Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBANGUNAN ECO TOURISM DI DESA KALISEMO Diah Setyawati Dewanti; Willis Diana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i4.4853

Abstract

Desa wisata menjadi salah satu upaya dalam peningkatan pendapatan keluarga dan desa melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan desa wisata harus memenuhi berbagai indikator salah satunya adalah memiliki potensi yang bersifat untuk menarik minat orang untuk datang dan membelanjakan uangnya di desa wisata tersebut. Desa Kalisemo memiliki berbagai potensi, baik dari potensi alam dan juga potensi karya seni dari masyarakat sekitar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi desa kreatif yang dimiliki oleh Desa Wisata Kalisemo, Kabupaten Purworejo. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini adalah dengan exploratory mixed methodology. Exploratory memiliki desain untuk mengeksplorasi fenomena yang ada di Desa Wisata Kalisemo. Untuk mendapatkan tujuan pengabdian KKN ini, maka explorasi desain penelitian dilaksanakan dengan beberapa pendekatan yaitu observasi, indepth interview dan group discussion. Pelaksanaan indepth interview dilaksanakan kepada beberapa stakeholders yang berhubungan secara langsung dalam pengembangan Desa Wisata Kalisemo. Indepth interview dilaksanakan kepada kepala lurah atau kepala desa dan kepala kecamatan. Group Discussion dilaksanakan dengan mengundang UMKM yang ada di Desa Kalisemo untuk dapat diidentifikasi kesiapan dan kemampuan mereka jika implementasi Desa Wisata Kalisemo. Di akhir kegiatan KKN di Desa Kalisemo, diundang beberapa pesepeda atau biker agar dapat mengikuti track funbike di Desa Kalisemo dengan diberikan atraksi-atraksi yang ada di Desa Kalisemo. Kegiatan funbike ini dilaksanakan dengan mengundang tamu khususnya dari UMY agar dapat bersama-sama memberikan masukan dalam identifikasi potensi Desa Wisata Kalisemo. Di dalam kegiatan ini, program pengabdian KKN juga akan mengambil data kuantitatif mengenai penilaian kesiapan Desa Wisata Kalisemo. Berdasarkan hasil survey, 88% partisipan funbike menyatakan Desa Kalisemo memiliki potensi eco-tourism dengan beberapa perbaikan yang diperlukan.
Livelihoods Assets Measurement as the Development of Tourism Village with Participatory Rural Appraisal (PRA) Diah Setyawati Dewanti; Willis Diana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.51.990

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu potensi peningkatan pendapatan desa dan juga masyarakat. Akan tetapi, kesiapan penilaian perlu dilakukan dalam pengembangan potensi yang dimiliki. Studi ini memiliki tujuan untuk mengukur beberapa aset livelihoods pada pengembangan desa wisata di Desa Kalisemo. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) di mana pendekatan ini dilakukan dengan partisipasi dari masyarakat dalam mengukur dan mengembangkan desa wisata. Penelitian ini adalah inisiasi pengembangan desa wisata. PRA dilakukan dengan pendekatan observasi, partisipasi kegiatan pengembangan desa wisata, dan wawancara. Observasi dilakukan selama dua bulan dan di dalam observasi, peneliti mengembangkan acara inisiasi bersama untuk memperkenalkan desa wisata kepada masyarakat umum di sekitar wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Wawancara dilakukan kepada masyarakat luar Desa Kalisemo dalam pelaksanaan kegiatan yang dinamakan Gowes Tebing Kalisemo dengan memperkenalkan potensi desa wisata Desa Kalisemo yang dilakukan ke-13 responden yang berasal dari Banyuasin, Karangrejo, dan Beru Tengah. Partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Desa Wisata Kalisemo menjadi potensi pengembangan cukup tinggi. Akan tetapi, ketidaksiapan infrastruktur dan atraksi wisata dinilai kurang. Aset alam menjadi dominasi atraksi yang diberikan oleh Desa Kalisemo. Pengembangan atraksi wisata yaitu flying fox menjadi rencana bagi pimpinan Desa Kalisemo
Pelatihan MS-PowerPoint Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMP Muhammadiyah Ngluwar Edi Hartono; Willis Diana; Syaikul Khabir Muhyidin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1034

