Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kemiripan Model Proses Bisnis Menggunakan Algoritma Heuristik Septia Dusitella Sembiring; Dana Sulistiyo Kusumo; Angelina Prima Kurniati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap organisasi maupun perusahaan memiliki satu atau beberapa proses bisnis untuk mendukung analisis, desain ulang dan implementasi dari sebuah aktivitas. Permasalahan yang terjadi adalah ketika satu atau beberapa proses bisnis memiliki beberapa kesamaan sehingga harus mengidentifikasi efektifitas maupun efisiensi pada model proses bisnis yang berbeda. Pada penelitian ini penulis akan menganalisis kemiripan model proses bisnis dengan metode struktural menggunakan algoritma heuristik pada studi kasus pelaksanaan Tugas Akhir (TA) Universitas Telkom. Hasil dari penelitian ini yaitu penentuan tingkat kemiripan dilakukan dengan cara menghitung string edit distance, string edit similairty, pemetaan dengan algoritma heuristik, graph edit distance dan graph edit similarity secara berurutan. Juga tingkat kemiripan antara dua proses bisnis dan perbandingan cara kerja pada algoritma heuristik dibandingkan dengan menggunakan A*. Kata kunci : proses bisnis, kemiripan struktural, algoritma heuristik, A*
Evaluasi E-Learning Menggunakan Value Model ( Studi Kasus : Pembelajaran Jarak Jauh Telkom University ) Hamdi Hamdi; Dana Sulistiyo Kusumo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi pengaruh pada perkembangan dibidang pendidikan salah satunya yaitu penerapan E-Learning. Universitas Telkom sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan untuk mahasiswa magister. Akan tetapi belum tersedianya informasi mengenai kelebihan dan kekurangan e-learning tersebut menyebabkan sulitnya melakukan perbaikan pada kualitas e-learningi. Maka dari itu perlu dilakukan evaluasi untuk menentukan prioritas peningkatan dari e-learning Telkom University. Evaluasi akan menggunakan metodologi value model yang dikembangkan berdasarkan empat teori yaitu information system evaluation, technology acceptance model, information success model dan e service. Dimana value model ini terdiri dari 3 layer yaitu efisiensi, efektivitas dan dampak perilaku penguna dimasa depan. Metode ini digunakan untuk mengubah data evaluasi ke bentuk bisnis analisis. Ada sembilan langkah yang akan dilakukan antara lain menentukan value model, mengumpulkan data evaluasi pengguna, menghitung cronbach alpha, menghitung rata rata untuk dimensi dan sub dimensi, esitmasi regresi, analisis korelasi dari nilai dimensi, membuat high level value model, analisis korelasi dari nilai sub dimensi dan terakhir mengidentifikasi prioritas peningkatan. Hasil penelitian berupa analisis terhadap kelebihan dan kekurang pembelajaran jarak jauh Universitas Telkom selama ini serta analisis prioritas peningkatannya. Kata kunci : Evaluasi, Value Model, E Learning, PJJ Universitas Telkom
Pengujian Tingkat Komponen Dan Implementasi Pengujian Mutasi Pada Aplikasi Berbasis Web: Studi Kasus Aplikasi General Reporting Universitas Telkom Muhammad Rifqi Thomi Faiz Hawari; Dana Sulistiyo Kusumo; Yanuar Firdaus
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian Tingkat Komponen memastikan komponen yang terdapat pada fungsionalitas aplikasi General Reporting pada Universitas Telkom bekerja sesuai dengan spesifikasi. Tingkat komponen pada aplikasi berbasis web merupakan gabungan dari fungsi yang memanipulasi konten, komputasi, pemrosesan data untuk disajikan kepada end-user [8]. Untuk mencapai pengujian yang adequate, maka dilakukan pengujian Mutasi. Pengujian Mutasi memiliki ukuran adequacy suatu pengujian dengan rasio antara program mutant terdeteksi dengan total mutant yang tertanam pada aplikasi uji, hal ini dapat meningkatkan efektifitas dalam menemukan defect pada kegiatan pengujian. Fungsionalitas Add Komponen Judul, Edit Komponen Judul, dan Delete Komponen Judul pada Aplikasi General Reporting diuji dengan menggunakan Selenium IDE. Pada pengujian Tingkat Komponen ditemukan defect pada fitur Logout. Test Case yang diturunkan pada pengujian Tingkat Komponen tidak mendeteksi program mutant yang ditanam oleh penguji. Maka penambahan test case baru terjadi pada penelitian ini. Kata kunci: pengujian tingkat komponen, adequacy, pengujian mutasi, program mutant
