Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembentukan Kampung Damai dan Sejahtera Musjtari, Dewi Nurul; Maesyaroh, Maesyaroh
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 6, No 1 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.6129

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Dusun Sumuran, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul yakni mewujudkan “Kampung Damai dan Sejahtera”. Metode kegiatan pengabdian ini meliputi kegiatan pemetaan profil dusun, penyuluhan dan pendampingan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT) dan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga untuk memiliki usaha Handy Craft dari Kain Perca dan Rajutan sehingga terwujud kampung damai dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dampak yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya penurunan tingkat kekerasan dalam rumah tangga, tumbuhnya keasadaran hukum bagi warga, peningkatan kreatifitas dan inovasi usaha serta dapat menumbuhkan kewirausahaan bagi masyarakat di Dusun Sumuran tersebut. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah artikel publikasi ilmiah, produk handycraft dan booklet tentang Profil Dusun Sumuran, Desa Jetis, Kecamatan Saptosari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menurunnya kekerasan dalam rumah tangga, meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, meningkatnya kreatifitas dan kemauan warga untuk berwirausaha. Kata Kunci: Pembentukan, Kampung, Damai, Sejahtera.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Desa Wisata Syariah: Peluang dan Tantangan (Studi Kasus: Desa Wisata Brayut, Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman) Nurqori, Jurais; Maesyaroh, Maesyaroh
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.43 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui desa wisata syariah di Desa Wisata Brayut serta untuk mengetahui bagaimana peluang dan tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan alat analisis data berupa triangulasi sumber. Adapun responden dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Responden tersebut, diantaranya ketua pengelola Desa Wisata Brayut, dua orang kelompok usaha Desa Wisata Brayut, dua orang wisatawan Desa Wisata Brayut, dan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Dinas Pariwisata sebagai ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh warga Desa Wisata Brayut adalah dengan membentuk kelompok-kelompok program pemberdayaan masyarakat, seperti kelompok kuliner, kelompok homestay, kelompok kesenian, kelompok kebersihan, kelompok perlengkapan, kelompok jamu tradisional, kelompok cooking class, pemandu bajak, pemandu karawitan, dan pemandu tari. Berdasarkan analisis SWOT, adanya potensi peluang yang sangat besar bisa dikembangkan dengan adanya branding wisata syari’ah yang didukung oleh banyak desa-desa wisata berbasis kebudayaan lokal. Sementara itu, tantangan yang dihadapi berupa kurangnya capital human resource serta belum adanya investor dari luar.
Perbandingan Pemberian Daun Kelor dan Daun Ubi Jalar terhadap Peningkatan Produksi ASI dan Berat Badan Bayi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak Ekayanti, Ekayanti; Maesyaroh, Maesyaroh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16700

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding that is still low can cause nutritional problems in toddlers. According to data from UPTD Cijaku Inpatient Health Center, Lebak Regency, exclusive breastfeeding coverage in 2023 is still low, namely 70.4%. Efforts to overcome this include improving the quality of breast milk. There are many ways that can be done to facilitate breast milk, including consuming Moringa leaves and sweet potato leaves because they contain phytosterols which can increase breast milk production. To determine the comparison of giving Moringa leaves and sweet potato leaves to increase breast milk production and baby weight at the UPTD Cijaku Inpatient Health Center, Lebak Regency in 2024. quasi-experimental with a two group pretest-posttest design. The sample was 30 respondents who were breast-feeding mothers 3 days after giving birth whose breast milk production was not smooth in March 2023, who were then divided into 2 groups so that in treatment group A (giving moringa leaves) there were 15 respondents and in treatment group B (giving sweet potato leaves) there were 15 respondents. 15 respondents using accidental sampling technique. Bivariate analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney test. The research results showed the effect of giving Moringa leaves on increasing breast milk production (p value = 0.001) and baby weight (p value = 0.000). There was an effect of giving sweet potato leaves on increasing breast milk production (p value = 0.001) and baby weight (p value = 0.001). There was a difference in the effect of giving Moringa leaves and sweet potato leaves on increasing breast milk production (p value = 0.037) and baby weight (p value = 0.045). Giving Moringa leaves has a greater effect on increasing breast milk production and baby weight compared to giving sweet potato leaves. It is hoped that breastfeeding mothers can consume processed Moringa leaves and sweet potato leaves regularly during breastfeeding in order to increase breast milk production so that the mother's baby gets exclusive breast milk Keywords: Moringa Leaves, Sweet Potato Leaves, Breast Milk Production, Baby Weight  ABSTRAK Pemberian ASI eklusif yang masih rendah dapat menimbulkan masalah gizi pada balita. Menurut data dari UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak cakupan ASI eksklusif pada tahun 2023 masih sedikit yaitu sebesar 70,4%. Upaya untuk menanggulanginya antara lain dengan meningkatkan dan kualitas ASI. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperlancar ASI diantaranya konsumsi daun kelor dan daun ubi jalar karena adanya kandungan fitosterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Mengetahui perbandingan pemberian daun kelor dan daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI dan berat badan bayi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak tahun 2024. quasi eksperiment dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel adalah ibu menyusui 3 hari pasca persalinan yang produksi ASInya kurang lancar pada bulan Maret 2023 sebanyak 30 responden yang nantinya dibagi menjadi 2 kelompok sehingga pada kelompok perlakuan A (pemberian daun kelor) sebanyak 15 responden dan kelompok perlakuan B (pemberian daun ubi jalar) sebanyak 15 responden dengan tehnik accidental sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ada pengaruh pemberian daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,001) dan berat badan bayi (p value = 0,000). Ada pengaruh pemberian daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,001) dan berat badan bayi (p value = 0,001). Ada perbedaan pengaruh pemberian daun kelor dan daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,037) dan berat badan bayi (p value = 0,045). Pemberian daun kelor lebih berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI dan berat badan bayi dibandingkan dengan pemberian daun ubi jalar. Diharapkan ibu menyusui dapat mengkonsumsi olahan daun kelor maupun daun ubi jalar secara rutin selama menyusui agar dapat meningkatkan produksi ASI sehingga bayi ibu mendapatkan ASI eksklusif. Kata Kunci: Daun Kelor, Daun Ubi Jalar, Produksi ASI, Berat Badan Bayi
PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL UMKM MELALUI "HALAL SELF-DECLARE": STUDI DI AFLAHA MART, PLERET PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH, YOGYAKARTA Maesyaroh, Maesyaroh; Martiana, Andri; Della Agustin, Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2309-2318

Abstract

The government, through the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH), provides easy access to the public, especially micro businesses, so that they can obtain a free halal certificate, namely the existence of a Halal Self Declaration. Halal self-declaration is an effort to certify halal through statements by business actors supervised by the Halal Inspection Agency. The purpose of this activity is to educate and assist food suppliers in the Aflaha Mart MBS Pleret canteen for the realization of the halal industry, especially in the food sector, so that it is safe and thayib consumed by consumers. The target of the halal self-declaration program in this activity is the suppliers of processed food at the Aflaha Mart canteen of MBS Pleret. The problem faced by partners is that, currently, there is not a single halal-certified food, even though halal certification is an obligation for business actors. The method of this activity is to socialize the importance of halal certification and assist with the mechanism for applying for halal certification through halal self. The results of the service show that after the pre-test and post-test treatments, the food business actors have knowledge of halal food, which is allowed by Islam, but they do not understand the mechanism for applying for halal certification. At least with this activity, business actors have increased their understanding regarding the management of halal certification through “halal self-declare”.