Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Gaya Geser Dasar pada Gedung Bertingkat dengan Konsep Perpindahan Langsung Ayuddin, Ayuddin
TEKNIKA SAINS Vol 8, No 2 (2023): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v8i2.2733

Abstract

Dalam melakukan perhitungan struktur gedung tahan gempa telah dikembangkan suatu metode desain struktur dengan konsep perpindahan langsung. Dengan konsep ini didefinisikan sebagai prosedur analisis yang didasarkan atas penentuan sudut simpangan maksimum pada suatu balok sebagai fokus utama. Penelitian ini digunakan metode analisis untuk aplikasi konsep perpindahan langsung pada struktur gedung bertulang dengan model gedung asimetrik 5 dengan ketinggian gedung sebesar 18.20 m.Tujuan penelitian dari analisis ini adalah untuk mengetahui gaya geser dasar (Vb) yang terjadi dan dilakukan perbandingan dari hasil gaya geser dasar (Vb) metode konvensional. Hasil analisis ini didapat gaya geser dasar (Vb) pada metode perpindahan langsung sebesar 1194,937 kN dan hasil analisis dari metode konvensional didapatkan gaya geser dasar (Vb) sebesar 1025.556 kN. Perbedaan hasil yang didapatkan gaya geser dasar (Vb) yang didapatkan antara metode konvensional (berbasis gaya) dengan metode perpindahan langsung menunjukkan tidak signifikan perbedaanya yaitu 16.52 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa metode perpindahan langsung ini dapat digunakan sebagai basis alternatif desain konstruksi tahan gempa.
Pelatihan Membuat Biopori untuk Resapan Air di Desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Ayuddin, Ayuddin; Lululangi, Mithen; Sampebua, Onesimus
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan PKM ini adalah sebagai berikut : (1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang pentingnya kondisi lingkungan yang sehat untuk rumah panggung, khususnya model biopori resapan air dalam penggulangan genangan air yang berkepanjangan, dan (2) meningkatkan keterampilan mitra membuat biopori resapan air. Metode yang digunakan adalah: (1) Melakukan perizinan, persiapan lokasi, dan sosialisasi. Strategi yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab. (2) Melakukan penyuluhan. Strategi yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. (3) Melakukan pelatihan dan pendampingan. Strategi yang digunakan adalah demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah: (1) mitra memiliki pengetahuan tentang kondisi lingkungan yang sehat, khususnya cara membuat biopori resapan air, (2) mitra memiliki keterampilan membuat biopori resapan air yang berhubungan dengan lingkungan yang sehat, khususnya cara membuat biopori resapan air, dan (3) terwujud 15 titik pembuatan biopori resapan air yang terbuat dari lubang pipa paralon dan berfungsi dengan baik sebagai salah satu alternatif meningkatkan kualitas lingkungan yang sehat tanpa genangan air berkepanjangan di desa Samangki Kecamatan Simbang Kabupaten Maros.
Pelatihan Pembuatan Maket Kontur sebagai Media Pembelajaran Teknik pada Siswa SMK Negeri 1 Tana Toraja Natsir, Taufiq; Ayuddin, Ayuddin; Ridwan, Ridwan
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.80863

Abstract

Abstrak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan praktis siswa SMK Negeri 1 Tana Toraja dalam pembuatan maket kontur sebagai media pembelajaran dan representasi bentuk lahan. Kegiatan ini dikembangkan sebagai respon atas minimnya sarana praktik dan terbatasnya pemahaman siswa terhadap interpretasi kontur secara visual. Pelatihan dirancang menggunakan pendekatan project-based learning yang menempatkan siswa sebagai pelaksana utama pada setiap tahap produksi, mulai dari analisis peta kontur, pengaturan skala, penyusunan pola, pemotongan bahan, hingga perakitan dan penyelesaian akhir maket. Sebanyak 30 siswa dari kompetensi keahlian Teknik Gambar Bangunan dan Geomatika mengikuti program ini. Selama proses pelatihan, peserta memperoleh pendampingan intensif, demonstrasi teknik, serta akses kepada modul digital dan video tutorial yang dikembangkan oleh tim pelaksana. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman konsep topografi, ketelitian dalam pemotongan dan penyusunan lapisan kontur, serta kemampuan menghasilkan maket yang tepat dan rapi. Selain luaran berupa maket kontur berukuran A3, program ini juga menghasilkan katalog karya digital dan rancangan teaching factory sederhana untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara praktik langsung, media visual, dan pemanfaatan bahan ajar digital mampu memperkuat kualitas pembelajaran vokasi serta meningkatkan kesiapan siswa dalam memahami representasi bentuk lahan secara aplikatif.Kata Kunci: Maket Kontur, Pendidikan Vokasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, Media Topografi, Keterampilan Teknik
Penerapan Teknologi Septictank Ramah Lingkungan Pada Rumah Nelayan di Pulau Sabutung Kabupaten Pangkep Ayuddin, Ayuddin; Rahmansah, Rahmansah; Rizal, Rahmat
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i1.80880