Abstract

Kondisi sekolah menengah swasta yang memprihatinkan terjadi dibanyak daerah di Indonesia, salah satu contohnya adalah di SMP Muhammadiyah Ngluwar di Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang terus menurun dari tahun ke tahun. Bahkan ditahun 2022 jumlah siswa baru hanya sebanyak 15 orang. Sebenarnya dari sisi prasarana gedung cukup memadai, namun sarana pembelajaran masih jauh tertinggal. Pembelajaran diberikan oleh guru di depan kelas dengan alat bantu hanya papan tulis. Metode pembelajaran yang tentu kurang menarik lagi dimasa sekarang. Hal tersebut kemungkinan menjadi salahsatu penyebab sekolah ini kurang bisa berkembang. Kondisi pandemi Covid-19 juga menjadi pukulan tersendiri bagi sekolah-sekolah yang tidak siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia. Peningkatan mutu pembelajaran menjadi hal yang mutlak dilakukan di sekolah ini untuk bisa pelan-pelan mengangkat citra sekolah agar mampu bersaing dengan sekolah lain. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan sarana pembelajaran berupa hibah LCD proyektor dan speaker portatable. Peningkatan kualitas guru pengajar juga dilakukan agar memberikan pengajaran dengan metode yang lebih menarik. Pelatihan optimalisasi aplikasi MS-PowerPoint telah dilakukan kepada guru pengajar di SMP Muhammadiyah Ngluwar yang berjumlah 11 orang pada tanggal 25 Maret 2022. Hasil kuisioner menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam penggunaan aplikasi
Peningkatan Visibilitas Potensi Wisata dan Ekonomi Desa Kalisemo, Loano, Purworejo dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi Willis Diana; Diah Setyawati Dewanti; Ardian Dimas Prayoga; Salma Azizah; Erwin Santosa
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1129

Abstract

Ketersediaannya infrastruktur pada suatu wilayah memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Salah satu indikator yang menunjang perkembangan suatu wilayah adalah infrastruktur/prasarana jalan. Prasarana jalan terdiri dari bangunan pelengkap dan perlengkapannya untuk kelancaran, ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan. Potensi wisata alam dan potensi ekonomi yang besar di Desa Kalisemo perlu diekspos dan dikembangkan. Tim pengabdian masyarakat melakukan pemasangan 46 titik rambu jalan Desa Kalisemo. Titik petunjuk jalan ini terdiri dari nama-nama tempat perangkat Desa Kalisemo dan pemasangan titik lokasi potensi Desa Kalisemo di google maps. Pemasangan rambu jalan dan titik di google maps dapat memudahkan akses masyarakat dari luar Desa Kalisemo, dikarenakan Desa Kalisemo diproyeksikan menjadi desa wisata dengan menyuguhkan berbagai macam potensi desa. Masyarakat diharapkan dapat mengenal potensi Kalisemo melalui internet dan wisatawan diharapkan dapat mengetahui arah jalan di Desa Kalisemo yang mempunyai UMKM asli dari Desa Kalisemo. Beberapa potensi ekonomi seperti sentra kerajinan besek, sentra kerajinan pandai besi telah dibuatkan akun dalam google bisnis, sehingga memudahkan para konsumen untuk mencari lokasi bisnis tersebut dan lebih terekspos dalan google maps. Masyarakat sekitar sangat terbantu dan antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat dan berharap ada kelanjutan kegiatan serupa
Inisiasi Sekolah Siaga Bencana Pada SD Muhammadiyah Ngluwar Willis Diana; Edi Hartono; Muhammad Afzalurrahman; Virgina Dwiyas Alfaini
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.57.1131

Abstract

Sekolah siaga bencana tidak hanya terpaku pada unsur kesiapsiagaan, melainkan juga meliputi upaya-upaya mengembangkan pengetahuan secara inovatif untuk mencapai pembudayaan keselamatan, keamanan, dan ketahanan bagi seluruh warga sekolah terhadap bencana. Agar siswa dapat memahami bencana secara baik dan utuh, pendidikan kebencanaan di sekolah harus diintegrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran. SD Muhammadiyah Ngluwar merupakan sekolah dasar yang terletak di daerah Cabeyan Bligo Ngluwar Kab. Magelang, dengan jumlah siswa 378 (siswa laki-laki 209 dan siswa perempuan 169) dan jumlah rombongan belajar 17 rombangan belajar. Sebagai lembaga pendidikan, SD Muhammadiyah Ngluwar bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan agar siswa dapat mengembangkan potensinya dan membangun budaya, termasuk budaya siaga bencana. Menurut Peta Risiko Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Cabeyan Bligo Ngluwar sangat rentan terhadap risiko angin ribut, banjir lahar dingin Merapi, dan gempa bumi. Pengetahuan para tenaga pendidik terhadap penanggulangan bencana tentang sikap/tindakan, kebijakan sekolah, perencanaan kesiapsiagaan, dan mobilisasi sumber daya masih perlu ditingkatkan. Masalah mitra ini dapat diatasi melalui pendampingan dan pelatihan di sekolah siaga bencana atau satuan pendidikan bencana. Tim pelaksana dan pakar terkait memberikan dukungan dan pelatihan. Pada pengabdian masyarakat tahap awal ini akan dilakukan pelatihan kesiapsiagaan terhadap siswa kelas V, dan mendeskripsikan kemampuan awal dari warga sekolah terhadap kesiapsiagaan terhadap bencana dengan melakukan survei. Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa dan guru terhadap potensi bencana pada tingkat tinggi, panduan dan kebijakan sekolah pada tingkat rendanh, dan rencana tanggap darurat dan pengerahan sumberdaya pada tingkat sedang. Program berkelanjutan untuk mempersiapan sekolah Siaga bencana perlu dilanjutkan ditahun tahun ke depan. Pada tahun mendatang akan dipersiapkan ketersediaan dokumen kebijakan sekolah dan atribut kesiapan sekolah, termasuk informasi bencana dan mitigasinya, jalur evakuasi, dan titik kumpul
Effect of the Specimen’s Height on the Split-Tensile Strength of the Fibers Reinforced Clay-Lime-Rice Husk Ask Mixture Hartono, Edi; Muntohar, Agus Setyo; Diana, Willis; Hemeto, Abd. Dzargifar
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 10 No. 2 (May 2024)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.11305

