Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA MASYARAKAT DUSUN PEDALAMAN KELOMPANG GUBUG Farin Veradita; Nurul Faizah
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v5i2.43355

Abstract

Dukungan keluarga dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat. Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi, untuk mengetahui dukungan keluarga, untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat dan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional (potong lintang) Hasil analisis didapatkan karakteristik responden dari jenis kelamin terbanyak adalah wanita (62,2%), umur terbanyak adalah >60 tahun (37,8%), pekerjaan terbanyak adalah pekerjaan lain-lain (51,4%). Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 24 orang (64,9%) mendapatkan dukungan baik, 7 orang (18,9%) mendapatkan dukungan cukup dan 6 orang (16,2%) mendapatkan dukungan kurang. Kepatuhan minum obat sebanyak 7 orang (18,9%) patuh dan 30 orang (81,1%) tidak patuh. Pada analisis Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan dengan hasil p=0,000 dan kekuatan korelasi sebesar r=0,729 yang menandakan kuat. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Hipertensi
Cost Effecctive Analysis Of Antibiotic Therapy In Pneumonia Patients At Yogyakarta City Regional General Hospital Nurul Faizah; Listiana Hidayati; Amrina Amalia Yogananda
Journal Hygeia Public Health Vol 4 No 3 (2026): June
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jhph.v4i3.11308

Abstract

Intoduction: Pneumonia is a respiratory disease with high mortality, morbidity, and costs. Antibiotics are the primary treatment for pneumonia. This study aims to evaluate the cost-effectiveness of the single and combination antibiotic therapy in pneumonia patients at RSUD Kota Yogyakarta. Method: Data were obtained from the medical records of patients receiving antibiotic therapy from January to December 2023. The analysis was performed by calculating the Average Cost-Effectiveness Ratio for each therapy regimen. Result and Discussion: The results showed that the single therapy with ceftriaxone inj. was more cost-effective, with an average cost per patient of IDR 4,468,952 and 100% effectiveness, resulting in an ACER value of IDR 44,689.52 per unit of effectiveness. Meanwhile, the combination therapy with Meiact capsules + fosmycin inj. was more cost-effective, with an average cost per patient of IDR 2,832,524 and 100% effectiveness, resulting in an ACER value of IDR 28,325.04 per unit of effectiveness. The combination therapy has a lower cost compared to the single therapy. Conclusion: The conclusion of this study suggests that combination therapy is more cost-effective than single therapy for managing pneumonia patients at RSUD Kota Yogyakarta.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Kosmetik Pemutih Kulit Berlabel Halal di Kalangan Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta Listiana Hidayati; Nurul Faizah; Eka Wahyu Setyaningrum
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35395

Abstract

Produk kosmetik menjadi salah satu kebutuhan primer oleh masyarakat, khususnya remaja. Banyak remaja yang menginginkan kulit putih secara cepat untuk menunjang penampilan. Oleh karena itu, perlu diimbangi adanya pengetahuan dasar terkait penggunaan produk kosmetik yang aman dan berlabel halal agar terjamin keamanannya tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, penggunaan, dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan sebanyak 400 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (80%), cukup (18,8%), dan kurang (1,3%), sedangkan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal pada kategori baik (91,3%), cukup (8,3%), kurang (0,5%). Uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,462 dengan kategori sedang dan arah korelasi positif sehingga terdapat hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan dan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Apoteker Pada Penggunaan Obat Halal di Kabupaten Sleman Nabila Lasiama; Amrina Amalia Yogananda; Nurul Faizah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35344

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim mewajibkan produk yang beredar memiliki sertifikasi halal, sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Apoteker sebagai tenaga kesehatan berperan penting dalam memastikan penggunaan obat halal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan apoteker terhadap perilaku penggunaan obat halal di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan kuesioner sebagai instrumen utama. Sebanyak 100 apoteker dipilih melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan 89% responden memiliki pengetahuan “baik” tentang obat halal, sementara perilaku penggunaan obat halal berada pada kategori “cukup” sebesar 62%. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai r = 0,605 dan P = 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan apoteker dengan perilaku penggunaan obat halal.