Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei dan kuesioner. Subjek penelitian terdiri atas 50 mahasiswa semester III yang telah mengikuti mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan indikator stimulus, respons, dan reinforcement. Data dianalisis menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran PKn berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 82,08%. Secara rinci, indikator stimulus memperoleh persentase sebesar 81,3%, indikator respons mahasiswa sebesar 83,0%, dan indikator reinforcement sebesar 82,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulus pembelajaran yang dirancang secara terstruktur mampu memunculkan respons belajar yang positif, dan diperkuat melalui mekanisme penguatan berupa nilai, pujian, serta umpan balik, sehingga membentuk perilaku belajar dan sikap kewarganegaraan mahasiswa secara berkelanjutan. Implikasi penerapan teori behaviorisme tampak pada perubahan pola pikir mahasiswa terhadap nasionalisme, menguatnya orientasi kolektif, serta meningkatnya kepedulian terhadap pelestarian identitas bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teori behaviorisme masih relevan dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya sebagai pendekatan awal dalam membentuk sikap, karakter, dan perilaku kewarganegaraan mahasiswa secara sistematis dan terukur.