Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH FRAUD TRIANGLE TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Andriani, Rosedian
JURNAL RISET AKUNTANSI TIRTAYASA Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.701 KB) | DOI: 10.48181/jratirtayasa.v4i1.5485

Abstract

This study aims to examine the influence of Fraud Triangle on Fraudulent Financial Statement. Fraudulent Financial Statement in this study used Beneish m-score index. Fraud Triangle measured by three perspective; pressure (solvency ratio), opportunity (asset turnover ratio) and rationalization (profitability ratio).The Sample used were 90 manufacture companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2015-2017, using purposive sampling method. Sample were then analyzed using logistic regression analysis. The result of this analysis is pressure (solvency ratio) not significantly affect fraudulent financial statement. Furthemore, opportunity have positive effect on fraudulent financial statement and rationalization (profitability ratio) have negative effect on fraudulent financial statement. Keywords : fraudulent financial statement, fraud triangle, beneish m-score index 
STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN, TATA KELOLA, DAN AKUNTABILITAS UMKM DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Taqi; Rudi Zulfikar; Windu Mulyasari; Tubagus Ismail; Dirvi Surya Abbas; Nela Dharmayanti; Rosedian Andriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.937 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7167

Abstract

Abstrak: Pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tata kelola dan akuntanbilitas sebagai pendukung dalam kegiatan usahanya agar dapat terus bertahan dimasa covid-19. Selain itu, pemahaman akan tata kelola dan akuntanbilitas terkait dari kegiatan dengan melibatkan 509 peserta yang mengikuti kegiatan ini, antara lain UKM, souvenir, catering, seafood, fashion, snack, dan jajanan tradisional lainnya, serta anggota masyarakat. Tujuan dari dilakukannya kegiatan terdiri dari tiga hal. Pertama, untuk meningkatkan pemahaman tata kelola pelaku umkm. Kedua, untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan pelaku umkm. Ketiga, untuk meningkatkan pemahaman akuntabilitas bagi pelaku umkm. tahap dalam metode pelaksaan kegiatan ini. Terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, adalah Tahap Persiapan. Tahap kedua, adalah tahap pelaksanaan. Tahap ketiga, adalah evaluasi program dan tahap keempat, adalah pelaporan. Agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dilakukan dua pendekatan, yakni, sosialisasi dan diskusi. Di masa pandemi COVID-19, konten yang ditawarkan dalam sosialisasi tersebut adalah pengenalan konsep pengelolaan keuangan, tata kelola, dan tanggung jawab UMKM. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, Dengan terselenggaranya program ini, tatanan nilai-nilai masyarakat di bidang pendidikan, khususnya di bidang ekonomi, semakin membaik. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan penilaian yang telah dilakukan dilapangan. Pertama, meningkatnya pemahaman tata kelola pelaku umkm sebesar 85%. Kedua, meningkatnya pemahaman pengelolaan keuangan pelaku umkm sebesar 85%. Ketiga, meningkatnya pemahaman akuntabilitas bagi pelaku umkm sebesar 85%.Abstract: Understanding financial management, governance, and responsibility as a supporter in its economic operations is critical to its survival in the Covid-19 era. In addition, 509 participants in this activity, including SMEs, souvenirs, catering, seafood, fashion, snacks, and other traditional foods, as well as community people, gained an awareness of governance and responsibility. The activity's goal consists of three components. First, to have a better grasp of how MSME actors are governed. Second, to increase knowledge of MSME players' financial management. Third, to improve MSME actors' knowledge of accountability. stage in the process of carrying out this action There are four phases. The Preparation Stage is the initial stage. The implementation stage is the second stage. The third stage is program assessment, followed by reporting. To ensure that the adoption went smoothly, two tactics were used: socializing and dialogue. During the COVID-19 epidemic, the socialization curriculum included an introduction to the ideas of financial management, governance, and MSMEs' responsibilities. Based on the outcomes of previous activities, the execution of this program is improving the order of community values in the field of education, particularly in the economic field. This can be determined depending on the evaluation performed in the field. First, 85 percent of MSME actors now have a better knowledge of how to regulate themselves. Second, 85 percent of MSME players now have a better knowledge of financial management. Third, an 85 percent increase in knowledge of accountability for MSME actors.
Inisiatif Lingkungan dan Tipe Manajemen Laba : Pengujian Terhadap Manajemen Laba Akrual dan Manajemen Laba Riil Rosedian Andriani Andriani; Andri Suherman; Madadina Dwi Andini
Jurnal Buana Akuntansi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Buana Akuntansi
Publisher : Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/akuntansi.v6i2.1751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji inisiatif lingkungan pada manajemen laba. Manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen laba akrual dan manajemen laba riil. Manajemen laba akrual diproksikan dengan nilai absolut diskresioner akrual (Kothari) dan manajemen laba riil diproksikan dari penjumlahan nilai standar variabel CFO,PROD dan DISEXP. Inisiatif Lingkungan diukur melalui pengungkapan standar GRI 3.1, pengungkapan lingkungan sebagai indikator. Sampel yang digunakan adalah 80 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010-2014, dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa inisiatif lingkungan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba akrual. Selanjutnya, inisiatif lingkungan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba riil.
PENGARUH DEVIDEN YIELD RATIO, DEVIDEN PAYOUT RATIO DAN PRICE TO BOOK VALUE TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB-SEKTOR ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2018 Mahpud Pasya; Elis Badariah; Rosedian Andriani
AMAL INSANI (Indonesian Multidiscipline of Social Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56721/amalinsani.v2i2.62

