Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP Utomo, Budi; Mulki, Gusti Zulkifli; Fitriani, Meta Indah
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.073 KB)

Abstract

Desa Jeruju Besar memiliki banyak potensi ekowisata seperti hutan mangrove yang dilalui garis khatulistiwa, Taman Rekadena, bangunan bersejarah, kerajinan, kebudayaan dan kesenian. Masyarakat mengembangkan ekowisata secara partisipatif yang diinisiasi oleh kelompok sadar wisata dan karang taruna. Pengembangan yang dilakukan yaitu kawasan Jeruju Equator Park dan Festival Kulminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata, jenis partisipasi masyarakat dan merumuskan strategi dalam mengembangkan ekowisata. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dengan desain deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, potensi yang unggul untuk dikembangkan yaitu Jeruju Equator Park yang terletak di pesisir pantai dan hutan mangrove, Festival Kulminasi yang menampilkan kesenian dan kebudayaan, dan Taman Rekadena yang beroperasi secara mandiri berfokus pada wisata agro. Proses partisipasi masyarakat sudah terlihat dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan ekowisata. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan bahwa pengembangan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat berada pada posisi kuadran I atau strategi S – O, menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan (Strength) untuk memanfaatkan peluang (Opportunity). Strategi pengembangan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat yang direkomendasikan yaitu membagi kawasan ekowisata menjadi 4 zona, terdiri dari zona utama, zona pelayanan, zona pendukung dan zona sempadan.
Manajemen Wisata Dalam Pengembangan Konservasi Kawasan Heritage (Studi Kasus: Kawasan Heritage Malioboro, Yogyakarta) Disky Ayu Puja Lasenda; Rahmaliza Rahmaliza; Budi Utomo
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.3.2003-2020.2022

Abstract

Jalan Malioboro adalah salah satu landmark yang berada di Yogyakarta dan merupakan kawasan heritage yang saat ini pelestariannya menjadi perhatian pemerintah setempat. Upaya yang dilakukan Pemerintah Yogyakarta dilakukan dengan pengesahan perundang-undangan, revitalisasi dan relokasi terhadap sektor informal. Akan tetapi penyalahgunaan fungsi Jalan Malioboro masih kerap terjadi seperti penyalahgunaan fungsi trotoar menjadi tempat berjualan, wahana wisata yang dilakukan tidak pada tempatnya, dan kemacetan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengkaji bagaimana pengaruh penerapan manajemen wisata dalam pengembangan konservasi Kawasan Heritage Malioboro. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Analisis yang dilakukan adalah analisis kajian kebijakan dan peraturan Kawasan Heritage Malioboro, analisis nilai penting Kawasan Heritage Malioboro, analisis perencanaan Kawasan Heritage Malioboro, analisis pengembangan kawasan Konservasi Heritage Malioboro berbasis manajemen wisata: atraksi, akomodasi, aksesibilitas, informasi dan promosi, serta kemitraan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah manajemen wisata berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan Konservasi Heritage Malioboro terutama dalam sektor ekonomi dan sosial. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengeluarkan kebijakan untuk mengatur kegiatan dan ketertiban yang ada di Kawasan Heritage Malioboro. Namun, dalam pengembangan konservasi Kawasan Heritage Malioboro masih menemukan kendala sehingga pengaplikasian manajemen pariwisata dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah perlu mengakomodir keberadaan sektor informal dalam perencanaan pembangunan daerah. Penelitian ini menjadikan manajemen wisata sebagai upaya konservasi Kawasan Heritage Malioboro yang artimya kawasan konservasi tersebut diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial masyarakat akan tetapi tidak mengubah nilai histori dan kebudayaan yang dimiliki.
ANALISIS KELEMBAGAAN PELABUHAN SUNGAI RASAU JAYA DI KABUPATEN KUBU RAYA: Institutional Analysis Of Sungai Rasau Jaya Port In Kubu Raya Regency Budi Utomo; Flandi Tito Pratama
Anterior Jurnal Vol. 22 No. 1 (2023): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v22i1.4157

