diabetik dipengaruhi oleh kejadian infeksi akibat mikroba komensal yang kemudian menjadi patogen, seperti 2 mikroba terbanyak yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Enterococcus faecalis dan Staphylococcus aureus dimana keduanya merupakan mikroba residen yang terdapat pada tubuh manusia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS TALAGA BODAS KOTA BANDUNG PADA TAHUN 2024 Aulia, Selvira; Fadhil, Muhammad; Kuspriyanti, Niken Puspa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43984

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini mengalami peningkatan sebesar 1,4%. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2022 menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi di Kota Bandung mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 78,92%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur mengenai metode kontrasepsi dengan penggunaan kontrasepsi mengingat bahwa pengetahuan merupakan faktor utama dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan 70 responden wanita usia subur. Dalam penelitian ini, variabel dependennya adalah penggunaan alat kontrasepsi, sedangkan variabel independennya adalah pengetahuan tentang metode kontrasepsi. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dirancang untuk menggali informasi dari para responden, di mana mereka diminta untuk mengisi kuesioner tersebut secara langsung, dan peneliti juga turut membantu responden dalam pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan data univariat dan bivariat (uji chi-square). Mayoritas responden, yaitu 36 orang (51,4%), berusia 20-35 tahun, 36 responden (51,4%) diketahui menggunakan kontrasepsi. Sebanyak 61,4% responden memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode kontrasepsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan wanita usia subur (p=0,001) dengan penggunaan kontrasepsi di Puskesmas Talaga Bodas Kota Bandung. Tingkat pengetahuan mengenai metode kontrasepsi berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi di Puskesmas Talaga Bodas Kota Bandung.
The relationship between hemoglobin levels and exercise intensity among students of the faculty of medicine Pasundan University Kuspriyanti, Niken Puspa; Fauzia, Shiva Rosita; Rachmadhiani, Ira Dewi
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2167

Abstract

Background: Hemoglobin (Hb) is an essential protein responsible for oxygen transport and plays an important role in maintaining physical and cognitive performance. Exercise intensity is often associated with changes in hemoglobin levels; however, evidence among medical students remains inconsistent. Academic demands may influence students’ physical activity patterns and, consequently, their hemoglobin status. Objective: This study aimed to analyze the relationship between exercise intensity and hemoglobin levels among medical students at the Faculty of Medicine, Pasundan University. Methods: This analytical observational study employed a cross-sectional design involving 112 medical students selected through purposive sampling. Exercise intensity was assessed using a structured questionnaire, and hemoglobin levels were measured using the EasyTouch® GCHb device. Data analysis included univariate analysis and Chi-Square tests to determine the association between exercise intensity and hemoglobin levels. Results: Most participants had normal hemoglobin levels (62.5% of females and 42.9% of males) and reported moderate exercise intensity (91.1% of females and 82.1% of males). Statistical analysis showed no significant relationship between exercise intensity and hemoglobin levels in females (p = 0.264) or males (p = 0.505). Conclusion: Exercise intensity was not significantly associated with hemoglobin levels among medical students. These findings suggest that hemoglobin status in this population may be more strongly influenced by other factors such as nutrition, hydration, stress, and sleep quality rather than exercise intensity alone.