Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Menggambar Ornamen Tradisional Bali di Panti Asuhan Yayasan Dharma Jati II Penatih Denpasar Mercu Mahadi; I Nyoman Ngidep Wiyasa; I Gusti Ngurah Agung Jaya CK
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 10 No. 2 (2022): Nopember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.219 KB) | DOI: 10.31091/sw.v10i2.2153

Abstract

Pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini yang dijadikan sebagai mitra adalah Yayasan Dharma Jati II yaitu sebuah Panti Asuhan Hindu yang membina anak-anak yatim piatu, miskin dan anak terlantar yang beralamat di Jalan Trengguli no. 80 Desa Penatih Denpasar Bali. Tujuan dari program ini adalah untuk memberi solusi dari salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh yayasan tersebut,yakni mengenai masalah yang terkait dengan kegiatan pengembangan diri diluar kegiatan formal.Terkait dengan masalah tersebut, maka dalam pengabdian ini berupaya untuk berkontribusi dengan menawarkan suatu solusi, yaitu memberi pelatihan tentang menggambar Ornamen tradisional Bali. Metoda pelatihan dilakukan dengan metode porposive sampling dengan menentukan sebanyak 10 orang peserta. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan didukung dengan metode penyampaian pengetahuan atau transfer of knowledge yakni: (1) Ceramah yaitu metode menyampaikan materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada peserta didik pada waktu dan tempat tertentu, dilakukan untuk menyampaikan materi pelatihan mengenai pengertian Ornamen, fungsi dan alat yang diperlukan; (2) Metode demonstrasi adalah penyajian pelajaran dengan memperagakan kepada peserta pelatihan tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan;(3) Observasi yaitu dengan mengamati hasil gambar yang dibuat serta untuk memantau perkembangan para peserta selama mengikuti pelatihan;(4) Metode Wawancara, dilakukan untuk menggali informasi tentang pengetahuan peserta pelatihan,sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan tersebut mereka dapat membuat gambar ornamen tradisional Bali sebagai bekal pengetahuan dalam menjalani kehidupan di masa depan. Adapun Target Luaran publikasi, yaitu berupa artikel yang akan dipublikasikan pada jurnal ilmiah, Video kegiatan akan diunggah ke youtube dan terdaftar pada HKI.
Topeng Paradoks Dalam Kriya Kontemporer I Made Jana; I Made Sumantra; I Nyoman Ngidep Wiyasa
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 10 No. 2 (2022): Nopember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.289 KB)

Abstract

Seni topeng hadir di tengah-tengah masyarakat, bisa dibilang cukup monoton. Karena kurang berkembang dalam mengikuti alur jaman. Seni topeng yang dihasilkan oleh perajinnya, masih seputar tokoh-tokoh ilusi atau pewayangan. Pencipta melakukan observasi terhadap produk topeng yang berkembang saat ini. Dan melakukan penelusuran data melalui literatur/buku-buku, internet, maupun penelusuran ditempat pameran, bengkel pembuatan topeng. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan metode kualitatif, sehingga melahirkan judul, konsep penciptaan dan cara pemecahannya. Aplikasi metode penelitian berbasis praktik. Dalam hal ini praktik menciptakan citra sebagai mode eksplorasi utama, Eksperimen, pembentukan. Bahwa kejelasan makna lahir dari gagasan, konsep, informasi ditransformasikan ke dalam citra visual, merupakan kesatuan organis berupa karya seni rupa topeng paradoks yang ditampilkan terlihat nyata, dapat dipahami lebih bermakna, personal, memiliki fungsi (simbolik dan metafor). Secara paradoks dalam karya mengekspos sifat-sifat yang berbeda dalam kehidupan manusia, dipresentasikan melalui wajah yang berbeda , menjadi satu kesatuan organis, dalam bentuk simbol karya estetik, sebagai wajah Kriya kontemporer.
TOPENG PARADOKS DALAM KRIYA KONTEMPORER I Made Jana; I Made Sumantra; I Nyoman Ngidep Wiyasa
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni topeng hadir di tengah-tengah masyarakat, bisa dibilang cukup monoton. Karena kurang berkembang dalam mengikuti alur jaman. Seni topeng yang dihasilkan oleh perajinnya, masih seputar tokoh-tokoh ilusi atau pewayangan. Pencipta melakukan observasi terhadap produk topeng yang berkembang saat ini. Dan melakukan penelusuran data melalui buku, internet, pameran, dan bengkel pembuatan topeng. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan metode kualitatif, sehingga melahirkan judul, konsep penciptaan dan cara pemecahannya. Aplikasi metode penelitian berbasis praktik. Dalam hal ini praktik menciptakan citra sebagai mode eksplorasi utama, Eksperimen, pembentukan. Bahwa kejelasan makna lahir dari gagasan, konsep, informasi ditransformasikan ke dalam citra visual, merupakan kesatuan organis berupa karya seni rupa topeng paradoks yang ditampilkan terlihat nyata, dapat dipahami lebih bermakna personal. Secara paradoks dalam karya mengekspos sifat-sifat yang berbeda dalam kehidupan manusia, dipresentasikan melalui wajah yang berbeda , menjadi satu kesatuan organis, dalam bentuk simbol karya estetik, sebagai wajah Kriya kontemporer.
P Penerapan Motif Kuta Mesir Dalam Penciptaan Produk Kriya Kayu Studio Tatto I Gede Bagus Arya Kusuma; I Made Suparta; I Nyoman Ngidep Wiyasa
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 1 No 02 (2021): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v1i02.542