Abstract

Kabupaten Kubu Raya terletak di hilir Sungai Kapuas yang memiliki banyak sungai yang digunakan sebagai sarana transportasi utama. Transportasi sungai seperti pelabuhan dan penyeberangan bila dimanfaatkan secara optimal dapat berperan penting dalam meningkatkan pembangunan daerah. Dalam pengembangannya pelabuhan sungai Rasau Jaya masih belum optimal, seperti minimnya sarana dan prasarana, keahlian awak kapal, keselamatan, dan pencemaran lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kelembagaan Sungai Rasau Jaya yang dilihat dari skema pengklasifikasian barang dan unsur-unsur kelembagaan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pelabuhan sungai Rasau Jaya merupakan pelabuhan yang dikembangkan untuk melayani transportasi sungai dan penyeberangan. Pelabuhan memiliki lima titik dermaga yang masing-masing dan berdasarkan jenis barang pelabuhan sungai dan penyeberangan Rasau Jaya ini termasuk ke dalam Club/Toll Goods.
IDENTIFIKASI PEMANFAATAN RUANG SEMPADAN BANGUNAN DI JALAN IMAM BONJOL KOTA PONTIANAK Putri, Isyika Darmawan; -, Chairunnisa -; Utomo, Budi -
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98157

Abstract

Jalan Imam Bonjol adalah jalan kolektor primer yang berfungsi mendukung pergerakan orang dan barang diperuntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala kota. Namun, terdapat bangunan yang tidak mematuhi ketentuan GSB dan dapat mengganggu fungsi jalan, keteraturan kawasan, keselamatan pengguna jalan serta penataan ruang jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang sempadan bangunan di Jalan Imam Bonjol melalui identifikasi dimensi jalan dan tata letak bangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menginterpretasikan data non-numerik dan mengukur fenomena secara objektif dalam mengidentifikasi pemanfaatan ruang. Hasil penelitian menunjukkan dimensi jalan segmen I telah sesuai dengan standar di beberapa ruas pada parameter badan dan bahu jalan. Sedangkan segmen II memiliki lebar badan jalan yang lebih sempit dan belum memenuhi standar jalan kolektor primer. Kedua segmen dilengkapi saluran drainase terbuka dan tertutup, namun tidak terdapat trotoar, sehingga bahu jalan juga dimanfaatkan sebagai lalu lintas pejalan kaki yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan pengguna jalan. Sebagian besar bangunan di kedua segmen teridentifikasi berada di ruang manfaat, milik, dan pengawasan jalan, dengan proporsi tertinggi pada ruang manfaat jalan, khususnya di Segmen II (50%). Pemanfaatan ruang sempadan bangunan pada segmen I teridentifikasi sebesar 27,92%, terdiri dari bangunan utama (36 unit) dan penunjang (31 unit). Sedangkan segmen II menunjukan intensitas pelanggaran lebih tinggi 41% mencakup 75 bangunan utama dan 30 bangunan penunjang.
IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Faturullah, Abdhy; Chairunnisa, Chairunnisa; Utomo, Budi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104275

Abstract

Kecamatan Sukadana merupakan wilayah strategis sebagai lumbung pangan Kabupaten Kayong Utara, namun pengembangannya terhambat oleh dominasi kawasan lindung dan risiko alih fungsi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui evaluasi kondisi biofisik wilayah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis tumpang tindih (overlay) serta analisis skoring untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan. Hasil studi mengungkapkan bahwa Lahan Baku Sawah (LBS) di Sukadana didominasi oleh kelas Marginal Sesuai (S3) sebesar 68,23%, diikuti kelas Cukup Sesuai (S2) sebesar 28,84%, dan Tidak Sesuai (N) sebesar 2,93%. Selain itu, ditemukan lahan potensial seluas 616,34 hektar pada Area Penggunaan Lain (APL) yang layak diusulkan menjadi LP2B secara teknis. Secara keseluruhan, 97,07% lahan sawah di Sukadana memiliki potensi fisik yang kuat untuk mendukung kemandirian pangan regional. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya legalisasi lahan potensial ke dalam instrumen tata ruang serta optimalisasi lahan marginal melalui perbaikan infrastruktur pengairan guna menjamin keberlanjutan produksi pangan di masa depan.
EMPOWERING CHILDREN FOR PARTICIPATORY DISASTER MITIGATION: A DEVELOPMENT COMMUNICATION APPROACH IN KUBU RAYA, WEST KALIMANTAN Fernando, Joshua; Supiyandi, Andi; Utomo, Budi; Hildawati, Hildawati; Shukla, Aditya Kumar
ASPIRATION Journal Vol. 6 No. 2 (2025): November Edition of ASPIRATION Journal
Publisher : ASPIKOM Jabodetabek Region