Analisis Business Process Model Similarity Checking Menggunakan Teknik Greedy Graph Matching Fadhilah Dwiyanti Basri; Dana Sulistiyo Kusumo; Angelina Prima Kurniati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Business combination menghasilkan proses bisnis dalam jumlah besar sehingga seringkali terdapat proses bisnis yang sama dengan tujuan yang sama pula. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem yang dapat mengecek kesamaan proses bisnis sehingga nantinya dapat membantu user dalam mengambil keputusan jika ingin melakukan redesign atau penggabungan proses bisnis. Kata kunci : business process similarity checking, greedy graph matching, syntactic similarity, node insertions/ deletions, edge insertions/deletions, node substitutions
Pengukuran Usability I-Caring Berbasis Iso 9241-11 Dengan Menggunakan Partial Least Square (PLS) Shindy Alfidella; Dana Sulistiyo Kusumo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan suatu website harus dilakukan dengan memperhatikan factor kemudahan penggunaan (usability). Usability website pernting untuk diperhatikan agar pengguna yang mengunjungi atau mengakses website tersebut merasa mudah menggunakannya dan memperoleh informasi yang diperlukan sehingga berkemungkinan untuk terus mengakses website tersebut. Namun jika dilihat dari penggunaanya, salah satu website kampus Fakultas Teknik Telkom University yaitu i-Caring, pengguna tidak sering menggunakan i-Caring sehingga responden yang diwawancarai oleh penulis dapat dikatakan masih kurang aktif dalam menggunakan i-Caring. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usability website i-Caring berdasarkan ISO 9241-11. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner penelitian yang disebar terdiri dari 25 pertanyaan yang dikelompokkan menjadi empat variabel berdasarkan ISO 9241-11 yaitu effectiveness, efficiency, satisfaction, dan usability. Setelah kuisioner disebar maka didapatkan hasil data lalu akan dianalisis menggunakan teknik PLS (Partial Least Square) dengan tool SmartPLS dan nantinya akan memberikan rekomendasi terhadap perbaikannya sesuai dengan metode saluta (scenario based architecture level usability analysis). Kata kunci: ISO 9241-11, Usability, PLS (Partial Least Square), smartPLS, I-Caring, dan saluta (scenario based architecture level usability analysis)
Perancangan Model User Interface untuk Website E-Commerce Liliput Edu Toys dengan Metode Paper Prototyping Annisa Yeskasafitri; Dana Sulistiyo Kusumo; Mira Kania Sabariah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liliput Edu Toys merupakan sebuah toko mainan untuk anak – anak yang bermaksud untuk membangun sebuah e-commerce  sebagai alternatif  bisnis.  Keberhasilan  terhadap  penggunaan  website  salah  satunya  dilihat  dari kemudahan saat pengguna berinteraksi dengan User Interface (UI) dari website tersebut. Pada keadaan saat ini keadaan dari Liliput Edu Toys belum memiliki perancangan model User Experience (UX) untuk mendukung kemudahan dalam berinteraksi dengan UI.Untuk memenuhi UI yang sesuai kebutuhan pengguna diperlukan pendekatan untuk mengetahui karakteristik dari pengguna dengan cara menentukan strategi dengan pemilik Liliput Edu Toys serta melakukan riset terhadap calon pengguna sehingga dapat menentukan kebutuhan dari pemilik serta kebiasaan dan motivasi pengguna. Pada  tahap awal untuk menganalisis hasil dari strategi dan research, hal yang dilakukan adalah sketsa storyboard yang berfungsi untuk memberikan gambaran mengenai interaksi pengguna. Dari sana dibentuklah model konseptual kemudian dilanjutkan dengan metode paper prototyping. Pada metode ini menggunakan teknik wireframe, sehingga seluruh konten yang dibutuhkan oleh pengguna dapat terpenuhi. Pada tahapan akhir dilakukan pengujian terhadap tingkat kepuasan pengguna dan tingkat e-commerce usability untuk memastikan hasil dari rancangan mudah digunakan untuk pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan output model UX dan UI yang digambarkan dengan Mock Up dari website yang yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna dari Liliput Edu Toys. Kata Kunci: User Interface, User Experience, Paper Prototyping, E-Commerce Usability
