Nurmalia Lusida
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul terhadap Tekanan Darah Lansia Wanita di Tangerang Selatan Andriyani Andriyani; Sutanto Priyo Hastono; Nurmalia Lusida; Munaya Fauziah; Ernyasih Ernyasih; Yosi Duwita Arinda
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.147-154

Abstract

Peningkatan tekanan darah atau hipertensi berkontribusi pada tingginya insiden morbiditas dan mortalitas pada lansia dengan 9,4 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Salah satu Provinsi yang memiliki prevalensi hipertensi lebih tinggi dari angka rerata nasional (8,34%) adalah Provinsi Banten (8,61%) dimana Kota Tangerang Selatan, salah satu kota di Provinsi Banten, menduduki peringkat tertinggi penderita hipertensi. IMT dan lingkar pinggang dianggap sebagai indikator prediksi hipertensi pada pria dan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMT dan RLPP terhadap Tekanan Darah Sistolik (TDS) lansia wanita di Tangerang Selatan. Hasil pengukuran IMT dan RLPP menunjukkan bahwa lansia memiliki rerata IMT overweight (> 25,0) dengan standar deviasi 4,04 kg/m2. Adapun RLPP lansia wanita memiliki rerata 89,97 cm dengan standar deviasi 11,53 cm. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan RLPP dengan TDS dan TDD pada lansia wanita di Kota Tangerang Selatan. Hasil uji korelasi lebih kuat terhadap TDS dan TDD ditunjukkan oleh RLPP dibandingkan dengan IMT dengan kekuatan uji 0,526. Perlu dilakukan intervensi berupa monitoring status gizi serta edukasi yang disertai dengan olahraga bersama yang dilakukan rutin pada lansia wanita agar terhindar dari risiko obesitas dan akibat TDS dan TDD tidak normal serta komplikasi lainnya.
Urban environmental determinants of respiratory health: The role of air pollution, housing conditions, and green open space Tuti Yelvianti; Muhammad Fachri; Nurmalia Lusida
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9 Number 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i3.3211

Abstract

Background: Rapid urbanization has increased exposure to multiple environmental stressors including air pollution, inadequate housing, and limited access to green open spaces, all of which adversely affect respiratory health. Understanding the interplay of these factors is essential for developing evidence-based urban health policies. Purpose: To synthesize evidence on the determinants of urban environments — specifically air pollution, housing conditions, and green open spaces — and their effects on respiratory health outcomes. Method: This study employed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) methodology. Literature searches were conducted using keywords "urban environment", "air pollution", "housing", "green space", and "respiratory health" across databases. A total of 15 articles published between 2022 and 2025 met the inclusion criteria. Results: Evidence consistently demonstrates that exposure to PM2.5, NO2, and traffic-related air pollutants is significantly associated with reduced lung function and increased incidence of asthma, COPD, and acute respiratory infections. Poor housing conditions — particularly overcrowding, dampness, and inadequate ventilation — exacerbate respiratory disease burden. Access to green open spaces was associated with protective respiratory effects. Conclusion: Urban environmental determinants collectively and interactively shape respiratory health. Integrated urban planning that reduces air pollution, improves housing standards, and expands green infrastructure is critical for respiratory health promotion in rapidly growing cities.