Dewi Aryanti
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Self Efficacy Mahasiswa Jurusan Keperawatan dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Tetik Nurhayati; Dewi Aryanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.2181

Abstract

The pandemic is happening almost all over the world caused by the Covid-19 virus, which can spread easily through droplets, touching hands and not maintaining distance when interacting. Students have an important role in participating in conveying information through activities facilitated by the campus. Before providing information to the public, it is necessary to have confidence in nursing students that they are able to carry out the correct health protocols in an effort to prevent the transmission of the Covid-19 virus. Positive belief that students are able to properly prevent the transmission of the virus must start when students are studying on campus. This study aims to describe the self-efficacy of nursing students majoring in the prevention of Covid-19 transmission. This type of research was descriptive involving 95 students, selected by proportional random sampling technique. Data were collected through filling out questionnaires, then analyzed descriptively. The results showed that almost all nursing students had very high self-efficacy.Keywords: Covid-19; student of nursing; self efficacy  ABSTRAK Pandemi terjadi hampir di seluruh dunia yang disebabkan oleh virus Covid-19, yang dapat menyebar dengan mudah melalui droplet, bersentuhan tangan dan tidak mengatur jarak saat berinteraksi. Mahasiswa mempunyai peran penting dalam ikut menyampaikan informasi melalui kegiatan yang difasilitasi oleh kampus. Sebelum memberikan informasi kepada masyarakat perlu adanya keyakinan pada mahasiswa keperawatan bahwa mereka mampu melakukan protokol kesehatan yang benar dalam upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Keyakinan yang positif bahwa mahasiswa mampu melakukan pencegahan penularan virus dengan benar harus dimulai sejak mahasiswa menempuh pendidikan di kampus. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran self efficacy mahasiswa jurusan keperawatan dalam pencegahan penularan Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang melibatkan 95 mahasiswa, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kueioner, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkn bahwa hampir seluruh mahasiswa jurusan keperawatan memiliki self efficacy yang sangat tinggi.Kata kunci: Covid-19; mahasiswa keperawatan; self efficacy
Waspada Hipertensi Tersembunyi di Tempat Kerja: Analisis Faktor Metabolik Pegawai Usia di Atas 40 Tahun Dewi Aryanti; Kartilah Kartilah; Yudi Triguna; Nadia Ainun Nabilah
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1704

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai pada pegawai usia produktif, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun. Faktor risiko metabolik seperti indeks massa tubuh (IMT), dislipidemia, dan kadar glukosa darah berperan penting dalam peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter metabolik dan status hipertensi pada pegawai usia ?40 tahun. Kajian dilakukan secara retrospektif dengan pendekatan deskriptif-analitik menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pada 140 pegawai. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji ANOVA, dan multivariat melalui regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa usia, IMT, kolesterol total, LDL, serta gula darah puasa dan postprandial cenderung meningkat pada kelompok hipertensi. IMT dan kolesterol total memiliki hubungan signifikan terhadap hipertensi, dengan IMT sebagai prediktor kuat (OR = 1,254; CI 95%: 1,051–1,493). Interaksi kolesterol total dan LDL juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko hipertensi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian faktor metabolik melalui intervensi berbasis tempat kerja seperti edukasi nutrisi, promosi aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan berkala. Penelitian lanjutan direkomendasikan dengan desain longitudinal untuk memperkuat pemahaman hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor tambahan seperti stres kerja dan konsumsi obat antihipertensi.