Abstract

Abstrak. Tujuan PKM ini adalah sebagai berikut : (1) meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi septictank ramah lingkungan yang sesuai dengan kondisi geografis Pulau Sabutung yang berpasir dan memiliki muka air tanah tinggi, (2) mengurangi pencemaran lingkungan laut dan pesisir akibat pembuangan limbah domestik secara langsung ke laut, sehingga kualitas air laut dan ekosistem pesisir dapat terjaga, dan (3) meningkatkan keterampilan  mitra membuat  drainase dan bak penampungan air kotor. Metode yang digunakan adalah: (1) Melakukan perizinan, persiapan lokasi, dan sosialisasi. Strategi yang digunakan adalah diskusi dan tanya jawab. (2) Melakukan penyuluhan. Strategi yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. (3) Melakukan pelatihan dan pendampingan. Strategi yang digunakan adalah demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah: (1) mitra memiliki pengetahuan tentang kondisi lingkungan yang sehat untuk rumah panggung, khususnya pada pola pengaliran drainase dan bak penampungan air kotor dari buangan air kotor rumah panggung, (2)  mitra memiliki keterampilan membuat konstruksi yang berhubungan dengan lingkungan yang sehat untuk rumah panggung, khususnya drainase dan bak penampungan air kotor, dan (3) terwujud satu unit drainase dan satu unit bak penampungan air kotor  berfungsi baik sebagai salah satu alternatif meningkatkan kualitas lingkungan di pulau Gusung kabupaten Pangkep.Kata kunci: Drainase, Bak Penampungan, Pengetahuan dan Ketrampilan
Pengaruh Pemanfaatan Bahan Tambah Fly Ash dan Admixture Tipe F Terhadap Pengurangan Penggunaan Semen Portland dari Kuat Tekan Beton Ayuddin, Ayuddin
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4620

Abstract

Perencanaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan bahan tambah mineral fly ash dan variasi dosis superplasticizer tipe F terhadap pengurangan penggunaan semen Portland berdasarkan kuat tekan beton. Fly ash digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen, sedangkan superplasticizer tipe F berfungsi meningkatkan workabilitas dan performa beton melalui pengurangan faktor air-semen. Variasi campuran yang digunakan meliputi penggantian semen dengan fly ash sebesar 15%, 20%, dan 25%, serta penambahan superplasticizer tipe F sebesar 0,25%, 0,45%, dan 0,65% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7, 14, dan 28 hari untuk mengetahui perkembangan kekuatan beton terhadap waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fly ash sebesar 20% dan superplasticizer tipe F sebesar 0,45% menghasilkan kuat tekan optimum yang mendekati bahkan sedikit melampaui kuat tekan beton normal. Penggunaan fly ash sebesar 15% memberikan peningkatan kuat tekan awal yang baik, sedangkan pada kadar 25% terjadi penurunan kuat tekan akibat berkurangnya reaksi pozzolanik pada tahap awal hidrasi. Penambahan superplasticizer sebesar 0,45% terbukti paling efektif dalam meningkatkan workability dan pemadatan beton, sedangkan dosis 0,65% cenderung menurunkan kekuatan akibat peningkatan kadar udara terperangkap. Secara keseluruhan, pemanfaatan fly ash hingga 20% dengan superplasticizer tipe F 0,45% dapat menurunkan kebutuhan semen Portland tanpa mengurangi kuat tekan beton, sekaligus mendukung pengembangan beton ramah lingkungan dan efisiensi material konstruksi.