Analisis Aspek Behavioral Pada Business Process Model And Notation Menggunakan Causal Footprints Donny Faturrachman; Dana Sulistiyo Kusumo; Kemas Rahmat Saleh Wiharja
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sekian banyaknya model proses bisnis dapat menimbulkan masalah baru seperti model proses bisnis yang dibuat mengalami duplikasi antara satu model proses bisnis dengan yang lainnya sehingga menyebabkan repository menjadi penuh atau menjadi keberagaman pada model proses bisnis. Dalam mengatasi masalah tersebut salah satu cara adalah dengan menganalisis similarity (kemiripan) antara model proses bisnis. Analisis tingkat kesamaan proses bisnis sangat diperlukan dalam penyederhanaan dan penyatuan berbagai proses bisnis yang ada. Analisis dilakukan pada aspek behavioral, karena behavioral similarity memiliki kelebihan daripada label dan structural similarity dimana pada saat melakukan pengukuran similiarity, memperhatikan relasi tidak langsung sehingga perhitungan similarity yang didapat tidak mengalami penurunan. Metode yang digunakan adalah Causal Footprints, sebuah graph untuk mereprentasikan behavior antara dua node dari suatu model proses bisnis, dinamakan look-back links dan look-ahead links. Untuk mendukung proses similarity perlu ditunjang oleh bahasa pemodelan proses yang memiliki activity nodes dan control nodes seperti Business Process Model and Notation (BPMN) juga memiliki format struktur data XML. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tiga model BPMN yang dibandingkan sebagai query dan variant. Berdasarkan hasil pengujian, similarity BPMN pertama  terhadap BPMN kedua sebesar 63 % begitu juga sebaliknya, BPMN kedua terhadap BPMN ketiga sebesar 75 % begitu juga sebaliknya, dan BPMN pertama terhadap BPMN ketiga sebesar 74 % begitu juga sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi nilai similarity adalah jumlah node, pertukaran BPMN sebagai query dengan variant, intersection dan link. Kata Kunci : BPMN, behavioral similarity, causal footprints, syntactic similarity.
Analisa Metode Fit Dalam User Aceptance Testing Venda Triandito; Dana Sulistiyo Kusumo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tugas akhir ini akan membahas tentang salah satu teknik dalam user acceptance testing yang disebut dengan FIT table. Dalam karya tulis ini penulis akan mengeksplorasi lebih jauh tentang teknik FIT table dalam user acceptance test untuk dapat lebih menjelaskan apa itu FIT table. Tugas akhir ini juga mengeksplorasi bagaimana cara melakukan testing dengan menggunakan software requirement specification untuk mengatahui bagaimana hubungan FIT table dan software requirement. Dalam membantu proses penyusunan FIT table dengan software requiremen spesificationt, dalam tugas akhir ini disusun juga requirement traceability matrix dan juga test case. Untuk mengamati bagaimana software requirement specification berpengaruh dalam proses pengetestan dalam tugas akhir ini penulis akan membandingkan 4 skenario berbeda dalam pengetestan. Hasilnya adalah pemahaman user yang baik terhadap software requirement yang dibantu dengan requirement traceability matrix dan test case akan mempermudah dalam penyusunan FIT table. . Kata kunci: software requirement specification, user acceptance testing, FIT table. Abstract This paper would explain about a technic on the user acceptance testing called FIT table. In this paper author will explore about FIT table on the user acceptance testing to explain what FIT table is. This paper also explore how to run testing using software requirement specification to explain connection between FIT table and software requirement. To ease in form of FIT table with software requirement, in this paper also create requirement traceability matrix and test case. In order to observe how software requiremet take effect on testing, in this journal author will compare 4 testing scenario. The result is user understanding of software requirement that helped by requirement traceability matrix and test case will ease in the making of FIT table. Keywords: software requirement specification, user acceptance testing, FIT table.