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji pengaruh Deviden Yield Ratio, Deviden Payout Ratio Dan Price to Book Value terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub-sektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria: (1) Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan triwulan periode tahun 2013-2018. (2) Perusahaan yang membagikan deviden tunai secara konsisten kepada pemegang saham periode tahun 2013-2018. (3) Memiliki catatan harga saham penutupan triwulan (closing price) periode tahun 2013-2018. Sehingga diambil 3 perusahaan untuk dijadikan sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan uji t (parsial) serta uji F (simultan) dengan tingkat kepercayaan 5%. Sebelumnya semua variabel telah diuji dengan uji asumsi klasik dan menunjukan semua variabel lolos serta layak digunakan sebagai data penelitian. Hasil penelitian uji t (parsial) menunjukan bahwa Deviden Yield Ratio menjelaskan bahwa secara parsial Deviden Yield Ratio dan Deviden Payout Ratio tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan Price to Book Value bahwa secara parsial Price to Book Value berpengaruh terhadap harga saham. Selanjutnya hasil penelitian uji F (simultan) menunjukan bahwa Deviden Yield Ratio, Deviden Payout Rati dan Price to Book Value secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Pada Era Otonomi Daerah : Studi Kasus Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Cilegon Periode Tahun 2013-2015 Rosedian Andriani
DESANTA (Indonesian of Interdisciplinary Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon berdasarkan dari Rasio Kemandirian Keuangan Dearah dan Rasio Pertumbuhan PAD; kedua, Untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon berdasarkan Rasio Efektivitas dan Efisiensi Keuangan Daerah, dan ketiga Untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon berdasarkan Rasio Keserasian Dan Derajat Desentralisasi Fiskal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu analisis yang mendeskripsikan dengan cara menghitung rasio-rasio yang ada di pemerintahan daerah dengan menggunakan rumus tertentu. Hasil dari penelitian adalah Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon pada era otonomi daerah berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah adalah 36,50 %, 58,04 %, dan 73,42 %. Setiap tahun mengalami peningkatan sehingga dapat di katakan tingkat ketergantungan daerah terhadap bantuan dari pihak ekstern (terutama bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi) masih tetapi tingkat ketegantungan daerah terhadap ekstern rendah, hal ini di tunjukkan dengan kemandirian dalam melaksanakan urusan otonomi daerah. Dan Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon berdasarkan Rasio Pertumbuhan PAD pada tahun 2014 adalah 60,27 % sedangkan pada tahun 2015 mengalami penurunan 23,85 %. Berarti dapat dikatakan belum mampu dalam mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan Pendapatan Asli Daerah yang telah dicapai. Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon pada era otonomi daerah berdasarkan Rasio efektivitas pada tahun 2013, 2014, dan 2015 sudah sangat efektif dalam mengelola Pendapatan Asli Daerahnya karena nilai yang diperoleh sudah lebih dari 100% yaitu 117,5 %, 116,70 %, dan 112,35 %. Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon pada era otonomi daerah berdasarkan Rasio Efisiensi pada tahun 2013, 2014, dan 2015 adalah 91,37%, 93,74%, dan 103,88%. Nilai rasionya sudah sangat di atas 40% berarti tidak efisien dalam mengelola PAD. Karena Total biaya yang dikeluarkan untuk memungut PAD melebihi penerimaan PAD. Dan ketiga Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon pada era otonomi daerah berdasarkan rasio keserasian adalah belum stabil dari tahun ketahun. Pengeluaran belanja operasi lebih besar dari belanja modal karena nampak sebagian besar dana yang dimiliki Pemerintah Daerah Kota Cilegon masih digunakan untuk kebutuhan belanja operasi walaupun terjadi penurunan dari 79,41% (2013) menjadi 74,03% (2014) dan peningkatan sebesar 74,51 % (2015). Sedangkan belanja modal sebesar 20,58 % (2013) dan terjadi kenaikan menjadi 25,96% (2014) dan 25,47% (2015). Kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Cilegon pada era otonomi daerah berdasarkan Rasio Desentralisasi Fiskal bahwa setiap tahunnya tingkat desentralisasi fiskalnya sedang, cukup, dan baik yaitu 26,61 %, 35,87 %, dan 41,12 %. Sehingga adanya progres dalam menyelenggarakan desentralisasi yang cukup baik. Keyword: Kinerja Keuangan, Pemerintah Daerah, Otonomi Daerah