Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai pada pegawai usia produktif, terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun. Faktor risiko metabolik seperti indeks massa tubuh (IMT), dislipidemia, dan kadar glukosa darah berperan penting dalam peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter metabolik dan status hipertensi pada pegawai usia ?40 tahun. Kajian dilakukan secara retrospektif dengan pendekatan deskriptif-analitik menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pada 140 pegawai. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji ANOVA, dan multivariat melalui regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa usia, IMT, kolesterol total, LDL, serta gula darah puasa dan postprandial cenderung meningkat pada kelompok hipertensi. IMT dan kolesterol total memiliki hubungan signifikan terhadap hipertensi, dengan IMT sebagai prediktor kuat (OR = 1,254; CI 95%: 1,051–1,493). Interaksi kolesterol total dan LDL juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko hipertensi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian faktor metabolik melalui intervensi berbasis tempat kerja seperti edukasi nutrisi, promosi aktivitas fisik, dan pemantauan kesehatan berkala. Penelitian lanjutan direkomendasikan dengan desain longitudinal untuk memperkuat pemahaman hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor tambahan seperti stres kerja dan konsumsi obat antihipertensi.