Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGOLAHAN DAUN EUCALYPTUS MENJADI PRODUK HERBAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELOMPOK TANI HUTAN BULUBALLEA Andi Nur Fitriani Abubakar; Muh. Isbar Pratama; Saadatul Husna; Elfira Jumrah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.18570

Abstract

Eucalyptus is one of the essential oil-producing plants which has been widely used as a material for various health or pharmaceutical products. Pattapang Village has abundant eucalyptus tree potential. Currently, no industry or group processes eucalyptus leaves as a source of essential oil for health purposes. Eucalyptus leaves become waste due to the community’s lack of knowledge of its benefits. Based on field observations, partners from Buluballea Forest Farmer Group (KTH) have the potential to utilize and process eucalyptus leaves into herbal products. The herbal products can either be used by themselves or have selling value, which provides additional income, especially during the covid-19 pandemic period. This community service activity was aimed to provide knowledge and skills for partners regarding the processing of eucalyptus leaves into practical use and easily-distributed herbal products. The method used was counseling on the health benefits of eucalyptus oil, training on eucalyptus leaf distillation techniques, training on making herbal products, product packaging, and labeling activities, and training on business management and product marketing. The final result of this activity showed an increased partner's understanding and skills in processing eucalyptus leaves into herbal products. Herbal products in the form of aromatherapy wind oil and eucalyptus herbal soap produced can increase business motivation to increase income. --- Eucalyptus merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan atau farmasi. Kelurahan Pattapang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ratusan ribu pohon eucalyptus. Hingga saat ini belum ada industri atau kelompok yang mengolah daun eucalyptus sebagai sumber minyak atsiri ataupun pemanfaatannya dibidang kesehatan. Kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang manfaat daun eucalyptus membuat daun eucalyptus hanya dibuang sebagai limbah. Berdasarkan pengamatan di lapangan, mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Buluballea memiliki potensi untuk memanfaatkan dan mengolah daun eucalyptus menjadi produk herbal. Selain dapat digunakan sendiri, produk herbal tersebut bernilai jual sehingga akan memberikan pendapatan tambahan pada mitra khususnya ditengah pandemik covid-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi mitra terkait pengolahan daun eucalyptus menjadi produk herbal yang praktis digunakan dan dapat didistribusikan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan manfaat minyak eucalyptus bagi kesehatan, pelatihan teknik penyulingan daun eucalyptus, pelatihan pembuatan produk herbal, kegiatan pengemasan dan pelabelan produk, serta pelatihan manajemen usaha dan pemasaran produk. Hasil akhir kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah daun eucalyptus menjadi produk herbal. Produk herbal berupa minyak angin aromaterapi dan sabun herbal eucalyptus yang dihasilkan dapat meningkatkan motivasi usaha mitra untuk menambah penghasilan.
KOMPONEN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII DI PERAIRAN DESA PAJUKUKANG BANTAENG Saadatul Husna; Nurlaida Nurlaida; Yusriadi Yusriadi; Hermin Utami; najmah najmah
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 5 No. 2 (2023): Penelitian Kimia dan Terapannya
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v5i2.2769

Abstract

Red seaweed (Eucheuma cottoni) is a plant that has high cultivation potential and is growing rapidly. Bantaeng Regency is one of the 15 seaweed processing centers in Indonesia. The use of seaweed is very diverse, both for food, feed, fertilizer, cosmetics and pharmaceuticals. This is related to the content of nutrients, minerals and bioactive compounds contained in seaweed. This research aims to determine the water content, ash content, phytochemical compound and antioxidant activity of red seaweed in the waters of Pajukukang Village Bantaeng. The research result showed that water content and ash content of red seaweed were 7.21%,17.626% respectively. Red seaweed ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. The result of antioxidant test showed that the red seaweed ethanol extract has weak antioxidant activity with IC50 value of 961,83 ppm.
An Analysis Of Energy And Nutrient Content In High Energy Natural Isotonic Drink (Isopower) Nurulfuadi; Dinda Widi Wisudarsari; I Made Tangkas; Ummu Aiman; St. Ika Fitrasyah; Desmeli; Saadatul Husna
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 2 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i2.677

Abstract

Isotonic drink is the carbonated or non-carbonated drink product used to subtitute the fluid lost in the body. Lack of fluid in the body can cause muscle fatigue until causing the performance decrease in athlete. Isotonic drink can accelerate the return of body fluid compared to water. The purpose of this research was to analyze the content of energy, sodium, potassium, and Vitamin C in isotonic drink with raw material coconut water, pure coconut oil, bee bread, palm vinegar, and honey as high energy natural istotonic drink. The research design used was descriptive observation based laboratory test. The data analysis employed SPSS 22 programs namely by carrying out descriptive test until obtained the average for each isotonic namely 247,491 kkla, sodium 77,085 mg.kg, potassium 1000,785 mg/kg and Vitamin C 2,112 mg. This research concluded that the energy drink content has fulfilled the quality specification of isotonic drink, while the sodium and potassium level do not fulfill the quality specification of isotonic drink yet. Likewise with the Vitamin C content which also does not fulfill the Referrence of Nutrition Label namely 10%.
Pendampingan Usaha Gula Aren untuk Meningkatkan Produksi dan Nilai Gizi Produk di Desa Bulo-Bulo, Bulukumba Rismul Trianto Salawali; Ibnu Mansyur Hamdani; Muhammad Irwan; Saadatul Husna; Odilia Valentine
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v6i2.25007

Abstract

Desa Bulo-Bulo, Kabupaten Bulukumba memiliki potensi sumber daya alam berupa pohon enau (Arenga pinnata) yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku produksi gula aren. Namun, proses pengolahan gula aren masih dilakukan secara tradisional sehingga kurang efisien, terutama pada tahap pengadukan nira yang membutuhkan waktu lama dan tenaga kerja besar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kapasitas produksi dan mutu produk yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produksi dan nilai gizi gula aren melalui pendampingan usaha dan penerapan teknologi sederhana. Metode yang dilakukan meliputi perancangan dan penerapan alat pengaduk nira otomatis berbasis dinamo listrik, pendampingan penggunaan alat, serta edukasi pengolahan gula aren yang baik kepada pelaku usaha. Produk gula aren hasil penerapan teknologi diuji di laboratorium Jasa Industri Hasil Perkebunan, Maritim, dan Mineral Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hasil pengujian menunjukkan kadar air sebesar 9,91%, kadar abu 2,10%, gula total (sakarosa) 79,56%, dan kandungan logam berat berada di bawah batas deteksi sehingga memenuhi standar mutu SNI 3743:2021 dan aman dikonsumsi. Penerapan alat pengaduk nira otomatis mampu mengurangi waktu produksi hingga 50% dibandingkan metode manual serta menghasilkan produk dengan warna dan tekstur yang lebih seragam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan usaha dan penerapan teknologi sederhana efektif dalam meningkatkan produksi dan nilai gizi gula aren secara berkelanjutan.