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56353/aspiration.v6i2.126

Abstract

Kubu Raya Regency in West Kalimantan is a region with a high level of disaster risk. Based on the 2022 Indonesian Disaster Risk Index (IRBI), Kubu Raya is categorized as high risk due to its geographic conditions, which are dominated by lowlands, swamps, and large rivers. Despite various mitigation programs, children's involvement in these processes remains minimal, even though they have the potential to be agents of change in their communities. This study aims to identify forms of participatory communication for children in disaster mitigation. This approach is based on the view that development communication not only conveys information but also empowers communities through active participation, including children's communities. The research used a qualitative Participatory Action Research (PAR) approach, grounded in the Risk Communication Theory of Covello & Sandman. The study involved children from the Ambawang Kubu Raya Forum Anak community. They were involved in flood risk mapping activities, evacuation simulations, and the production of community-based disaster campaign media. This study concluded that participatory communication is effective in helping children identify flood hazards based on their experiences and observations. Through the Child-Friendly Participatory Geographic Information Systems approach, children not only visually mapped risks but also strengthened their spatial awareness and engagement in building community resilience. Furthermore, they articulated an ideal, healthy, safe, inclusive environment and expressed their desire to participate in mitigation actions actively. These findings demonstrate that a development communication approach that involves children directly strengthen communities' adaptive capacity in disaster-prone areas.
POLA SPASIO-TEMPORAL KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN: STRATEGI KOTA TANGGUH BERBASIS MITIGASI BENCANA DAN TATA KELOLA LAHAN DI KOTA TERPADU MANDIRI Budi Utomo; Erni Yuniarti; Hafzhi Nur Azmi; Charmyllia; Gina Dwi Utami
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v5i1.2665

Abstract

SPATIO-TEMPORAL PATTERNS OF FOREST AND LAND FIRES: A RESILIENT CITY STRATEGY BASED ON DISASTER MITIGATION AND LAND GOVERNANCE IN AN INDEPENDENT INTEGRATED CITY Forest and land fires are a critical issue in realizing a disaster-resilient city, particularly in the Integrated Independent City (KTM) Rasau Jaya, which functions as a transmigration center and an emerging agropolitan area. This study analyzes the spatio-temporal patterns of forest and land fires from 2015 to 2024 and their relationship with land use, land tenure status, and disaster vulnerability levels. Hotspot data were obtained from NASA-MODIS satellite imagery via the SiPongi platform and analyzed using overlay (superimpose) methods and a descriptive quantitative approach. The application of the Nearest Neighbor Ratio (NNR) and Kernel Density Estimation (KDE) successfully identified clustered fire patterns in greater depth. A total of 256 hotspots were detected with an NNR value < 1, indicating a clustered spatial pattern and affirming that their distribution is not random but concentrated in vulnerable landscapes such as smallholder plantations, dry fields, and peat-dome areas. The analysis also reveals that areas with unclear land tenure—particularly state land or unregistered parcels—experience the highest fire intensity compared with land under Hak Milik (HM) or Hak Guna Bangunan (HGB), which tend to be safer due to stronger management accountability. This study recommends mitigation strategies through spatial monitoring technologies, community capacity building, and sustainable land-use management to support the transformation of KTM Rasau Jaya into a climate-resilient agropolitan city.