Abstract

Tattoo studio is one of the places that is very much in demand by foreign guests, the general public and teenagers as a place for tattoos. In addition, the tattoo studio must also have good standards if you want to receive guests comfortably when visiting the studio for tattoos. In the process of making tattoos, apart from tools or tattoo machines, there are also several supporting products to support the needs of tattoo artists while working. Some of the supporting products found in the tattoo studio such as beds, chairs, tables to put tattoo equipment, and lamps mostly use aluminum which looks simple. This need for novelty is very interesting to be reviewed and realized in the form of works using wood by applying kuta mesir motifs as a source of inspiration in order to create a new atmosphere. The problems to be solved in the creation of this final project are: (1) about are the processes and techniques for the realization of the tattoo studio wood craft produc (2) kuta mesir decorative motifs will be applied to the tattoo studio's wood craft products (3) the process of finishing the tattoo studio craft product, The method used in the creation of this work uses SP theory. Gustami are the three pillars of creation including exploration, design and realization. The result of this creation process is a bed, chair, and lamp. This work was created aiming to add diversity to the design of the tattoo studio product.
IGNITION SEBAGAI INOVASI KERAMIK PADA BRAND ONIX POTTERY DENGAN MITRA UD. TRI SURYA KERAMIK Leony Paramita; I Nyoman Ngidep Wiyasa; I Nyoman Laba
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onix Pottery which is a new pilot brand that was built, the concept selection must be considered so that it can convey the message to be conveyed to the product. Onix Pottery takes the concept of Ignition, which is a foreign language for ignition. taking the Ignition concept which is applied to a new startup, namely onix pottery, is based on strong color elements and creates light that can illuminate a place. The manufacture of Onix Pottery ceramic products goes through several stages including body formation, trim, decoration which gives a touch of stone texture in accordance with the ONIX brand name (black precious stone), burning biscuits to glaze, and adding lights to support the concept. The concept of Ignition Onix Pottery produces two products named Agni and Chandara, the names are taken from the Sanskrit word for natural elements that emit light such as Agni means fire and Chandara means moon. In building new startups in the creative industry era by keeping up with digitalization developments, by utilizing internet technology that makes it easy to introduce businesses to the public. Creating content is one way to tell how the process is going to the story that the product you want to convey. In this case Onix Pottery uses the SMM (Social Media Marketing) marketing model which carries out the marketing process through social media networks. Creating interesting content, and being able to provide information that can be understood at the same time.
Bentuk Kekarangan Sebagai Ide Penciptaan Kriya Seni I Nyoman Ngidep Wiyasa; I Made Jana; I Made Sumantra
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v11i2.2581

