Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Satisfaction Survey On "Lapak Asik Onsite" Service: BPJS Ketenagakerjaan Blitar City Amelia Nurina Syahra; Damar Kristanto; Phima Ruthia Dwikesumasari; Edwin Fiatiano
TIJAB (The International Journal of Applied Business) Vol. 6 No. 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/tijab.v6.I2.2022.33909

Abstract

Abstract The COVID-19 pandemic has changed the old ways of doing business. Various policies are pursued so that the industry remains able to co-op in a pandemic situation and can revive the business. Likewise, government institutions are required to always be able to provide excellent service to the community and strive to maintain the quality of their services even in a pandemic condition. BPJS Ketenagakerjaan is one of the public service institutions that also strive to innovate to be able to provide the best service even in a pandemic condition. One form of strategy that is sought is the LAPAK ASIK ONSITE Services. Blitar is a diverse and growing city. The presence of LAPAK ASIK ONSITE Services can be said to be something new and the people of Blitar are still adapting to this new service model. The new strategy must be well guarded so that the implementation of LAPAK ASIK ONSITE Services in the city of Blitar can run well, be accepted by the community, and satisfy the community following the mandate carried out by the implementation of good governance, including by conducting performance evaluations through community satisfaction surveys. This study aims to measure whether LAPAK ASIK ONSITE Services have been able to provide community satisfaction. This study uses an approach to calculating the Community Satisfaction Index based on PERMENPAN RB no.14-2017. The results of this study indicate that BPJS Ketenagakerjaan in Blitar City has been able to provide good LAPAK ASIK ONSITE Services and can generate community satisfaction.
Penyuluhan Kewirausahaan dan Pemasaran untuk Klien Bapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo: Pengabdian Damar Kristanto; Maurisia Putri Permatasari; Edwin Fiatiano; Rizka Miladiah Ervianty; Vivi Rodliyatuz Zulfa; Moh. Darus Salam; Phima Ruthia Dwikesumasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3574

Abstract

Masalah ketenagakerjaan menjadi tantangan utama dalam pembangunan nasional, terutama bagi kelompok rentan seperti mantan narapidana yang kerap mengalami hambatan dalam mengakses pekerjaan dan reintegrasi sosial. Stigma negatif serta minimnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja menyebabkan mereka sulit bersaing di dunia kerja dan rawan mengalami pengangguran. Guna mengatasi persoalan ini, Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Airlangga bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo, merancang program pelatihan berbasis kewirausahaan dan pemasaran. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong pengembangan usaha mandiri berbasis potensi lokal serta pemahaman strategi pemasaran, baik konvensional maupun digital. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi peserta serta mendukung proses rehabilitasi secara berkelanjutan. Program ini juga merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan dari inisiatif sebelumnya yang kini dilaksanakan dalam skala lebih luas. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kewirausahaan dan meningkatnya etos kerja guna menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berdaya saing, sekaligus menurunkan angka residivisme melalui pemberdayaan ekonomi mantan narapidana.