Abstract

Various studies on the effect of specimen size on splitting tensile strength. However, geotechnical codes lack consensus regarding the recommended specimen diameter and height-to-diameter (H/D) ratio for the split tensile strength test. Hence, it is imperative to study the effect of the height-to-diameter ratio of the specimen on the outcomes of the split tensile strength test, especially for stabilized and fiber-reinforced soil. This research examines the effect of adding lime-rice husk ash and plastic fiber and the effect of specimen size on splitting tensile strength. The height of the specimen is varied, using a height-to-diameter ratio (H/D), namely 0.5, 1.0, 1.5, 2.0, and 2.5, in which the diameter is 70 mm. Two groups of specimens were prepared as stabilized clay without fibers and stabilized clay with 0.1% fibers. The lime required for stabilization is 10% of the dry weight of the soil. In this research, the lime and rice husk ash ratio was designed as 1:1. The splitting tensile strength test was carried out after the specimen was cured for seven days. The investigation indicates that the splitting tensile strength of the specimen without fibers reduces from 217 kPa to 150 kPa as the H/D ratio grows from 0.5 to 2.5. Conversely, the tensile strength of the specimen with fibers increases from 284 kPa to 357 kPa. The findings suggest that the fiber inclusion enhances the splitting tensile strength of the stabilized clay. The specimen size affects the splitting tensile strength, but the effect becomes less noticeable when the H/D ratio exceeds 2.5. From a fracture mechanism perspective, the specimen experiences mode II (shearing) due toa probable “flexural action” along its height. It remains challenging to conclude the dimensions of the test specimen or, at the very least, estimate the correction factor for the size-to-tensile strength ratio.
Effect of curing temperature on the soil physical and mechanical properties on clay shale geopolymer fly ash stabilization Hartono, Edi; Diana, Willis; Muntohar, Agus Setyo; Azhar, Muhammad; Indriani, Lia
SINERGI Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2025.1.005

Abstract

Clay shale is an easily degraded mudrock when exposed to weathering. The reduced strength due to degradation can be mitigated through soil stabilization. In recent years, soil stabilization using geopolymers has become one of the latest popular methods due to its economic benefits and lower carbon footprint. A widely used cementitious material for this method is fly ash-based geopolymer. The relationship between curing temperatures and the performance of clay shale stabilized with fly ash-based geopolymer has yet to be studied for the purpose of identifying a more effective stabilization method. In this study, clay shale was stabilized using geopolymer. The geopolymer was made of fly ash and an activator. Sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (Na2SiO3) as activators. The activator is diluted with water to create a 12 M mixture. Before the unconfined compressive strength test, the specimens were subjected to various curing temperatures from 26oC to 60oC. The test result shows that, in general, higher curing temperatures increased the dry density from 1.66 g/cm3 to 1.84 g/cm3. Meanwhile, the unconfined compressive strength multiplies about 3.5 times. Furthermore, the moisture content decreased after the curing process from 19% to 2.5%. This led to the specimen volume experiencing decrement due to the shrinkage during the curing period. The volume reduces from 67.7 cm3 to 63.5 cm3. In general, temperature plays a significant role in enhancing the strength of clay shale stabilized using fly ash-based geopolymer.
Unconfined Compressive Strength and Damage Evolution in Geopolymer-Stabilized Clay Shale: Role of Temperature and Alkali Activator Ratio Diana, Willis; Hartono, Edi; Muntohar, Agus Setyo; Abiyoga, Nurza Purwa
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 2 (May 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.22477

