Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Envirous

Evaluasi Monitoring Pelaksanaan RKL-RPL Sarana Pelayanan Umum Pendidikan Sarah Aulia; Muhammad Abdus Salam Jawwad
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.168

Abstract

Abstrak : Sarana pelayanan umum pendidikan yang diprakarsai oleh sebuah Yayasan X di Jawa Timur, menimbulkan dampak negatif berupa timbulnya pencemaran lingkungan. Dalam mengelola dampak negatif tersebut, pemrakarsa telah menyusun dan melaksanakan dokumen RKL-RPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketaatan yayasan X dalam melaksanakan dokumen Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh dengan cara melakukan kegiatan observasi lapangan dan wawancara secara langsung dengan pemrakarsa terkait kondisi eksisting yang terdapat di sarana pelayanan umum pendidikan. Sedangkan untuk pengumpulan data sekunder diperoleh dari dokumen yang pernah dimiliki yakni dokumen Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang belum sesuai arahan dalam dokumen RKL-RPL yakni terkait penyediaan TPS Limbah B3, sampling effluent STP, sampling up stream dan down stream, sampling udara ambien, sampling emisi genset, Persetujuan Teknis dan Surat Kelayakan Operasional Pembuangan Air Limbah karena belum terlaksana. Selebihnya, telah sesuai dengan arahan dalam dokumen RKL-RPL. Abstract : Public educational service facilities initiated by the X Foundation in East Java have had a negative impact in the form of environmental pollution. In managing these negative impacts, the initiator has prepared and implemented the RKL-RPL document. This research aims to fund the X foundation's compliance in implementing the Environmental Management and Monitoring Plan (RKL-RPL) document. The method used in this research is primary data collection and secondary data. Primary data was collected by conducting field observations and direct interviews with initiators regarding existing conditions in public educational service facilities. Meanwhile, secondary data collection was obtained from documents previously owned, namely the Environmental Management and Monitoring Plan (RKL-RPL) document. The research results show that there is some environmental management and monitoring that is not in accordance with the directions in the RKL-RPL document, namely related to the provision of B3 Waste TPS, STP waste sampling, upstream and downstream sampling, ambient air sampling, generator emission sampling, Technical Approval and Operational Feasibility Letter for Waste Water Disposal because it has not been implemented. The rest is in accordance with the Directions in the RKL-RPL document.
Perencanaan Sistem Pengomposan Sampah Dengan Metode Takakura Pada Fasilitas Pendidikan X Zuhria Oktaviani; Muhammad Abdus Salam Jawwad
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.169

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Fasilitas Pendidikan X menghasilkan sampah setiap harinya. Pada Fasilitas Pendidikan X terdapat aktivitas murid, guru, dan karyawan dengan total sebanyak 549 orang. Aktivitas tersebut menghasilkan timbulan sampah yang relatif besar pula. Tujuan perencanaan sistem pengomposan dengan metode takakura pada Fasilitas Pendidikan X untuk meminimalisir total timbulan sampah yang dihasilkan sebesar 0,411 m3/hari sebelum diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah organik sebesar 0,23 m3/hari sehingga sisa timbulan sampah menjadi sebesar 0,181 m3/hari. Metode takakura adalah teknik pengomposan sederhana yang memiliki keunggulan karena dapat di produksi pada area yang terbatas dan melalui proses fermentasi sehingga tidak menimbulkan bau. Berdasarkan perencanaan, didapatkan hasil kompos sebesar 2,31 m3/bulan atau sebesar 2.310 kg/bulan yang dapat dimanfaatkan. Pada dasarnya, kompos memiliki berbagai manfaat utamanya dapat mengurangi timbulan sampah organik pada Fasilitas Pendidikan X dengan memanfaatkan kembali sebagai pupuk organik yang selanjutnya dapat diaplikasikan pada tanah, dijadikan sebagai pupuk tanaman pada ruang terbuka hijau yang tersedia di Fasilitas Pendidikan X, serta dapat dijual kembali apabila hasil dari komposting yang didapatkan melebihi kebutuhan kompos yang dibutuhkan oleh Fasilitas Pendidikan X. ABSTRACT The educational facility X generates waste every day. In Facility X, there are activities involving students, teachers, and staff, totaling 549 people. These activities produce a relatively large amount of waste. The goal of planning a composting system using the Takakura method at Facility X is to minimize the total waste generation, which is currently at 0.411 m3/day, before it is transported to the Final Processing Site (TPA). This will be achieved by processing organic waste amounting to 0.23 m3/day, resulting in a remaining waste generation of 0.181 m3/day. The Takakura method is a simple composting technique that has the advantage of being producible in limited spaces and utilizes a fermentation process, thus preventing odors. According to the planning, a compost yield of 2.31 m3/month or 2,310 kg/month is obtained, which can be utilized. Essentially, compost has various primary benefits, including reducing the generation of organic waste at Facility X by reusing it as organic fertilizer that can be subsequently applied to the soil, used as plant fertilizer in the green open spaces available at Facility X, and can also be sold if the compost produced exceeds the compost needs of Facility X.