Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perencanaan Air Bersih Di Kampung Dembek Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat Dessy F. Atururi; Tiny Mananoma; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber utama kehidupan manusia. Kampung Dembek di Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Propinsi Papua Barat belum ada sistem penyediaan air bersih,sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Berangkat dari kondisi ini maka perlu dilakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih. Sistem penyediaan air bersih direncanakan sampai tahun 2032. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Prediksi ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit pada mata air sehingga didapati debit sesaat sebesar 1,53 liter/detik. Prediksi jumlah kebutuhan air bersih melalui proyeksi dengan analisis Regresi Eksponensial. Diperoleh jumlah pertumbuhan penduduk adalah 995 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum sebesar 0,881 liter/detik. Analisis sistem perpipaan transmisi dan distribusi menggunakan persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2.Material pipa yang digunakanadalah jenis HDPE. Perencanaan penyediaan air bersih untuk menangkap air di mata air menggunakan bak penangkap mata air (bronkaptering) kemudian air dialirkan melalu pipa ke bak penampung selanjutnya dialirkan ke Hidran Umum. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Kampung Dembek Kecamatan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan Propinsi Papua Barat sampai tahun 2032, dibutuhkan 10 Hidran Umum dengan sistem gravitasi. Kata kunci: air bersih, Kampung Dembek, Manokwari
Kajian Pengendalian Banjir Di Sungai Kombi Desa Kombi Kabupaten Minahasa Deniel J. Sakudu; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kombi merupakan sungai yang mangalir dari pegunungan Lembean lalu melintasi desa Kombi. Pada saat intensitas hujan yang tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri desa Kombi. Maka dilakukan penelitian dari aspek Hidrologi dan Hidraulika terkait besar debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang potensial terjadi sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian bencana tersebut. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Paleloan. Penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini dilakukan kalibrasi parameter – parameter untuk mendapatkan debit puncak yang mendekati data debit puncak sungai kontrol. Selanjutnya dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang diinput pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air terhadap penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi di STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, dan STA 0+150 pada semua debit banjir kala ulang. Kemudian untuk STA 0+75, STA 0+175 dan STA 0+200 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun, lalu meluap pada kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 tahun dan kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kombi, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Peningkatan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Tumaratas Dua Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Cyndy M. Pangkey; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tumaratas Dua merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Langowan barat Kabupaten Minahasa. Masyarakat memanfaatkan air bersih dari sumber mata air pengunungan yaitu gunung Soputan menggunakan sebuah bak penampungan serta pipa transmisi dan disuplai yang hanya sebatas hidran umum, ada juga masyarakat yang menggunakan sumur. Saat musim kemarau banyak sumur mengalami kekeringan, dan saat musim hujan air sumur menjadi keruh. Karena itu, masyarakat memanfaatkan mata air dari pengunungan. Berangkat dari persoalan tersebut maka perlu adanya peningkatan sistem jaringan penyediaan air bersih. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit mata air sehingga didapat debit sebesar 4,18 liter/detik. Proyeksi kebutuhan air bersih diperoleh melalui analisis regresi linier. Jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun 2042 mencapai 2039 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum 1,880 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke hidran umum . Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Tumaratas Dua sampai tahun 2042, dibutuhkan 21 Hidran Umum dengan dimensi 4 m³. Kata kunci: Desa Tumaratas Dua, air bersih
KAJIAN EFEKTIFITAS GULLY PLUG DALAM PENGENDALIAN RUN OFF DI KAWASAN HULU DAS PULISAN Kelvin Haryono Auwyanto; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v11i1.975

Abstract

The flood problem in Pulisan village that occurred in 2019 is one of the problems that needs to be addressed immediately because it causes losses to residents living around the river, and disrupts vehicle traffic. One of the causes of flooding in the Pulisan river is the magnitude of the run off and the large flow rate so that potential flooding events can occur. Therefore, run-off control is needed in the upstream area of the Pulisan river. Pulisan watershed has a total watershed area of 3.25 km2 and has 9 tributary channels. The location reviewed is in the Pulisan river channel with selected sections is the channel of 5 Pulisan rivers which has a watershed area of 0.2512 Km2. The Araren-Pigrandma MRG rain post and the Maen Climatology rain post are sources of maximum daily rainfall data used with a time span of 2002 to 2021. HEC-HMS software is used to obtain the parameters needed to obtain a peak discharge of 2.2 m3 / second and a planned flood discharge. HEC-RAS software to analyze water level and flow rate when using gully plug. The simulation results show that from several types of gully plugs, a significant reduction in flow speed is in type 60 gully plugs, namely the flow speed to 0.6 – 1 m / second, the flow speed does not cause deposits in the channel.
Evaluasi Kapasitas Tampung Penampang Sungai Kekewuran Di Titik Jembatan Perumahan Kharisma Koka Terhadap Debit Banjir Rencana Rayza D. P. Tubagus; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kekewuran adalah salah satu sungai di Kabupaten Minahasa yang melintasi kawasan perumahan Kharisma Koka. Sebagai kawasan perumahan yang dilintasi sungai salah satu persyaratannya ialah kondisi keadaan bebas dari banjir akibat meluapnya air sungai. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas tampung penampang sungai Kekewuran. Penelitian ini dilakukan di ruas sungai Kekewuran dengan Luas DAS 22 ha / 0,22 km2. Untuk data curah hujan harian maksimum didapat dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dengan memperhatikan pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS. Dengan metode poligon-Thiessen didapati pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS Kekewuran ialah pos hujan Tikala-Sawangan. Selanjutnya, analisis frekuensi hujan diawali dengan penentuan tipe distribusi hujan. Pada tugas akhir ini tipe distribusi yang digunakan ialah tipe distribusi Log-Pearson III dan kemudian dilanjutkan dengan perhitungan besar hujan rencana dengan berbagai kala ulang. Debit rencana adalah debit yang dipakai sebagai dasar untuk menganalisis kapasitas tampung penampang sungai. Pada perhitungan debit rencana menggunakan metode rasional karena memiliki DAS yang relatif kecil. Selanjutnya debit rencana untuk berbagai kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Kekewuran yang ditinjau masih bisa menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kekewuran, Metode Rasional, HEC-RAS
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Sulawesi Utara Anggie G. M. Rantung; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52410

