Farida Fakhrunnisa, Farida
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Dan Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Anindya, Yuarinda Melly; Rejeki, Desi Sri; Nurhidayati, Lailiana Garna; Fakhrunnisa, Farida
Journal of Chemistry Sciences and Education Vol 1 No 02 (2024): Journal of Chemistry Sciences and Education
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jcse.v1i02.163

Abstract

Wuluh starfruit (Averrhoa bilimbi L.) and green betel (Piper betle L.) leaves are medicinal plants that have antibacterial properties. Medicinal plants can be used as alternative medicine to obtain new compounds as antibacterial. The chemical compounds in wuluh starfruit leaves that have antibacterial properties are flavonoids, saponins and tannins, while green betel leaves have flavonoids, saponins, tannins and essential oils. The study aimed to determine the antibacterial activity of a combination of wuluh starfruit and green betel leaves extract against the growth of Staphylococcus aureus. The experimental research used a diffusion method by disc paper based on the diameter of the inhibition zone or the clear area formed around the paper disc. The extracts were obtained by maceration method using 96% ethanol solvent. The values of the inhibition zone in four concentrations; 5%, 10%, 15%, and 20% were respectively 13 mm, 13.5 mm, 15 mm, and 16 mm. On the other hand, the concentration of 20% had the most effective inhibition zone with a strong category against Staphylococcus aureus.  
Evaluasi Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Kabupaten Tegal di Jawa Tengah Dengan Metode ATC/ DDD Fakhrunnisa, Farida
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.670

Abstract

Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memiliki pelayanan andalan peresepan dan penggunaan obat. Antibiotik merupakan salah satu obat yang sering diresepkan. Penggunaan yang berlebihan dapat menjadikan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuantitas penggunaan antibiotik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi. Penelitian dilakukan di 5 Puskesmas di wilayah Kabupaten Tegal yang memiliki Apoeker, dokter umum dan dokter gigi serta sudah menggunakan Sistem Informasi dan manajemen Puskesmas (SIMPus). Instrumen penelitian mengguna LPLPO periode 1 Juni – 31 Agustus 2018 digunakan sebagai data pre intervensi (P1) dan November 2018 – 31 Januari 2019 untuk post intervensi (P2), Panduan Praktek Klinis Faskes Primer 2024 dan Indeks ATC/DDD Collaborating Centre 2018. Kuantitas penggunaan antibiotik dihitung dalam satuan DDD/1000 KPRJ/hari. Diagnosis terbanyak yang mendapatkan resep antibiotik yaitu Nasopharingitis akut (common cold) dan antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu Amoxicillin, Ciprofloxacin dan Cotrimoxazol. Kuantitas total penggunaan antibiotik pada P1 sebasar 14, 960 DDD / 1000 KPRJ/ hari dan 9, 375 DDD / 1000 KPRJ / hari pada P2. Pemberian intervensi edukasi pada penelitian ini dapat menurunkan kuantitas peresepan antibiotik di Puskesmas secara signifikan (p value : 0,062). Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Obat, Antibiotik, ATC/DDD