Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETAHANAN BERSEKOLAH PENDUDUK USIA 7-18 TAHUN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 Boy Ampristi; Yaya Setiadi
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2019 No 1 (2019): Seminar Nasional Official Statistics 2019
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.307 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2019i1.187

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutamanya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Pendidikan diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan nasional serta pembangunan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu pendidikan merupakan salah satu tujuan dari Sustanaible Development Goals (SDGs) pada tujuan keempat. Pemerintah sudah mengupayakan perbaikan pendidikan melalui berbagi program, salah satunya program wajib belajar. Namun belum sepenuhnya mengatasi permasalahan dalam bidang pendidiakan. Salah satu daerah yang mengalami permasalahan tersebut adalah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini digambarkan dari angka putus sekolah tertinggi diwilayah barat Indonesia, rata-rata lama sekolah terendah di wilayah barat Indonesia dan terendah ke lima secara nasional, banyaknya penduduk yang hanya menamatkan pendidikan dasar dan menurunya tingkat partisipasi sekolah. Selain itu, terdapat kesenjangan pendidikan antara daerah perdesaan dan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis ketahanan hidup distribusi Gompertz untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan bersekolah penduduk daerah perdesaan dan perkotaan usia 7-18 tahun di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian, untuk daerah perdesaan terdapat lima variabel bebas yang signifikan, yakni: bantuan KIP, pendidikan KRT, lapangan usaha KRT, status kemiskinan dan status orangtua. Sementara itu, untuk daerah perkotaan terdapat tiga variabel bebas yang signifikan, yakni: pendidikan KRT, status kemiskinan dan status orangtua.