Abstract

Exposed clay shale is highly susceptible to weathering and rapid strength degradation, which often leads to slope and earth-structure instability. Geopolymer-based soil stabilization has emerged as a promising method to improve the mechanical properties of such problematic materials. However, this chemical stabilization process is sensitive to environmental conditions, particularly temperature fluctuations. The performance of geopolymer-stabilized clay shale under elevated-temperature conditions remains insufficiently investigated, particularly in tropical regions such as Indonesia, where temperatures can fluctuate between 25◦C and 40◦C, and the exposed ground surface may reach up to 60◦C during the dry season because of intense solar radiation. This study evaluates the effectiveness of fly ash–based geopolymer in stabilizing clay shale under temperature variations ranging from 26◦C to 60◦C. A series of laboratory experiments was conducted using two alkali activator ratios (Na2SiO3:NaOH), namely 2.0 (Ratio A) and 2.5 (Ratio B). Mechanical performance was assessed through unconfined compressive strength (UCS) tests, stress–strain analysis, and energy-based damage evolution to quantify strength development and failure behavior. The results indicate that temperature is the dominant factor controlling strength development. A 10◦C increase in curing temperature resulted in a 40–60% increase in UCS, whereas variations in the alkali activator ratio produced only a 15–20% increase. The highest strength amplification, reaching 16 times that of untreated soil, was achieved using Ratio B at 60◦C, while Ratio A showed strength stagnation above 50◦C. Microstructural observations suggest that elevated temperatures accelerate geopolymer gel formation, leading to higher initial stiffness and an expanded elastic region. However, this also resulted in more brittle behavior, characterized by a higher brittleness index and rapid post-peak damage propagation for Ratio B, whereas Ratio A exhibited greater ductility. Overall, higher curing temperatures increased the dissipated energy at failure and revealed a clear strength–ductility trade-off. These findings provide insights for optimizing geopolymer stabilization of clay shale, particularly for geotechnical applications in tropical environments where elevated in situ temperatures are common.
Comparative Stability Assessment of Dual Versus Single Reinforcement Configurations in Mechanically Stabilized Earth (MSE) Walls Hartono, Edi; Diana, Willis; Afifah Anis Tsamara , Ghina
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanically stabilized earth (MSE) walls are widely used in transportation infrastructure due to their cost efficiency, constructability, and adaptability. However, the performance implications of different reinforcement configurations under combined static and seismic loads remain insufficiently quantified. This study examines a 7.2 m MSE wall reinforced with either dual 30 kN strips or a single 50 kN strip, analyzing internal, external, and global stability using both manual calculations and Limit Equilibrium Method (LEM) with Geo5. Geotechnical properties, reinforcement reduction factors, traffic surcharges, and seismic coefficients were incorporated following national design standards. Manual methods applied Rankine and Coulomb formulations, while Geo5 captured soil–strip interface behavior. Results indicate that the dual 30 kN configuration achieved higher tensile and external stability factors, offering enhanced load distribution and redundancy, particularly advantageous under seismic or high-surcharge conditions. The single 50 kN configuration exhibited higher breakage resistance and construction simplicity, suitable for static or cost-driven scenarios. Manual and numerical results were closely matched, with differences typically below 10%, supporting the validity of LEM for design verification. These findings underscore the need to tailor reinforcement strategies to site-specific conditions and performance objectives. Future research should explore hybrid configurations and long-term monitoring to optimize cost-performance trade-offs in MSE wall design.
Evaluasi Pemadatan Tanah pada Proyek Pembangunan Gedung Diana, Willis; Hartono, Edi; Muntohar, Agus Setyo; Wulandary, Kartika
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.443 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.32720

Abstract

Pemadatan tanah merupakan salah satu metode yang efisien dan praktis untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kompresibilitas pekerjaan tanah. Namun, pekerjaan pemadatan harus dievaluasi untuk memenuhi persyaratan relatif terhadap berat volume kering maksimum (MDD) yang diperoleh dari uji pemadatan standar laboratorium. Umumnya metode yang digunakan untuk evaluasi kepadatan lapangan adalah uji kerucut pasir. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan relatif tanah timbunan pada konstruksi bangunan dengan menggunakan uji kerucut pasir. Prosedur pengujian mengikuti ASTM D1556 / D1556M-15e1 dan ASTM D698-12e2 untuk uji kerucut pasir dan uji pemadatan standar Proctor. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi kepadatan dan kadar air yang diperoleh dari uji lapangan pada proyek Dorm dan Research and Inovation Centre (RIC). Probabilitas (p) pekerjaan pemadatan yang melebihi 0,9MDD atau Rc=90% adalah p=13% dan p=18%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemadatan relatif rata-rata (Rc)  adalah 80% dan 82% pada proyek Dorm dan RIC dengan standar deviasi 8,69 dan 8,81.