Abstract

Sungai Ranowangko adalah salah satu Sungai terpanjang di Sulawesi Utara, yang alirannya melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dan sebagian desa di Kabupaten Minahasa. Beberapa Tahun yang lalu hujan deras mengakibatkan debit air di Sungai Ranowangko meningkat. Luapan air di sungai menggenangi pemukiman warga di sekitar daerah aliran sungai Ranowangko. Dengan demikian perlu dilakukan analisis debit banjir dan Tinggi muka air. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang di ambil dari pos Klimatologi hujan Malalayang – kakaskasen dan Tara – Tara pada tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convervation Service serta baseflow menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Hasil debit puncak menunjukan 219 m3 /det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program computer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+25 sampai 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Sungai Ranowangko; Banjir; HEC-HMS; HEC-RAS
Pengendalian Potensi Banjir Sungai Talawaan Di Desa Tumbohon Kabupaten Minahasa Utara Muhammad A. Tumian; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54510

Abstract

Sungai Talawaan adalah sungai yang melewati Desa Tumbohon, Kabupaten Minahasa Utara. Berdasarkan informasi dari warga yang tinggal di daerah sekitar sungai, pada awal tahun 2023 terjadi peningkatan intensitas curah hujan sehingga menyebabkan banjir, yang merugikan karena merendam perumahan warga dan mengakibatkan kerusakan jembatan di Desa Tumbohon. Dengan demikian diperlukan upaya pengendalian potensi banjir dengan menganalisis terhadap besarnya debit banjir dan tinggi muka air sungai Talawaan. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data Hujan yang digunakan hanya dari satu pos hujan yaitu pos hujan Talawaan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2022. Setelah didapat besar hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah curve number. Hasil debit puncak menunjukan 3,580 m3/det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+25 sampai STA 0+200 pada debit banjir kala ulang 5 tahun (Q5) sampai 100 tahun (Q100). Kata kunci: Sungai Talawaan, Banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Neraca Air Sungai Ranowangko Di Titik Bendung Ranowangko 1 Kelurahan Woloan Satu Utara Kota Tomohon Zefanya I. G. Pangemanan; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54556

Abstract

Sungai Ranoawangko yang mengalir melewati beberapa kelurahan di Kota Tomohon dimanfaatkan untuk mengairi lahan irigasi. Akan tetapi, dibeberapa periode, debit sungai Ranowangko mengalami penurunan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan studi mengenai neraca air dan melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air Sungai Ranowangko di titik Bendung Ranowangko 1. Analisis Neraca Air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung berdasarkan seri data debit tahun 2008- 2021 yang bersumber dari Balai Wilayahh Sungai Sulawesi I dan transformasi hujan menjadi aliran menggunakan metode NRECA. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air irigasi. Hasil analisis neraca air pada Sungai Ranowangko di titik Bendung Ranowangko 1 menunjukan debit sungai yang tersedia masih mampu melayani lahan irigasi total pada periode Feb I, Feb II, Mar I, Apr II, Nov I, Nov II, Des I, Des II, tetapi pada periode Jan I, Jan II, Mar II, Apr I, Mei I, Mei II, Jun I, Jun II, Jul I, Jul II, Ags I, Ags II, Sep I, Sep II, Okt I, Okt II belum mampu melayani lahan irigasi karena ketersediaan air masih lebih kecil dari kebutuhan air. Kata kunci: Sungai Ranowangko, Metode NRECA, neraca air
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Serawet Kecamatan Likupang Timur Muhammad A. Z. Safii; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54568

Abstract

Sungai serawet adalah salah satu sungai yang terletak di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Tahun 2023 terjadi hujan deras yang mengakibatkan debit air di sungai serawet meningkat yang mengakibatkan luapan air sungai menggenangi pemukiman warga di sekitar aliran sungai Serawet. Dengan demikian perlu dilakukan analisis debit banjir dan tinggi muka air. Analsis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang di ambil dari pos Hujan Talawaan dan Pos Hujan Klimatologi Maen pada tahun 2008 s/d 2022. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convervation Service serta baseflow menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah curve number. Hasil debit puncak menunjukan 30,3 m3 /det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program computer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+50 sampai 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Sungai Serawet, banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Neraca Air Bendung Dodokuseng Daerah Irigasi Noongan Kabupaten Minahasa Injilia P. Timbuleng; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54716

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis neraca air di Bendung Dodokuseng, yang merupakan bagian dari daerah irigasi Noongan di Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa. Dilihat dari pemanfaatan air yang sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, maka dengan melakukan review neraca air, diharapakan dapat memberikan pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya air yang optimal. Analisis ini menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) untuk menghitung ketersediaan air, yang juga diikuti oleh data-data penunjang, yaitu data curah hujan, data topografi dan klimatologi, serta data debit terukur sungai. Hasil dari analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air untuk pemenuhan kebutuhan irigasi ditambah dengan kebutuhan untuk pemeliharaan sungai, tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi. Namun, terjadi surplus air apabila tidak memperhitungkan kebutuhan pemeliharaan sungai. Kata kunci : Bendung Dodokuseng, Metode NRECA, neraca air