UI design of buying and selling application and renting items at Telkom University Campus through the user-centered design method Arya Safa Maulana; Dadang Setiawan; Dana Sulistiyo Kusumo
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i2.3827

Abstract

Online buying and selling activities and renting goods are familiar to young people or college students. For instance, the Telkom University campus has a buying and selling forum (FJB Telkom) using Line social media platform as a buying and selling activity. However, Line social media primarily known as an instant messaging application, and as a result, the researchers conducted a survey among Telkom University students related to buying and selling activities on FJB Telkom and renting activities around campus. Based on the results of 105 respondents, it was found that 69,5% stated that FJB Telkom using the Line platform could have been more efficient due to the lack of feature needs for buying and selling activities. Therefore, this study aims to design a user interface (UI) design for the FJB Telkom application by adding rental features that can assist Telkom University students in buying, selling, and renting items activities around campus. UI design was conducted with the User Centered Design (UCD) method approach that focused on the characteristics of user needs. The UCD method included a testing stage or usability testing. The user interface of the FJB Telkom application was tested using prototype testing and the System Usability Scale (SUS). The test results obtained from respondents indicated that the UI design of the FJB Telkom application achieved an average SUS score of 85,5% and received an excellent grade on the SUS score. Thus, the user interface of the FJB Telkom application successfully build a system with high usability.
Lokakarya Etika Profesi dan Kerahasiaan Data pada Proyek Perangkat Lunak: Studi Kasus PT Neuronworks Arfive Gandhi; Dana Sulistiyo Kusumo; Indra Lukmana Sardi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9387

Abstract

Sebagai bentuk menjaga keberlangsungan usaha, PT Neuronworks memiliki tuntutan untuk memastikan sikap professional dan menjamin kerahasiaan data di seluruh proyek-proyek perangkat lunak yang ditanganinya. Permasalahan mendasarnya, kesadaran atas etika profesi dan kerahasiaan proyek menjadi risiko yang tinggi. Satu kasus pelanggaran etika maupun kebocoran data dapat berdampak pada keberlangsungan proyek, bahkan bisnis PT Neuronworks secara keseluruhan. Hal ini berkaitan erat dengan keberadaan pegawai yang dapat silih berganti maupun keterlibatan pihak eksternal yang rawan kebocoran data antar-entitas. Sebagai Upaya meningkatkan kapabilitas atas tuntutan tersebut, Fakultas Informatika menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa lokakarya dengan konten terkait etika profesi dan kerahasiaan data dalam proyek perangkat lunak. Terdapat tiga topik yang dihantarkan pada lokakarya ini: etika profesi software engineer, simulasi manajemen risiko atas kebocoran data proyek perangkat lunak, dan penyusunan non-disclosure agreement. Kegiatan lokakarya diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2023 dengan partisipan sebanyak 19 yang berasal dari bervariasi tim proyek perangkat lunak di PT Neuronworks. Tingkat kepuasan atas kegiatan pengabdian masyarakat mencapai 90,48% melalui pengukuran kuantitatif. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai efektivitas dan kepuasan mitra.To maintain business continuity, PT Neuronworks has demanded to ensure a professional attitude and guarantee data confidentiality in all software projects it handles. The basic problem is that awareness of professional ethics and project confidentiality is hazardous. One ethical violation or data leak can impact the project's continuity, even PT Neuronworks' business. This is closely related to employees who can change and the involvement of external parties prone to data leaks between entities. To increase capabilities for these demands, the Faculty of Informatics is holding community service activities in workshops with content related to professional ethics and data confidentiality in software projects. This workshop covered three topics: software engineer professional ethics, risk management simulations for software project data leaks, and drafting non-disclosure agreements. The workshop activity was held on June 27, 2023, with 19 participants from various software project teams at PT Neuronworks. The satisfaction with community service activities reached 90.48% through quantitative measurements. This indicates that this activity was successful in achieving effectiveness and partner satisfaction.