Abstract

Motif hias sebagai hasil karya manusia, merupakan komponen seni rupa, banyak diterapkan pada bangunan suci maupun rumah tinggal, peralatan upacara dan pada benda-benda kerajinan. Motif hias atau hiasan ini sering disebut ornamen. Motif hias/ornamen dalam perwujudannya merupakan khayali dan stilisasi dari bentuk alam seperti: batu-batuan, api, air, awan, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan mahluk mitologi lainnya. Motif hias yang merupakan stilisasi dari wajah mahluk hidup baik yang bersifat nyata maupun mitologis, di Bali biasa disebut “kekarangan”. Motif kekarangan pada umumnya ditiru dari wajah mahluk hidup yang ada di alam, mahluk mitologis ini dianggap sebagai kendaraan para dewa. Sementara itu, dalam posisi yang lain, motif kekarangan juga sering diterapkan untuk menghiasi struktur pepalihan pada bangunan baik pada bagian bawah, tengah dan atas. Bentuk-bentuk kekarangan tersebut antara lain : karang boma, karang sae, karang bentulu, karang hasti, karang naga dan goak. Berbagai bentuk gambar, lukisan, patung, yang telah ada juga banyak terinspirasi dari motif kekarangan seperti karya patung maestro I Nyoman Tjokot, maestro seni lukis I Gusti Nyoman Lempad, dan pematung I Ketut Nongos. Berkaitan dengan hal tersebut di atas pencipta juga terinspirasi dengan bentuk-bentuk kekarangan yang akan divisualisasikan menjadi karya kriya dengan memanfaatkan kayu jati yang diaplikasikan dengan logam tembaga, dengan mempertimbangkan penerapan teknik yang tepat sehingga terwujud karya kriya yang kreatif dan inovatif.
STILISTIK BINATANG DALAM PENCIPTAAN KRIYA KONTEMPORER Wiyasa, I Nyoman Ngidep; Jana, I Made; Sumantra, I Made
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini memerlukan objek studi sebagai kajian sumber untuk memperdalam dan mematangkan konsep, terutama membentuk struktur karya yang memiliki dasar pemikiran yang kuat dan dapat dijadikan sumber inspirasi penciptaan seni kriya. Tinjauan sumber penciptaan ini bertujuan untuk melacak karya-karya yang objek dan topiknya sama, serta untuk menunjukkan perbedaan dengan karya yang pencipta ciptakan, baik material, teknik dan konsep penciptaan. Objek studi dapat diperoleh dari sumber tertulis atau tekstual, yaitu: buku, majalah, manuskrip lontar, internet dan sumber visual, seperti data yang di kumpulkan seperti: gambar, lukisan, relief kayu, batu, logam, patung berbahan kayu, perunggu, prasi, video, sumber-sumber lisan, diskusi maupun wawancara. Memahami hal ini, dapat menambah daya kreativitas dalam penciptaan karya seni, sehingga menunjukkan hasil yang berbeda/baru antara karya seni yang dicipta dengan karya yang diacu. Mencermati beberapa visualisasi binatang, pencipta akan mengambil sikap yang berbeda dalam menentukan wujud karya kriya yang digarap, baik dalam pemilihan tema, bahan dan teknik. Sehingga dapat menumbuhkan penghargaan terhadap karya seni dan budaya.
Pengembangan Pengembangan Motif Dan Bentuk Mahkota Sendratari Tokoh Rama Di Sanggar Citra Kara, Banjar Puaya, Desa Batuan Sukawati Purnama, I Dewa Gede Wahyu; Wiyasa, I Nyoman Ngidep; Jaya CK., I Gusti Ngurah Agung
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.992

