Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Getaran Mekanis Thrust Bearing Pompa Sulzer Bingham yang Mengalami Kegagalan Weriono; Adi Isra; Nazaruddin
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v6i2.6366

Abstract

Thrust bearing yang berfungsi mendukung gaya-gaya yang terjadi pada  pompa Sulzer Bingham Type 8 x 10 x 13 MSD – D 3 Stage akan mengalami kerusakan berakibat kegagalan pula pada komponen lain. Perubahan sifat mekanik disebabkan oleh kondisi pembebanan yang tidak baik, seperti terjadinya kondisi unbalanced dan poros yang tidak sesumbu (missalignment) menimbulakan getaran.Metode yang diterapkan dalam pengujian melalui pendekatan analisis kerusakan thrust bearing 7310 BECBM. Data kerusakan thrust bearing 7310 BECBM didapatkan  frekuensi vibrasi, dan intensitas kebisingan akan dilakukan pengolahan data menggunakan pendekatan frekuensi vibrasi dalam bentuk frekuensi domain menggunakan bantuan software MATLAB.Data pengamatan thrust bearing 7310 BECBM pada 0 – 1225 jam tidak menunjukkan indikasi kegagalan dan indikasi kegagalan ditemukan pada 1663 jam. kerusakan thrust bearing dalam arah horizontal disebabkan oleh kondisi unbalanced. Spektrum vibrasi dalam domain frekuensi terhadap thrust bearing arah vertikal ditunjukkan pada Gambar 7. kerusakan thrust bearing arah vertikal disebabkan oleh fenomena bent shaft atau ketidaklurusan sumbu poros. Frekuensi vibrasi thrust bearing 7310 BECBM arah horizontal lebih tinggi dibandingkan frekuensi vibrasi arah vertikal dan aksial. Komponen cage bearing memiliki sifat kekerasan yang rendah dibandingkan komponen lainnya sehingga cage bearing akan lebih cepat mengalami kerusakan.
Pengaruh Counterweight Pada Sistem Pompa Angguk Weriono Weriono; Syafril Syafar; Rinaldi; Adi Isra
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v7i2.7867

Abstract

Eksplorasi gas dan minyak bumi perlu dibuat sumur-sumur dengan sistim pengeboran, dikarenakan gas alam dan minyak mentah terletak jauh di dalam perut bumi. Proses pengeboran terlebih dahulu dilakukan proses eksplorasi dan eksploitasi. Untuk mengangkat minyak yang masih tertinggal dibutuhkan mekanisme pengangkatan yaitu artificial lift. Adapun dalam penelitian ini untuk dapat melihat mekanisme kerja pompa angguk pengaruh counterweight. Pompa ini memiliki mekanisme yang sederhana yaitu dengan adanya gerakan turun-naik dari plunger untuk menghisap fluida yang berada di bawah permukaan ke permukaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan antara beban pada penggerak utama pompa angguk dengan torsi pada kotak roda gigi serta momen pada polished rod. Pompa angguk yang digunakan adalah C-114D-119-86 di sumur 7Q13B dengan penambahan penyeimbang (counterweight) material ASTM A 48. Berat counterweight berdasarkan desain adalah 1,050 kg (3CRO) atau 2313.75 lb dan 886 kg (5 ARO) atau 1957,5 lb. Jumlah counter weight terpasang adalah empat buah (2 pcs 3CRO dan 2 Pcs 5AR. Torsi maximumnya di 114.000 lb.in. Langkah upstroke terjadi pada nilai momen positif yaitu pada sudut poros engkol kotak roda gigi 0 hingga 180o, sedangkan langkah downstroke terjadi pada nilai momen counterweight negatif yaitu pada sudut poros engkol kotak roda gigi besar dari 180 hingga 360o maka berat counterweight mempengaruhi momen terhadap crank shaft.
Rancang Bangun Alat Mesin Pemarut Batang Sagu Kapasitas 30 Kg Per-jam untuk UMKM Usaha Bersama Desa Kembung Luar Abdul Khair Junaidi; Adi Isra; Rinaldi; Sonix; Hardinal Hadi; Rahmi; Hafizah; Mirfatuurriqa; Andrizal; Abdul Arobi
J-Abdimas Cenderawasih Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jabdimascenderawasih.v4i1.5541

Abstract

Secara tradisional, ekstraksi empulur sagu dilakukan dengan cara manual (dipukul/parut tangan) yang memakan waktu lama. Untuk menigkatkan produktifitas diperlukan mesin produksi pengolahan sagu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh kampus sangat berkontribusi dalam perencanaan dan pembuatan unit mesin pengolahan sagu dengan kapasitas 30 kg/jam. Perencanaan dilakukan dengan pertimbangan aspek material dan biaya perawatan yang memungkinkan mesin ini mampu beroperasi dalam waktu lama. Mesin ini digunakan oleh UMKM Usaha Bersama di desa Kembung Luar dengan kemudahan operasional dan mampu meningkatkan produksi sagu dan keuntungan UMKM.
Analisis Sifat Mekanik Komposit Komposis Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Dengan Variasi Waktu Perendaman Serat Dalam Larutan NaOH Abdul Khair Junaidi; Adi Isra; Rinaldi Rinaldi; Koinardo Koinardo; Sonix Sonix; Hafizah Hafizah; Hardinal Hadi
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.428

Abstract

Pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia menghasilkan peningkatan limbah padat berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang pemanfaatannya masih terbatas. Pemanfaatan serat TKKS sebagai penguat (reinforcement) komposit menjadi solusi strategis. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan variasi fraksi volume serat-resin (S-R) sebesar 25%:75% dan 50%:50%, serta variasi lama perendaman serat selama 2 jam dan 3 jam. Spesifikasi pengujian tarik mengacu pada standar internasional ASTM D3039 untuk lembaran datar berlapis (flat strip laminate). Peningkatan waktu perendaman dari 2 jam ke 3 jam menunjukkan tren linier positif terhadap nilai tegangan maksimum pada kedua variasi campuran. Kenaikan tegangan terbesar terjadi pada rasio S-R 25%:75% yaitu sebesar 43,20% (dari 15,58 N/mm2 menjadi 22,31 N/mm2). Nilai tegangan tertinggi secara keseluruhan dicapai oleh rasio S-R 50%:50% pada perendaman 3 jam yaitu sebesar 23,16 N/mm2. Di sisi lain, nilai regangan menunjukkan perilaku yang bertolak belakang; rasio S-R 25%:75% meningkat (dari 1,85 ke 2,35), sedangkan rasio S-R 50%:50% menurun tajam (dari 3,00 ke 1,95) karena peningkatan kekakuan material. Kekuatan tarik maksimum komposit dipengaruhi secara simultan oleh durasi perendaman alkali dan fraksi campuran serat-resin. Durasi perendaman selama 3 jam dengan fasa kerapatan serat 50% (rasio S-R 50%:50%) merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kekuatan struktural dalam menahan beban tarik.