Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN: COVID-19 DAN PENELUSURAN KONTAK Novita Susilawati Barus; Grace Solely Houghty; Martha Octaria; Magda Fiske Rumambi; Shinta Marina Josephina S
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1482

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi yang menular dan menjadi tantangan secara global. Sampai dengan saat ini COVID-19 masih menjadi perhatian karena proses infeksi masih terus terjadi dan sampai saat ini berkembang menjadi strain virus baru dengan proses penyebaran yang sangat cepat. Hal ini menjadi tantangan yang harus menjadi perhatian semua pihak untuk bisa bangkit dan menjalani kehidupan di Era New Normal. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan tentang pengendalian pencegahan COVID-19 dan melakukan penelusuran kontak. Era New normal saat ini mendorong semua sektor masyarakat mempersiapkan diri untuk bangkit dan kembali beraktivitas diluar rumah baik untuk bekerja, beribadah dan aktivitas lainnya. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang COVID-19 dan cara melakukan penelusuran kontak COVID-19. Edukasi kesehatan diberikan pada tim sukarelawan dari Jakarta Praise Community Church (JPCC). Topik penyuluhan kesehatan yang diberikan adalah edukasi kesehatan tentang COVID-19 dan penelusuran kontak (contact tracing). Topik diberikan oleh tenaga pengajar kesehatan dari Universitas Pelita Harapan. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 49 peserta. Hasil penilaian pengetahuan dari peserta dengan rentang penilaian (0-100), setelah diberikan edukasi kesehatan sebanyak 48 orang (97.96%) mendapatkan skor nilai > 70 dan sebanyak 1 orang (2.04%) mendapatkan skor nilai < dari 70. Berdasarkan hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk edukasi kesehatan memberikan pemahaman yang baik kepada peserta tentang COVID-19 dan penelusuran kontak.
HUBUNGAN MOTIVASI MENJADI PERAWAT DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN TINGKAT DUA DI SALAH SATU UNIVERSITAS SWASTA INDONESIA [THE CORRELATION BETWEEN MOTIVATION TO PURSUE A NURSING CAREER AND THE LEARNING ACHIEVEMENT OF SECOND-YEAR NURSING STUDENTS AT A PRIVATE UNIVERSITY IN INDONESIA] Veronica Paula; Novita Susilawati Barus; Juliati Naibaho; Juniarti Ortu; Mafalda Mbolik
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v12i1.8298

Abstract

Becoming a nursing student requires strong motivation to ensure maximum learning outcomes, as the nursing profession involves managing disease conditions and dealing with people's lives.  Maximum learning achievement reflects a competent nurse who has the ability to meet patient needs and provide high-quality, satisfactory health services. Motivation encourages students to achieve their goals, and one impact of motivation on nursing students is that the higher the motivation to become a nurse, the greater the achievement they will attain. The purpose of this study was to find out the relationship between the motivation to become a nurse and the learning performance of a student of a nursing faculty in a private University in Indonesia. The data collection technique is total sampling with a sample of 295 respondents.  The research instrument used a motivation questionnaire to become a nurse and a learning achievement questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate assays with the Spearman rho correlation test. The results showed that there was no relationship between motivation to become a nurse and learning achievement (p-value: 0,091) with the value of the correlation coefficient -.0.099. Researchers can then look at other factors that affect learning performance such as interests, talents, memory, physical condition, gender, learning process, environment, support from loved ones, and others.BAHASA INDONESIA Menjadi mahasiswa perawat perlu memiliki motivasi yang tinggi untuk menjadi seorang perawat guna mencapai prestasi belajar yang maksimal, mengingat profesi keperawatan ialah profesi yang menyangkut kondisi penyakit bahkan nyawa seseorang. Prestasi belajar yang maksimal mencerminkan perawat yang berkompeten yang mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pasien serta memberikan pelayanan kesehatan yang memuaskan dan berkualitas. Motivasi sendiri akan mendorong mahasiswa dalam mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai, salah satu dampak motivasi pada mahasiswa keperawatan adalah semakin tinggi motivasi menjadi perawat semakin tinggi prestasi yang akan diraih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar mahasiswa fakultas keperawatan di salah satu universitas bagian barat. Teknik pengumpulan data adalah total sampling dengan instrumen penelitian yaitu angket motivasi untuk menjadi perawat dan angket prestasi belajar. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji korelasi rho Spearman.Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara motivasi menjadi perawat dengan prestasi belajar (nilai-p: 0,091). Peneliti selanjutnya dapat melihat faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja belajar seperti minat, bakat, memori, kondisi fisik, jenis kelamin, proses belajar, lingkungan, dukungan dari orang yang dicintai, dan lain-lain.