Abstract

Penulis memilih sanggar Citra Kara sebagai tempat MBKM untuk belajar dan menambah ilmu baik itu dalam hal pengetahuan, keterampilan maupun mempelajari teknologi baru yang belum penulis ketahui sebelumnya dan mengenalkan penulis dengan kondisi dilapangan bagaimana proses dalam bekerja khususnya membuat ukiran kulit Bali. Dalam kegiatan magang ini penulis belajar tentang cara membuat pola global untuk membuat mahkota  sendratari tokoh Rama, belajar menggambar pola ornament tatah kulit dengan benar, belajar tentang proses finishing pada ukiran kulit. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Pada projek magang MBKM ini penulis mencoba memadukan keterampilan yang penulis peroleh pada tempat magang, penulis padukan dengan ilmu pengetahuan tentang ornament yang telah penulis peroleh pada perguruan tinggi. Dalam hal ini penulis mencoba mengembangkan motif ukiran pada mahkota sendratari tokoh rama yang sebelumnya menggunakan patra punggel, penulis tambahkan dengan patra samblung dan ulanda untuk memunculkan pengembangan baru serta menerapkan teknik membuat ukiran kulit pada motif patra samblung dan ulanda yang penulis masukan pada mahota sendratari tokoh Rama, selain menambahkan motif ornament penulis juga menambahkan warna gradasi pada mahkota untuk memunculkan kebaharuan, karena pada mahkota sendratari yang penulis jumpai di Sanggar Citra Kara menggunakan warna emas dan tidak ada penambahan warna gradasi.  
Pembuatan Ukiran Logam Sebagai Dekorasi Produk Keramik di Narka'S Silver Celuk, Sukawati, Gianyar Sukajaya, I Komang; Mudra, I Wayan; Ngidep Wiyasa, I Nyoman
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 5 No 01 (2025): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v5i01.4304

Abstract

Decor ceramic generally use rattan , woven ate and metal materials , in particular hiyasan made from metal Still are plain and some have apply carving metal on the lamp ornamental made from ceramics . As stated in Asmara research . et al ., (2020). Decor ceramics are still minimal, namely is something interesting phenomenon For explored in make it happen decor ceramic using carving techniques metal . Art carve metal is art carve Indonesian traditional which involves the process of sculpting and carving metal For create various shapes and motifs. Art This own characteristic unique and diverse specialties , as well used For beautify various objects and accessories . Art carve metal is also a part important from wealth and inheritance art appearance Indonesian traditional (omahbse.co, 2023). Related with That How ornamental shapes and motifs applied to metal For mebut decor ceramics , processes and forms product after applied with carving metal. . The method used in the creation of this work is exploration (searching for sources of ideas, concepts and foundations of creation), design (design of the work) and embodiment (creation of the work). The creation process includes the stages of making sketches, stages of metal carving, installation of gems and installation of inlays on ceramic media, to produce beautiful and functional works. Related with explanation above the ISI Denpasar Institute is one of the arts education institutions in Bali , with give opportunity for student in step up and join in role in existing crafts in Bali for example in art carve metal
Ignition sebagai Inovasi Keramik Pada Brand Onix Pottery dengan Mitra UD. Tri Surya Keramik Paramita, Ni Kadek Leony Widya; Wiyasa, I Nyoman Ngidep; Laba, I Nyoman; Putra, Rai Gede Wahyudi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20453

Abstract

This study aims to analyze creative industry-based entrepreneurship development strategies by emphasizing the optimization of Social Media Marketing (SMM) in promoting ceramic craft products through the Onix Pottery brand. Within the context of the Independent Learning Campus (MBKM) program, this activity represents applied learning, requiring students not only to understand theory but also to initiate and build their own businesses. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observation, literature review, visual documentation, and market research using Google Trends. UD. Tri Surya Keramik was selected as a partner due to its strong track record in the ceramics industry since 1994. Onix Pottery, as a start-up, carries the "Ignition" design concept, employing a handmade approach and innovation in raw materials, a mixture of clay and sand from Mount Agung. Marketing is carried out using an SMM strategy that displays visual content of the production process to build brand awareness. This approach refers to Mahbub's (2020) view on the importance of digital transformation and supports Kotler and Keller's (2016) theory of product differentiation in increasing competitiveness. This research demonstrates that digital marketing strategies based on visual creativity and product innovation play a significant role in strengthening the position of start-up businesses in the creative industries sector. Onix Pottery serves as a concrete example of how combining craft skills, collaboration with experienced partners, and the use of social media can create sustainable economic opportunities. These findings are expected to serve as a reference for MSMEs and student entrepreneurs in building relevant and competitive brands in the digital era.