Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Penatalaksanaan Hepatitis B pada Populasi Khusus Filya A Hunou; Bradley J. Waleleng; Linda W. A. Rotty
Medical Scope Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v4i1.44645

Abstract

Abstract: Hepatitis B virus infection is still a big problem in public health worldwide. Hepatitis B contributes 80% to the cause of primary hepatocellular carcinoma and is also the second most common cause of cancer after smoking. In special populations, the management given is different from the management of hepatitis B patients who are not included in special populations. This is because in special populations there have been changes in the natural history of the disease, the risk of complications related to the liver, recommendations for VHB drugs to be used, and the duration of therapy. This study aimed to obtain the managemeny of hepatitis B in special populations. This was a literature review study using 10 literatures searched by using three data bases namely ProQuest, Pubmed, and ClinicalKey. Journals were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that the management of hepatitis B in special populations adjusted to the conditions of each population. In conclusion, the management of hepatitis B in special populations has a variety of treatments that are made according to the condition of each population, including the treatment strategy, drug selection, duration of administration, and monitoring needed during the therapy. Keywords: management of hepatitis B; special population   Abstrak: Infeksi virus hepatitis B merupakan masalah besar pada kesehatan masyarakat di dunia. Penyakit hepatitis B menjadi penyumbang sebesar 80% pada penyebab terjadinya karsinoma hepatoseluler primer dan juga menjadi penyebab kanker kedua terbanyak setelah rokok. Pada populasi khusus pentalakasanaan yang diberikan berbeda dari penatalaksanaan pada pasien hepatitis B yang tidak termasuk pada populasi khusus. Hal ini disebabkan pada populasi khusus telah terjadi perubahan riwayat alamiah penyakit, risiko komplikasi terkait hati, rekomendasi obat VHB yang akan digunakan, serta durasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan hepatitis B pada populasi khusus. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian literatur menggunakan tiga data base yaitu ProQuest, Pubmed, dan ClinicalKey. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kesepuluh literatur menjelaskan penatalaksanaan hepatitis B pada populasi khusus disesuaikan dengan kondisi masing-masing populasi. Simpulan penelitian ini ialah penatalaksanaan hepatitis B pada populasi khusus memiliki beragam penatalaksanaan yang dibuat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing populasi, mulai dari strategi pengobatan yang diberikan, pemilihan obat, durasi pemberian, serta pemantauan yang perlu dilakukan dalam terapi. Kata kunci: penatalaksanaan hepatitis B; populasi khusus
Asosiasi Kadar Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 5 Hemodialisis Alwerino Sitompul; Linda W. A. Rotty; Cerelia Sugeng
Medical Scope Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v4i1.44683

Abstract

Abstract: The prevalence of chronic kidney disease (CKD) increases every year, and majority of patients suffer from its complications namely anemia. Chronic inflammation also affects nutritional status, therefore, the patients tend to have a low body mass index (BMI). Low hemoglobin and BMI will cause a decrease in quality of life. This study aimed to determine the association of hemoglobin and BMI to the quality of life of patients with CKD stage 5 hemodialysis (CKD 5 HD). This was a cross-sectional study with 42 subjects with CKD 5 HD more than three months. Retrieval of hemoglobin data obtained through medical records, assessment of nutritional status by BMI calculations, and assessment of quality of life by interviewing the Short Form 36 questionnaire (SF-36). The results found that the analysis of the association between hemoglobin and the SF-36 score, carried out with the Pearson test, obtained a r-value of  0.330 and a p-value of 0.033. Analysis of the association between BMI and the SF-36 score carried out using the Kruskal-Wallis test, obtained a p-value of 0.890. In conclusion, there is an association between hemoglobin and quality of life, albeit, there is no association between BMI and quality of life in CKD 5 HD patients. Keywords: hemoglobin; body mass index; short form 36; chronic kidney disease; hemodialysis    Abstrak: Prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) meningkat setiap tahunnya dan mayoritas pasien mengalami komplikasi PGK yaitu anemia. Inflamasi kronik juga berpengaruh terhadap status nutrisi sehingga pasien tersebut cenderung memiliki indeks massa tubuh (IMT) rendah. Rendahnya hemo-globin dan IMT akan menyebabkan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menge-tahui asosiasi hemoglobin dan IMT terhadap kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 hemodialisis (PGK 5 HD). Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan subjek sebanyak 42 pasien PGK 5 HD lebih dari tiga bulan. Pengambilan data hemoglobin diperoleh melalui rekam medik, penilaian status nutrisi dengan perhitungan IMT, dan penilaian kualitas hidup diperoleh dengan wawancara kuesioner Short Form 36 (SF-36). Analisis asosiasi antara hemoglobin dengan skor SF-36. Hasil analisis dengan uji Pearson mendapatkan nilai r=0,330 dan p=0,033. Analisis asosiasi antara IMT dengan skor SF-36, yang dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis mendapatkan nilai p=0,890. Simpulan penelitian ialah terdapat asosiasi antara hemoglobin dengan kualitas hidup namun tidak terdapat asosiasi antara IMT dengan kualitas hidup pada pasien PGK 5 HD. Kata kunci: hemoglobin; indeks massa tubuh; short form 36; penyakit ginjal kronik; hemodialisis
Tingkat Depresi, Cemas, dan Stres pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Johanes A. Mastan; Linda W. A. Rotty; Harlinda Haroen; Cecilia Hendratta; Pearla Lasut
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i2.53335

Abstract

Abstract: Chemotherapy in cancer patients has psychological impacts which are depression, anxiety and stress. This study aimed to evaluate the levels of depression, anxiety and stress in cancer patients undergoing chemotherapy. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using non-probability sampling with purposive sampling technique. Subjects were cancer patients undergoing chemotherapy at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital aged over 18 years old, not pregnant, and not having an infectious disease. Assessment of levels of depression, anxiety and stress using DASS-42. The results obtained 62 patients undergoing chemotherapy; 47 were women (75.8%). The median and interquartile age range was 52 (14.75) years and body mass index (BMI) was 22 (5.17), 42 patients having an income <3.5 million rupiahs (67%), 36 patients with duration of illness >1 year (58%) and the majority of patients (79%) were in marital status. Among subjects, 23% experienced depression, 40% experienced generalized anxiety disorder, and 21% experienced stress. In conclusion, patients undergoing chemotherapy can experience depression, anxiety and stress disorders. Keywords: depression; anxiety; stress; chemotherapy; cancer patients   Abstrak: Kemoterapi pada pasien kanker memiliki dampak psikis yaitu depresi, cemas, dan stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat depresi, cemas, dan stres pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ialah pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dengan usia di atas 18  tahun, tidak hamil, dan tidak sedang dalam pengobatan penyakit infeksi. Penilaian tingkat depresi, cemas, dan stres menggunakan DASS-42. Hasil penelitian mendapatkan­ 62 pasien yang menjalani kemoterapi; 47 pasien ialah perempuan (75,8%). Median dan interquartil range usia ialah 52 (14,75) tahun dan  IMT 22(5,17), dengan 42 pasien mempunyai pendapatan <3,5 juta rupiah  (67%),  36 pasien dengan lama sakit  >1 tahun (58%) dan sebagian besar pasien (79%) dalam status kawin. Sebanyak 23% pasien mengalami depresi, 40% gangguan cemas menyeluruh, dan 21% mengalami stres. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani kemoterapi dapat mengalami gangguan depresi, cemas dan stres. Kata kunci: depresi; cemas; stres; kemoterapi; pasien kanker