Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Fashion Tehadap Gaya Hidup Mahasiswa Jurnalistik Astin Astin
Jurnal Online Jurnalistik Vol 4, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh fashion terhadap gaya hidup mahasiswa jurnalistik. Penelitan ini menggunakan teori Hirarki Kebutuhan yang dipopulerkan oleh Abraham H.Maslow. Teknik analisis data pada penelitan ini menggunakan teknis analisis kuantitatif yaitu dengan mengembangkan gagasan dasar mengenai Pengaruh Fashion Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Jurnalistik. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan mengunakan obsevasi non partisipan dan angket.Hasil penelitan ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh fashion terhadap gaya hidup mahasiswa jurnalistik. Persamaan adalah Y = 13,085 + 0,450 X. Variabel X mengacu pada fashion dan Variabel Y mengacu pada gaya hidup mahasiswa jurnalistik. Setelah data diolah, dihasilkan nilai (r) sebesar 0,678 menunjukan adanya hubungan positif yang kuat. Kontribusi pengaruh fashion terhadap gaya hidup mahasiswa jurnalistik sebesar 46,0% sisanya 54,0% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis menunjukan terdapat pengaruh fashion terhadap gaya hidup mahasiswa jurnalistik dengan r hitung sebesar 57.993 dan taraf signifikansi 0,00.Kata kunci : Pengaruh,Fashion, Gaya Hidup, teori Hirarki Kebutuhan
KONTESTASI AKSES DALAM FENOMENA “WAR TIKET HAJI” REGULER DI INDONESIA Rety Reka Merlins; Bunga Kartika; Siti Nurhayati; Nur Azizah; Rosikah; Astin
Welvaart: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 7 No. 1 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v7i1.154

Abstract

Fenomena war tiket haji reguler di Indonesia muncul sebagai konsekuensi dari tingginya jumlah pendaftar haji yang tidak sebanding dengan kuota keberangkatan yang tersedia. Dalam ruang publik, istilah tersebut tidak hanya merujuk pada kompetisi untuk memperoleh nomor porsi haji, tetapi juga merepresentasikan konstruksi wacana mengenai akses, peluang, dan keadilan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana war tiket haji reguler dikonstruksikan serta bagaimana relasi kuasa bekerja dalam membentuk akses masyarakat terhadap layanan haji. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana Michel Foucault yang berfokus pada hubungan antara pengetahuan (knowledge), kuasa (power), dan praktik sosial dalam produksi suatu wacana. Data penelitian diperoleh dari pemberitaan media daring, dokumen kebijakan penyelenggaraan haji, serta narasi yang berkembang di ruang publik terkait pendaftaran haji reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana war tiket haji reguler diproduksi melalui interaksi antara regulasi negara, sistem kuota, teknologi pendaftaran, dan narasi publik yang membentuk cara masyarakat memahami akses terhadap ibadah haji. Melalui mekanisme tersebut, kuasa tidak beroperasi secara represif, melainkan secara produktif dengan menghasilkan kategori, aturan, dan praktik yang mengatur perilaku calon jamaah dalam memperoleh nomor porsi haji. Wacana ini sekaligus mereproduksi persepsi mengenai siapa yang dianggap memiliki peluang lebih besar untuk mengakses layanan haji dan siapa yang harus menghadapi hambatan dalam proses tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa akses terhadap ibadah haji bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan merupakan hasil konstruksi diskursif yang dipengaruhi oleh relasi kuasa dalam tata kelola penyelenggaraan haji di Indonesia. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian sosiologi agama dan studi kebijakan publik, khususnya dalam memahami praktik-praktik kuasa yang bekerja di balik distribusi akses layanan keagamaan.
Peningkatan pemahaman mahasiswa tentang komunikasi pembangunan melalui edukasi berbasis digital Astin .; Sriwangi .; laode Aharuddin Kapege; Aprilia Suci Sanjaya; Rety Reka Merlyns
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to improve students’ understanding of the concept and practice of development communication through a digital education approach. The program was motivated by the limited ability of students to integrate development communication theory with the effective use of digital media. The activity was conducted at the Faculty of Social and Political Sciences, Halu Oleo University, in September 2025, involving 35 Communication Science students. The implementation consisted of four main stages: preparation, digital education sessions, evaluation, and reflection. The materials were delivered through interactive lectures, group discussions, and hands-on activities in creating digital content on development communication themes. The results showed a significant improvement in students’ understanding, with the average score increasing from 61.2 pre-test to 87.5 post-test. Students also demonstrated creativity in producing digital content such as educational videos, infographics, and social campaign posters on sustainable development issues. Moreover, this activity strengthened students’ digital literacy, communication ethics, and participation in local development issues. The digital education approach proved effective in developing communication competencies that are adaptive to technological advancements and societal needs.